PERISTIWA

Aksi Tanam Pisang Berbuah Perbaikan, Jalan Wonoanti Trenggalek Dibangun Drainase dan Aspal Ulang

×

Aksi Tanam Pisang Berbuah Perbaikan, Jalan Wonoanti Trenggalek Dibangun Drainase dan Aspal Ulang

Sebarkan artikel ini
Trenggalek
Perbaikan jalan Desa Wonoanti, yang sempat diprotes warga dengan menanam pohon pisang.
Intinya Sih:
• Aksi warga tanam pisang di jalan rusak akhirnya ditindaklanjuti pemerintah.
• Jalan Wonoanti diperbaiki lewat proyek Inpres Jalan Daerah (IJD).
• Penyebab utama kerusakan: tidak ada drainase.
• Pemerintah fokus bangun saluran air + aspal ulang.
• Proyek dikerjakan selektif di titik rusak.
• Warga diminta bersabar karena ada galian selama pengerjaan.

SUARA TRENGGALEK Aksi protes warga Desa Wonoanti, Gandusari, Trenggalek yang menanam pohon pisang di tengah jalan rusak akhirnya membuahkan hasil.

Pemerintah mulai menangani ruas jalan tersebut melalui proyek Inpres Jalan Daerah (IJD) dari pemerintah pusat.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Trenggalek memastikan penanganan dilakukan secara menyeluruh, tidak sekadar perbaikan permukaan jalan.

Plt Kepala Dinas PUPR Trenggalek, Anjang Purwoko, mengatakan kerusakan jalan di kawasan tersebut disebabkan oleh tidak adanya sistem drainase yang memadai.

“Kerusakan di Jalan Raya Ngetal-Gandusari, terutama di area Desa Wonoanti dekat Balai Desa, tergolong cukup parah karena tidak adanya drainase di sisi jalan. Saat hujan deras, air langsung menggenang di badan jalan,” jelasnya.

Menurutnya, perbaikan aspal tanpa mengatasi akar masalah hanya akan membuat kerusakan kembali terulang.

“Jika hanya diperbaiki aspalnya tanpa mengatasi penyebabnya, jalan tidak akan bertahan lama. Karena itu, kami memfokuskan pembangunan drainase sebagai solusi utama,” tambahnya.

Dalam proyek ini, pemerintah pusat akan membangun sistem drainase yang terhubung hingga saluran pembuangan akhir (outlet), sehingga air hujan dapat mengalir dengan lancar dan tidak lagi menggenangi jalan.

Selain pembangunan drainase, proyek IJD juga mencakup pengaspalan ulang jalan. PUPR merencanakan pengaspalan dari pertigaan Ngetal hingga mendekati SPBU Wonorejo, Gandusari.

Namun, pengerjaan dilakukan secara selektif dengan memprioritaskan titik-titik yang mengalami kerusakan.

“Kami memfokuskan pengerjaan pada titik yang mengalami kerusakan. Untuk ruas yang masih bagus, seperti di wilayah Desa Sukorejo, kami tidak akan membongkarnya,” ujar Anjang.

Pihaknya juga meminta dukungan masyarakat selama proses pengerjaan berlangsung.

Pembangunan drainase membutuhkan penggalian yang berpotensi mengganggu aktivitas warga dan arus lalu lintas untuk sementara waktu.

“Kami memohon kerja sama masyarakat selama proses pengerjaan. Pembangunan drainase pasti membutuhkan galian yang mungkin mengganggu aktivitas, namun ini demi hasil jalan yang lebih baik ke depannya,” pungkasnya.