Inti Berita:
• Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Trenggalek menargetkan 345 ribu warga atau 46 persen populasi pada 2026.
• Hingga Mei 2026, capaian CKG baru mencapai 147.075 warga atau 19,45 persen dari target.
• Dinkes PPKB Trenggalek menggelar CKG bagi sekitar 700 santri Pondok Pesantren Ar-Ridwan.
SUARA TRENGGALEK – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kabupaten Trenggalek terus menggenjot pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang menyasar seluruh kelompok usia.
Pada tahun 2026, program tersebut ditargetkan menjangkau 345.000 jiwa atau sekitar 46 persen dari total penduduk Trenggalek.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes PPKB Kabupaten Trenggalek, drg. Andiek Muarifin, mengatakan hingga akhir Mei 2026 capaian program CKG telah menyentuh 147.075 warga atau sekitar 19,45 persen dari target tahunan.
“Untuk tahun 2026 ini kita menargetkan 46 persen dari jumlah penduduk atau sekitar 345 ribu jiwa. Sampai bulan Mei ini capaian kita sudah mencapai 147.075 orang atau 19,45 persen,” ujar Andiek.
Menurutnya, program CKG menyasar seluruh siklus kehidupan, mulai dari ibu hamil, balita, remaja, dewasa hingga lanjut usia.
“Jadi CKG ini sasarannya semua siklus hidup. Mulai ibu hamil, anak balita, usia remaja, dewasa sampai lansia semuanya dilakukan pemeriksaan,” jelasnya.
Salah satu pelaksanaan CKG terbaru digelar di Pondok Pesantren Ar-Ridwan, Kelurahan Kelutan, Kabupaten Trenggalek.
Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Dinkes PPKB Trenggalek, dan pihak pondok pesantren.
Andiek menyebut sekitar 700 santri menjadi sasaran pemeriksaan kesehatan dalam kegiatan tersebut.
“Hari ini kita mengadakan kegiatan cek kesehatan gratis di Pondok Pesantren Ar-Ridwan. Sasaran yang kita layani kurang lebih sekitar 700 santri,” katanya.
Ia menjelaskan, pemeriksaan yang dilakukan meliputi skrining penyakit tidak menular (PTM), pemeriksaan tumbuh kembang dan status gizi, kesehatan indera penglihatan dan pendengaran, serta skrining tuberkulosis (TBC).
“Kegiatan CKG ini meliputi pemeriksaan penyakit tidak menular, status gizi, kesehatan mata dan telinga, serta skrining TBC. Harapannya jika ditemukan masalah kesehatan bisa segera ditindaklanjuti sejak dini agar tidak semakin parah,” ujarnya.
Untuk mendukung pelaksanaan kegiatan, Dinkes PPKB Trenggalek menerjunkan 10 tim yang berasal dari 10 puskesmas di wilayah Kabupaten Trenggalek.
“Hari ini karena sasarannya sekitar 700 santri, kami mengerahkan 10 tim dari 10 puskesmas,” ungkapnya.
Terkait hasil pemeriksaan, Andiek mengatakan proses pelayanan masih berlangsung sehingga belum ada rekapitulasi data.
Namun hasil pemeriksaan nantinya akan dipetakan untuk mengetahui apakah terdapat santri yang membutuhkan penanganan atau intervensi lebih lanjut.
“Kalau hasilnya masih berjalan, jadi belum ada rekapitulasi. Nanti setelah selesai akan kita petakan dan jika ada yang memerlukan tindak lanjut akan dilakukan bersama puskesmas setempat,” pungkasnya.











