KESEHATAN

Hasil Lab MBG Bau SPPG Pogalan 2 Negatif Zat Berbahaya, Dinkes Trenggalek: Lebih Aman Tak Dikonsumsi

×

Hasil Lab MBG Bau SPPG Pogalan 2 Negatif Zat Berbahaya, Dinkes Trenggalek: Lebih Aman Tak Dikonsumsi

Sebarkan artikel ini
Trenggalek
Plt Kepala Dinas Kesehatan PPKB Trenggalek, Andiek Muarifin saat ditemui awak media di kantornya untuk konfirmasi hasil laboratorium menu mbg yang dikabarkan berbau.
Inti Berita:
• Menu MBG di SMKN 1 Pogalan sempat dikembalikan karena berbau
• Dinkes Trenggalek lakukan pengecekan dari produksi hingga distribusi
• Hasil uji lab: tidak ditemukan boraks, formalin, metanil yellow, maupun bakteri E. coli
• Dugaan sementara bau berasal dari faktor penyimpanan
• Pemerintah minta makanan dengan perubahan bau/warna tidak dikonsumsi

SUARA TRENGGALEK – Dinas Kesehatan PPKB Kabupaten Trenggalek memastikan menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sempat dikeluhkan berbau di SMKN 1 Pogalan tidak mengandung zat berbahaya berdasarkan hasil uji laboratorium.

Namun demikian, menu MBG berbau yang dikelola oleh Yayasan Kemala Bhayangkari itu dinyatakan tidak konsumsi. Bahkan Dinkes menyarankan menu tersebut memang tidak disarankan untuk dikonsumsi untuk menghindari resiko.

Plt Kepala Dinas Kesehatan PPKB Trenggalek, Andiek Muarifin menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan pengecekan menyeluruh melalui petugas Puskesmas Ngulan Kulon sejak awal proses produksi hingga distribusi makanan.

Ia memaparkan, bahan baku menu chicken bowl scramble dikirim oleh pihak supplier ke SPPG Pogalan 2 pada Selasa (21/4/2026) pukul 17.30 WIB.

Setelah diperiksa oleh ahli gizi dan dinyatakan layak, bahan disimpan dan diproses pada malam hari.

“Bahan baku dinyatakan baik, kemudian dilakukan penyimpanan dan pencampuran bumbu pada malam hari,” jelas Andiek, Senin (27/4/2026).

Proses memasak dilakukan keesokan harinya, Rabu (22/4/2026), sekitar pukul 10.00 WIB. Makanan kemudian dimatangkan, didinginkan, dan dikemas sebelum didistribusikan ke sekolah penerima manfaat.

Sebelum distribusi, tim juga melakukan uji keamanan pangan (food security) pada pukul 05.00 WIB dan seluruh menu dinyatakan aman.

Selanjutnya distribusi menu MBG ke penerima manfaat yakni SMK Negeri 1 Pogalan dilakukan pukul 07.30 wib.

Namun, sekitar pukul 10.00 wib pihak sekolah melakukan pengecekan menu MBG dan menemukan ada perubahan aroma menu MBG.

Mendapati temuan tersebut, sekitar pukul 10.20 WIB, pihak SMKN 1 Pogalan, Trenggalek melaporkan adanya aroma tidak biasa pada menu chicken bowl scramble.

“Secara fisik tidak ditemukan tanda pembusukan. Tekstur, warna, dan tidak ada jamur. Hanya aroma yang berubah,” ungkapnya.

Menindaklanjuti laporan tersebut, pihak SPPG langsung menarik seluruh menu dari sekolah pada pukul 10.30 WIB sebagai langkah antisipasi.

Selanjutnya, sampel makanan tersebut diuji di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) untuk mendeteksi kandungan bahan tambahan pangan berbahaya seperti metanil yellow, boraks, dan formaldehida.

“Hasilnya ketiganya negatif. Pemeriksaan cepat dari puskesmas ngulan kulon terkait bakteri E. coli secara rapid juga negatif,” tegas Andiek.

Meski demikian, pihaknya belum dapat memastikan secara pasti penyebab munculnya bau pada makanan tersebut. Dugaan sementara mengarah pada faktor penyimpanan.

“Bisa jadi karena penyimpanan di suhu ruang yang kurang tepat atau durasi penyimpanan yang memengaruhi perubahan aroma,” ujarnya.

Dinkes juga memberikan edukasi kepada pengelola SPPG di Trenggalek agar lebih memperhatikan standar keamanan pangan, mulai dari bahan baku, proses penyimpanan, hingga kebersihan lingkungan.

“Setiap jenis makanan harus disimpan sesuai suhu yang tepat dan dijaga higienitasnya agar tidak terkontaminasi,” imbuhnya.

Andiek menegaskan, jika ditemukan perubahan sekecil apa pun pada makanan, baik dari segi bau, warna, maupun tekstur, sebaiknya tidak dikonsumsi.

“Lebih aman tidak dikonsumsi daripada berisiko menimbulkan hal yang tidak diinginkan,” tegasnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, menu MBG di SMKN 1 Pogalan sempat dikembalikan secara menyeluruh oleh pihak sekolah karena diduga berbau dan tidak layak konsumsi.

Menu tersebut berasal dari SPPG Pogalan 2 yang dikelola Yayasan Kemala Bhayangkari. Salah satu wali murid menyebut kejadian serupa bukan kali pertama terjadi.

“Iya betul, semua kembali, di dalam menu bau dan tidak layak konsumsi,” ujarnya.