Inti Berita:
• Sebanyak 17 warga Trenggalek mengalami keluhan mual, muntah, hingga diare setelah menyantap makanan di hajatan aqiqah Desa Kedunglurah.
• Para pasien dirawat di beberapa faskes termasuk Puskesmas Pule, Puskesmas Suruh, dan klinik lokal, dengan mayoritas kondisi yang mulai membaik.
• Penyebab pasti keracunan belum bisa diuji laboratorium karena sampel sisa makanan di lokasi sudah habis dan membusuk/berjamur.
SUARA TRENGGALEK – Sebanyak 17 orang dilaporkan mendapatkan penanganan di sejumlah fasilitas kesehatan setelah mengalami keluhan kesehatan usai menyantap hidangan hajatan aqiqah di Desa Kedunglurah, Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek.
Hajatan tersebut digelar pada Selasa (6/10/2026) sekitar pukul 19.00 WIB. Berdasarkan laporan sementara Dinas Kesehatan Kabupaten Trenggalek hingga Rabu (7/10/2026) sore, belasan warga telah mendapatkan penanganan medis.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Trenggalek, Andiek Muarifin, mengatakan 17 pasien tersebut tersebar di beberapa fasilitas kesehatan.
“Pasien yang ada keluhan berdasarkan laporan sementara sampai sore kemarin ada 17,” kata Andiek.
Rincian penanganan terdapat di Puskesmas Pule menangani 10 pasien, terdiri dari tujuh pasien rawat jalan dan tiga pasien rawat inap.
Kemudian Puskesmas Suruh menangani empat pasien, yakni satu pasien rawat jalan dan tiga pasien rawat inap.
Sementara dua pasien lainnya mendapatkan perawatan rawat jalan di salah satu klinik di wilayah Bendorejo.
Dari informasi yang diperoleh, warga yang mendapatkan pemeriksaan di luar Kecamatan Pogalan diduga merupakan sanak saudara yang turut menghadiri hajatan tersebut.
Untuk wilayah Kecamatan Pogalan, Dinas Kesehatan belum menerima seluruh laporan dari fasilitas kesehatan.
“Sementara, dari Puskesmas Pogalan belum ada laporan, yang ada periksa di klinik wilayah Kecamatan Pogalan,” ujarnya.
Keluhan yang dialami pasien antara lain diare, nyeri perut, muntah, dan demam.
Andiek menyebut sebagian pasien sudah sembuh, sedangkan sebagian lainnya mulai menunjukkan kondisi membaik.
“Keluhan awal ada yang diare, nyeri perut, muntah dan demam namun sebagian sudah sembuh dan sebagian mulai membaik kondisinya,” jelasnya.
Saat ini pihaknya masih melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi pasien. Namun, hingga kini belum dapat dipastikan apakah keluhan tersebut disebabkan oleh makanan atau minuman yang dikonsumsi saat hajatan.
Salah satu kendalanya, sampel makanan yang tersisa tidak memenuhi syarat untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium.
“Untuk sampel makanan tidak ada yang memenuhi syarat dilakukan pemeriksaan laboratorium oleh karena beberapa menu sudah habis dan ada sisa makanan namun kondisinya sudah berjamur,” tegas Andiek.
Berdasarkan informasi dari lapangan, hidangan yang disajikan dalam hajatan aqiqah tersebut antara lain sate kambing, gulai, es degan, dan minuman konyaku. Sementara bingkisan yang dibawa pulang tamu berupa roti bolu pisang.
Sejumlah warga yang hadir dalam hajatan mulai mengalami keluhan pada Rabu sore hingga malam. Beberapa di antaranya kemudian mendapatkan penanganan di fasilitas kesehatan.
Meski demikian, jumlah 17 pasien tersebut masih merupakan data sementara berdasarkan laporan yang diterima Dinas Kesehatan hingga Rabu sore.
Jumlah warga yang mengalami keluhan setelah menghadiri hajatan tersebut masih memungkinkan bertambah seiring masuknya laporan dari fasilitas kesehatan lainnya.
Dinas Kesehatan masih menunggu perkembangan lebih lanjut, baik terkait kondisi pasien maupun kemungkinan adanya laporan tambahan dari fasilitas kesehatan.
Terbaru tim redaksi mendapatkan update informasi bahwa ada 1 orang yang menjalani rawat inap dengan keluhan diare, namun kondisinya kini sudah membaik











