Inti Berita:
• DLH Kabupaten Trenggalek resmi meluncurkan Green Community Championship (GCC) 2026 secara daring yang dibuka langsung oleh Bupati Mochamad Nur Arifin dan Plt Kepala DLH Cusi Kurniawati.
• Bupati Arifin menegaskan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan sebagai fondasi pembangunan ekonomi, menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi yang merusak alam tidak akan berkelanjutan.
SUARA TRENGGALEK – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Trenggalek menggelar Kick Off Launching Green Community Championship (GCC) 2026 secara daring.
Program tersebut dibentuk untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendukung pemberdayaan ekonomi.
Kegiatan launching dibuka langsung oleh Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, bersama Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLH Kabupaten Trenggalek, Cusi Kurniawati.
Dalam sambutannya, Bupati Mochamad Nur Arifin menekankan pentingnya menempatkan kelestarian lingkungan sebagai bagian dari pembangunan ekonomi.
Menurutnya, aktivitas ekonomi yang tidak memperhatikan lingkungan berpotensi mengabaikan keberlanjutan alam.
“Lingkungan itu harus dipikirkan, kenapa? Karena kalau kita memikirkan lingkungan, ekonominya mengikuti. Tetapi kalau kita memikirkan ekonomi, belum tentu lingkungan mengikuti. Banyak sektor perekonomian yang tidak memperhatikan lingkungan di sekitarnya,” ujarnya.
Pesan tersebut menegaskan bahwa upaya menjaga lingkungan tidak hanya berkaitan dengan kebersihan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membangun kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Dalam kegiatan itu, Kepala Bidang TPP, Siti Chusniati, turut memaparkan petunjuk teknis (juknis), alur pelaksanaan, hingga jadwal atau timeline GCC 2026.
“Ini bertujuan memberikan pemahaman kepada peserta mengenai tahapan dan mekanisme pelaksanaan kompetisi,” ungkapnya.
Melalui GCC 2026, DLH Trenggalek mendorong keterlibatan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, lestari, dan berkelanjutan.
Bahkan, program ini membuka ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan kreativitas, memperkuat gotong royong, serta melakukan aksi nyata di lingkungan masing-masing.
“Partisipasi dalam kompetisi tersebut diarahkan kepada sejumlah unsur masyarakat, yakni rukun tetangga (RT), kelompok masyarakat (POKMAS), dan kelompok wanita tani (KWT),” tuturnya.
GCC 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga mendorong tumbuhnya gerakan lingkungan berbasis masyarakat.
Dengan keterlibatan berbagai kelompok, upaya menjaga kelestarian lingkungan di Trenggalek diharapkan dapat berjalan lebih luas dan berkelanjutan.











