PERISTIWA

​4 Tahun Diusulkan Perbaikan Tak Dihiraukan, Pilar Jembatan di Munjungan Trenggalek Kini Roboh

×

​4 Tahun Diusulkan Perbaikan Tak Dihiraukan, Pilar Jembatan di Munjungan Trenggalek Kini Roboh

Sebarkan artikel ini
Trenggalek
Pilar atau penyangga jembatan yang roboh di Munjungan.
Inti Berita:
• Penyangga Jembatan Nayu sepanjang 34 meter di Desa Karangturi, Kecamatan Munjungan, roboh akibat luapan air sungai setelah hujan deras mengguyur sejak Senin (2/11/2026) tengah malam.
• ​Ambrolnya jembatan swadaya warga sejak 1982 ini menyebabkan akses 3 dusun lumpuh total, mengisolasi warga serta memutus jalur utama anak sekolah dan kegiatan ekonomi lokal.

SUARA TRENGGALEK – Penyangga jembatan Nayu di Kecamatan Munjungan, Kabupaten Trenggalek, roboh setelah aliran sungai meluap usai wilayah tersebut diguyur hujan deras sejak Senin (2/11/2026) tengah malam.

Kerusakan infrastruktur itu membuat akses warga di tiga dusun terputus, termasuk jalur utama anak-anak menuju sekolah dan aktivitas perekonomian.

Berdasarkan laporan Kepolisian Sektor (Polsek) Munjungan, informasi kerusakan jembatan diterima petugas sekitar pukul 08.00 WIB.

Jembatan kemudian ditutup total untuk mencegah warga melintas dan menghindari jatuhnya korban.

Kepala Desa Karangturi, Puryono, mengatakan kerusakan jembatan tersebut menjadi persoalan serius bagi masyarakat.

Pasalnya, pemerintah desa telah mengusulkan perbaikan infrastruktur itu selama empat tahun terakhir, tetapi belum terealisasi.

“Jembatan ini sudah bertahun-tahun diusulkan, selama 4 tahun, tetapi belum ada tindakan dari pemerintah,” ungkap Puryono.

Ia menjelaskan, Jembatan Nayu memiliki panjang sekitar 34 meter dan tinggi 9 meter. Infrastruktur tersebut menjadi akses vital bagi masyarakat setempat.

Menurut Puryono, jembatan itu dibangun pada 1982 melalui swadaya masyarakat tanpa menggunakan anggaran pemerintah.

Robohnya penyangga jembatan berdampak langsung terhadap aktivitas warga yang tinggal di tiga wilayah dusun.

Akses pendidikan, kegiatan ekonomi, hingga mobilitas sehari-hari masyarakat terganggu karena tidak tersedia jalur penghubung tersebut.

“Jalan ini menjadi akses satu-satunya anak sekolah, akses ekonomi, dan warga yang lewat. Warga saya yang ada di tiga dusun ini terisolasi dan aktivitasnya lumpuh total,” tegasnya.

Menyikapi kondisi tersebut, Puryono mendesak Pemerintah Kabupaten Trenggalek segera turun tangan menangani kerusakan Jembatan Nayu.

Ia berharap perbaikan dapat diprioritaskan mengingat infrastruktur tersebut berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat.

Sementara itu, Wakapolsek Munjungan, Iptu Iswanto, bersama petugas piket telah melakukan pengamanan di sekitar lokasi kejadian.

Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah warga melintas di jembatan yang mengalami kerusakan.

Petugas juga masih menunggu evaluasi menyeluruh terhadap kelayakan struktur jembatan sebelum akses tersebut dapat dinyatakan aman untuk digunakan kembali.