PERISTIWA

7 Hari Pencarian Nihil, Operasi SAR Nelayan Hilang di Trenggalek Resmi Dihentikan

×

7 Hari Pencarian Nihil, Operasi SAR Nelayan Hilang di Trenggalek Resmi Dihentikan

Sebarkan artikel ini
Trenggalek
Operasi gabungan pencarian nelayan hilang di perairan Watulimo.
Inti Berita:
• Operasi pencarian terhadap Poniran (53), nelayan asal Dusun Karanggongso, Desa Tasikmadu, Trenggalek resmi dihentikan oleh Basarnas pada Senin (2/11/2026) setelah 7 hari penyisiran tim SAR gabungan tidak membuahkan hasil.
​• Korban dinyatakan hilang sejak Selasa (27/10/2026) saat berangkat melaut seorang diri untuk mencari gurita menggunakan perahu kunting dayungan, yang kemudian ditemukan nelayan lain dalam kondisi tenggelam separuh di perairan Plawangan Pantai Karanggongso.

SUARA TRENGGALEK – Operasi pencarian terhadap Poniran (53), nelayan asal Dusun Karanggongso, Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo, Trenggalek dihentikan pada Senin (2/11/2026).

Keputusan tersebut diambil setelah tim SAR gabungan melakukan pencarian selama tujuh hari, tetapi korban belum berhasil ditemukan.

Wakapolsek Watulimo, Ipda Bambang PB, mengonfirmasi bahwa hingga hari terakhir operasi, keberadaan Poniran masih belum diketahui. Penyisiran terakhir dipusatkan di sekitar perairan Karangasem.

“Hari ini hari Senin, tanggal 2 November 2026, pukul 12.30, kami tim SAR gabungan sedang melaksanakan pencarian terhadap saudara Poniran yang dinyatakan hilang dari tanggal 27 Oktober 2026 kemarin, dan saat ini merupakan hari yang ke-7 kami melaksanakan pencarian, dan sampai saat ini korban belum ditemukan,” ujar Bambang.

Peristiwa hilangnya Poniran bermula pada Selasa (27/10/2026) sekitar pukul 05.00 WIB. Saat itu, korban berangkat melaut seorang diri untuk mencari gurita menggunakan perahu jenis kunting dayungan.

Namun, tak berselang lama, seorang nelayan menemukan perahu milik korban dalam kondisi tenggelam separuh di perairan Plawangan Pantai Karanggongso Segunung.

Temuan perahu tanpa keberadaan pemiliknya tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan operasi pencarian yang melibatkan nelayan setempat dan sejumlah unsur terkait.

Penyisiran dilakukan selama tujuh hari. Namun, hingga batas waktu pelaksanaan operasi SAR, korban belum ditemukan sehingga pencarian gabungan dihentikan oleh Basarnas pada hari ketujuh.

Bambang berharap Poniran dapat segera ditemukan dan meminta doa dari masyarakat agar upaya pencarian membuahkan hasil.

“Harapan kami, korban cepat ditemukan, dan saya mohon doa dari semua pihak agar pencarian ini cepat membuahkan hasil dan saudara Poniran segera ditemukan,” pungkasnya.