PERISTIWA

Hujan Deras, Trenggalek Diterjang Bencana di 5 Kecamatan, BPBD Catat 9 Titik Kerusakan

×

Hujan Deras, Trenggalek Diterjang Bencana di 5 Kecamatan, BPBD Catat 9 Titik Kerusakan

Sebarkan artikel ini
Trenggalek
Bencana tanah longsor di lingkungan sekolah dasar di Trenggalek akibat hujan deras.
Inti Berita:
• BPBD Kabupaten Trenggalek mencatat 9 titik bencana di 5 kecamatan per Senin (2/11/2026), terdiri dari 4 titik tanah longsor, 3 pohon tumbang, serta 2 kerusakan infrastruktur (plengsengan sekolah dan tiang Jembatan Nayu di Munjungan) tanpa korban jiwa.
• ​Ancaman paling parah dilaporkan di Kecamatan Panggul (antara Desa Nglebeng dan Joketro), di mana tebing longsor mengancam 9 rumah warga akibat tergerus hujan secara terus-menerus.

SUARA TRENGGALEK – BPBD Kabupaten Trenggalek mencatat sedikitnya sembilan kejadian bencana dan kerusakan infrastruktur yang tersebar di lima kecamatan.

Peristiwa tersebut meliputi empat titik tanah longsor, tiga pohon tumbang, serta dua kejadian kerusakan infrastruktur.

Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek, Stefanus Triadi Atmono, mengatakan seluruh kejadian yang dilaporkan hingga Senin (2/11/2026) tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.

” Sampai hari ini ter-update laporan yang masuk di Pusdalops BPBD terjadi di lima kecamatan. Kemudian ada empat titik tanah longsor, tiga pohon tumbang dan dua kejadian infrastruktur,” jelas Triadi.

Dua kejadian kerusakan infrastruktur tersebut meliputi ambrolnya plengsengan sekolah dan ambruknya bagian tiang jembatan di Kecamatan Munjungan.

Sementara itu, pohon tumbang dilaporkan terjadi di Kecamatan Durenan serta wilayah perbatasan Panggul-Dongko. Di kawasan tersebut terdapat tiga titik kejadian, dua di antaranya berada berdekatan.

Dari sejumlah kejadian tanah longsor, salah satu lokasi yang menjadi perhatian BPBD berada di Kecamatan Panggul, tepatnya di antara Desa Nglebeng dan Joketro.

Longsoran di lokasi tersebut dilaporkan mengancam sekitar sembilan rumah warga karena terdapat tebing yang berdekatan dengan bangunan.

“Yang paling parah di Panggul. Jadi, di Panggul itu baru saja masuk laporan di antara Nglebeng dan Joketro, mendekati ada sembilan rumah. Ini yang saat ini perlu segera penanganan karena ada tebing yang berdekatan di rumah tersebut,” ungkapnya.

Triadi menjelaskan, salah satu faktor penyebab longsor adalah kondisi kemiringan tanah yang berada di dekat permukiman. Selain itu, hujan yang turun secara terus-menerus dapat menggerus lahan hingga memicu pergerakan tanah.

“Salah satu penyebabnya, satu kemiringan tanah yang berdekatan di samping rumah dimaksud. Kemudian dampak hujan yang secara terus-menerus menggerus lahan dimaksud sehingga berakibat tanah tersebut longsor,” jelasnya.

Selain penanganan kejadian, BPBD juga meningkatkan mitigasi di jalur rawan longsor Trenggalek-Ponorogo. Salah satu kawasan yang menjadi perhatian berada di sepanjang kilometer 16 hingga kilometer 20.

Triadi menyebut, berdasarkan perkiraan BMKG Jawa Timur, intensitas hujan di wilayah Trenggalek diperkirakan sangat tinggi, dengan rata-rata curah hujan di atas 200. Namun, ia belum merinci satuan dan periode pengukuran angka tersebut.

Dalam penanganan bencana, BPBD berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk melakukan asesmen di lapangan.

Petugas juga memberikan dukungan kepada warga terdampak, termasuk di lima desa di Kecamatan Munjungan.

Upaya penanganan lainnya dilakukan melalui evakuasi pohon tumbang yang mengganggu akses jalan maupun aktivitas masyarakat.

Terkait bantuan bagi warga terdampak bencana di Munjungan, Triadi menyebut BPBD telah menerima pendataan dari pemerintah desa.

Data sementara tersebut mencatat sebanyak 38 kepala keluarga (KK) atau sejumlah ratusan jiwa terdampak.

Data itu telah disampaikan kepada instansi terkait untuk ditindaklanjuti. Informasi yang dilaporkan mencakup waktu dan lokasi kejadian, warga terdampak, kelompok rentan, serta tingkat kerusakan rumah.

Menurut Triadi, bentuk kerusakan yang dialami setiap rumah berbeda-beda. Sebagian di antaranya mengalami kerusakan ringan, termasuk pada bagian dapur.

Sementara itu, terkait mekanisme dan penyaluran bantuan perbaikan rumah dari Kementerian Sosial (Kemensos), Triadi mengarahkan agar informasi lebih lanjut dikonfirmasi kepada Dinas Sosial.