ADVETORIAL

Bupati Trenggalek Targetkan Revitalisasi Destinasi Wisata Tahun Depan Mampu Genjot PAD

×

Bupati Trenggalek Targetkan Revitalisasi Destinasi Wisata Tahun Depan Mampu Genjot PAD

Sebarkan artikel ini
Trenggalek
Bupati Trenggalek saat menghadiri rapat paripurna di gedung DPRD.
Inti Berita:
• Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin (Mas Ipin) kembali menegaskan tidak ada pengajuan pinjaman baru pada 2027, melainkan peluncuran sisa alokasi pinjaman PT SMI dari tahun berjalan.
​• Dari total penyesuaian pinjaman daerah sebesar Rp 64,5 miliar, sebanyak Rp 41 miliar dialokasikan untuk infrastruktur jalan tahun 2026 dan Rp 23,5 miliar disiapkan untuk sektor pariwisata pada Januari 2027.
​• Pengembangan difokuskan pada pembenahan destinasi unggulan (Pantai Prigi & Goa Lowo) serta penataan kawasan perkotaan guna mendongkrak PAD melalui skema cost recovery.

SUARA TRENGGALEK – Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin meluruskan anggapan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek kembali mengajukan pinjaman daerah pada 2027 untuk menutup pinjaman sebelumnya.

Klarifikasi itu disampaikan menyusul masih munculnya nominal pinjaman daerah dalam Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) APBD Kabupaten Trenggalek Tahun Anggaran 2027.

Bupati muda Mochamad Nur Arifin atau biasa disapa Mas Ipin menegaskan tidak ada rencana mengambil pinjaman baru sebagaimana anggapan yang berkembang.

Menurutnya, angka pinjaman yang masih tercantum dalam rancangan APBD tersebut merupakan bagian dari pinjaman yang belum terserap pada tahun berjalan dan penggunaannya direncanakan untuk tahun berikutnya.

“Tidak ada. Jadi kita pembiayaan sesuai yang disepakati bersama DPR,” ujar Mas Ipin.

Ia menjelaskan, pemerintah daerah bersama DPRD telah menyepakati rencana pinjaman daerah yang semula sebesar Rpb 70 miliar. Namun, dalam penyesuaian terbaru, nilai pinjaman kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) menjadi Rp 64,5 miliar.

Dari jumlah tersebut, sebesar Rp 41 miliar dialokasikan pada 2026 untuk pembangunan infrastruktur jalan. Sementara itu, sekitar Rp 23,5 miliar direncanakan untuk sektor pariwisata dan pengembangan kota atraktif pada 2027.

“DPR tahu dan sudah sepakat. Yang tahun depan itu kenapa masih kita tuliskan di APBD, karena yang untuk pariwisata baru bisa dikerjakan besok Januari. Jadi uang yang dipergunakan untuk pariwisata itu baru tahun depan,” jelasnya.

Mas Ipin menilai, pengembangan pariwisata menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) tanpa menambah beban masyarakat secara langsung.

Menurutnya, potensi PAD Trenggalek tidak hanya bersumber dari pajak kendaraan bermotor dan pajak bumi dan bangunan.

Sektor pariwisata juga dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai sumber pendapatan daerah.

“Kalau tidak pariwisata, PAD kita nanti dari mana?” katanya.

Ia berharap, pendapatan dari pengembangan objek wisata nantinya dapat membantu menutup biaya cicilan pinjaman daerah melalui skema cost recovery.

Sejumlah destinasi yang dinilai perlu dioptimalkan kembali antara lain Pantai Prigi dan Goa Lowo.

Mas Ipin menyebut, kedua objek wisata tersebut pernah ramai dikunjungi, tetapi kini mengalami penurunan jumlah pengunjung sehingga memerlukan pembenahan.

“Selain pariwisata, pemerintah daerah juga merencanakan penataan kawasan perkotaan,” ungkapnya.

Pembenahan itu meliputi penanaman kabel, pelebaran jalur pedestrian, serta pembangunan jogging track yang membentang di kawasan kafe dan pertokoan.

Penataan tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya tarik kawasan perkotaan, mendorong aktivitas usaha, sekaligus berkontribusi terhadap pendapatan daerah.

“Pembenahan kawasan hutan kota juga masuk dalam upaya pengembangan daya tarik wisata di Trenggalek” pungkasnya.