OLAHRAGA

Turnamen Esports UM 2026 Sukses Digelar, Atlet Trenggalek Raih Juara 1 eFootball

×

Turnamen Esports UM 2026 Sukses Digelar, Atlet Trenggalek Raih Juara 1 eFootball

Sebarkan artikel ini
Trenggalek
Pertandingan turnamen UM 2026.
Inti Berita:
• Turnamen esports UM 2026 diikuti banyak peserta dari berbagai daerah
• Pertandingkan 5 game: Free Fire, eFootball, PUBG, ML, dan Valorant
• Atlet Trenggalek, Muhammad Diki Candra, juara 1 eFootball
• Ini merupakan turnamen pertama yang diikutinya
• Kunci menang: konsistensi, strategi, dan mental kuat
• Pesan: evaluasi permainan dan jangan terburu-buru

SUARA TRENGGALEK Turnamen e-sports yang diselenggarakan UKM Esports Universitas Negeri Malang (UM) berlangsung meriah dan sukses menjadi ajang kompetisi bagi para pemain muda berbakat dari berbagai daerah.

Kompetisi ini mempertandingkan lima nomor populer, yakni Free Fire, eFootball, PUBG, Mobile Legends, dan Valorant, dengan partisipasi tinggi dari para peserta.

Rangkaian turnamen diawali dengan babak kualifikasi secara online pada 13 hingga 17 April 2026. Para peserta bersaing memperebutkan tiket menuju babak final yang digelar pada 18 April 2026 sekaligus penyerahan hadiah kepada para pemenang.

Atlet Trenggalek Bersinar

Salah satu sorotan dalam turnamen ini datang dari Muhammad Diki Candra, pengurus ESI Kabupaten Trenggalek bidang organisasi dan daerah, yang berhasil meraih Juara 1 pada nomor eFootball.

Prestasi tersebut terasa istimewa karena menjadi pengalaman pertamanya mengikuti turnamen e-sports.

“Karena ini adalah turnamen pertama saya, saya tentu saja merasa sangat senang dan bangga dengan pencapaian ini. Sebenarnya saya juga tidak berekspektasi akan bisa sampai meraih juara,” ujarnya.

Kunci Kemenangan: Konsistensi dan Mental

Dalam perjalanannya menuju juara, Diki mengaku mengandalkan konsistensi permainan serta kemampuan membaca strategi lawan.

“Kunci utama saya ada di konsistensi dan membaca permainan lawan,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti pentingnya kekuatan mental dalam menghadapi tekanan pertandingan.

“Tantangan terberat ada di mental. Kita harus tetap tenang dalam segala situasi, apalagi saat tertinggal. Di situ mental lebih berbicara daripada skill,” jelasnya.

Menurutnya, persaingan di nomor eFootball cukup ketat karena banyak pemain telah memahami gameplay dan taktik secara mendalam.

“Game ini butuh kesabaran dan pengambilan keputusan yang tepat,” tambahnya.

Pesan untuk Pemain Lain

Menutup wawancara, Diki berpesan kepada para pemain e-sports untuk terus meningkatkan kemampuan melalui evaluasi dan pemahaman permainan.

“Pahami alur permainan, jangan terburu-buru, dan sering lakukan evaluasi agar bisa terus berkembang,” pungkasnya.