PERISTIWA

Kondisi Lampu Jalan di Trenggalek Mulai Alami Kerusakan, Dishub Siapkan Peremajaan

×

Kondisi Lampu Jalan di Trenggalek Mulai Alami Kerusakan, Dishub Siapkan Peremajaan

Sebarkan artikel ini
Trenggalek
Petugas Dishub saat memperbaiki penerangan jalan umum. (dok. Dishub Trenggalek).
Inti Berita:
• Sejumlah PJU di Trenggalek mulai mengalami kerusakan akibat usia pakai
• Titik kerusakan tersebar dari Kampak-Munjungan hingga kawasan kota
• Dishub masih melakukan perbaikan parsial
• Peremajaan total direncanakan pada 2026 di ruas Rejowinangun dan Pasar Subuh

SUARA TRENGGALEK – Kondisi Penerangan Jalan Umum (PJU) di Kabupaten Trenggalek secara umum masih berfungsi normal. Namun, sejumlah titik mulai mengalami penurunan kualitas akibat usia pakai yang sudah cukup lama.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Trenggalek, Mahendra, mengatakan kerusakan lampu jalan terjadi di beberapa wilayah dan saat ini terus ditangani oleh tim teknis.

“Kalau secara umum sebagian besar baik, karena ini perangkat listrik tentu ada beberapa yang mengalami kerusakan dan tim teknis bisa melakukan pelayanan,” ujarnya, Jumat (8/5/2026).

Menurut Mahendra, titik kerusakan tersebar mulai dari kawasan perbatasan Kecamatan Kampak-Munjungan hingga area perkotaan.

Ia menjelaskan, perbaikan telah dilakukan terhadap lampu padam maupun jaringan yang mengalami gangguan.

“Yang mengalami titik tersebar, seperti yang baru saja tim teknis perbaikan di perbatasan Kampak-Munjungan, kemudian di kota perbaikan tidak sampai mati jaringan yang spot-spot lampu yang mengalami padam, dan sudah dilakukan perbaikan,” jelasnya.

Mahendra menyebut faktor utama kerusakan berasal dari usia perangkat yang sudah melewati masa garansi. Banyak lampu PJU, khususnya di kawasan kota, merupakan pengadaan lama yang kini mulai mengalami penurunan fungsi.

“Sebabnya seperti lampu karena ini umur pakainya, yang ada di kota pengadaan di tahun lama, bahkan garansi habis artinya sudah berada di lima tahun ke atas secara teknis sudah mengalami penurunan atau mati lampu,” katanya.

Untuk sementara, Dishub Trenggalek masih melakukan perbaikan parsial dengan mengganti komponen yang rusak. Meski begitu, pemerintah juga mulai menyiapkan penggantian total pada beberapa ruas jalan di tahun 2026.

“Kalau perbaikan secara parsial kami lakukan karena sudah menjadi kewajiban kami untuk menyediakan suku cadang maupun pemeliharaan. Kalau untuk yang menyeluruh penggantian satu ruas jalan di tahun 2026 di dua titik arah timur Rejowinangun dan arah utara ke Pasar Subuh itu ada,” ujarnya.

Selain program peremajaan, pembangunan PJU baru juga direncanakan di sejumlah wilayah kecamatan, di antaranya Suruh, Tugu, dan Bendungan.

Mahendra menambahkan, total kapasitas daya listrik PJU di Trenggalek saat ini telah mencapai lebih dari 1.300 kilowatt-hour (kWh).

Menurutnya, tingginya kebutuhan daya tersebut dipengaruhi kondisi geografis Trenggalek yang didominasi kawasan pegunungan dengan permukiman warga tersebar.

“Kalau total kilowatt-hour (kWh) yang sudah terpasang saat ini sudah terpasang di 1.300 lebih. Kami kota kecil jumlah kWh relatif banyak, seperti masyarakat yang di wilayah pegunungan itu pemukiman tersebar,” terangnya.

Ia menyebut kondisi tersebut membuat pemasangan jaringan listrik PJU harus dilakukan terpisah di banyak titik, berbeda dengan wilayah perkotaan yang dapat dijangkau satu jaringan dalam area lebih luas.