Inti Berita:
• Dispora Trenggalek mengalokasikan anggaran Rp120,92 juta melalui APBD Perubahan 2026 untuk pengadaan dua unit meja biliar standar profesional beserta perlengkapannya.
• Fasilitas ini mengusung fungsi ganda, yaitu sebagai tempat pembinaan atlet biliar daerah sekaligus potensi penambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui skema sewa dengan pihak ketiga.
SUARA TRENGGALEK – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Trenggalek mengalokasikan anggaran Rp 120,92 juta untuk pengadaan dua meja biliar melalui APBD Perubahan 2026.
Selain mendukung pembinaan para atlet biliar, fasilitas tersebut direncanakan dapat disewakan melalui kerjasama kepada pihak ketiga untuk membuka potensi pendapatan asli daerah (PAD).
Berdasarkan data Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) LKPP, paket pengadaan bertajuk “Belanja Modal Peralatan Olahraga Lainnya (Meja Biliar)” itu memiliki pagu anggaran Rp120.920.000 yang bersumber dari APBD Perubahan 2026.
Pengadaan tersebut mencakup dua unit meja biliar beserta perlengkapan pendukung, di antaranya kain meja berstandar Professional Worsted Cloth, set bola MIC Pro TV Ball, stik biliar, dan lampu khusus meja.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispora Kabupaten Trenggalek, Arief Setiawan mengatakan pengadaan tersebut menjadi salah satu terobosan untuk memperkuat pembinaan atlet biliar sekaligus membuka peluang penambahan pendapatan daerah.
“Memang benar bahwa di tahun 2026 ini kita mengadakan sedikit terobosan, nggih. Salah satunya itu kita ada pengadaan meja biliar yang tujuannya selain pertama itu pembinaan atlet biliar yang selama ini mungkin tidak banyak terdengar. Yang kedua, pengadaan itu juga ada nilai untuk pemasangan PAD,” ujar Arief saat dikonfirmasi, Kamis (22/10/2026).
Menurut Arief, pengelolaan fasilitas tersebut direncanakan melibatkan pihak ketiga melalui skema sewa.
Namun, besaran potensi pendapatan yang dapat masuk ke kas daerah masih perlu dihitung bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Perhitungan itu, lanjutnya, akan disesuaikan dengan ketentuan peraturan daerah yang berlaku.
Dispora juga berencana mengatur akses penggunaan meja biliar agar kepentingan komersial tidak mengesampingkan pembinaan atlet.
Ketentuan mengenai waktu latihan akan dimasukkan dalam perjanjian kerja sama dengan pihak pengelola.
“Jadi nanti kita juga sudah punya rencana, taruhlah dalam satu minggu itu hari Jumat, Sabtu, Minggu atau Sabtu Minggu itu khusus untuk pembinaan atlet-atlet, jadi di klausul perjanjian nanti ada klausul yang menyatakan bahwa di hari-hari tertentu itu, itu bisa digunakan untuk pembinaan atlet-atlet kita atau tempat latihan lah untuk adik-adik yang akan berlatih biliar,” tambahnya.
Selain pengadaan meja biliar, Dispora Trenggalek juga mengalokasikan perhatian pada pengembangan fasilitas olahraga lain, termasuk peningkatan infrastruktur panjat tebing atau wall climbing dan skate park.
Arief mengatakan, sejumlah atlet panjat tebing dan skateboard asal Trenggalek memiliki potensi dan telah mengikuti kejuaraan di tingkat provinsi hingga nasional, bahkan di luar Pulau Jawa.
“Salah satunya ada pengadaan meja biliar ini, ada juga peningkatan infrastruktur di wall climbing, karena banyak juga atlet-atlet panjat tebing kita yang punya potensi. Kemudian ada di skate park, nggih. Atlet-atlet kita juga yang diam-diam itu juga banyak yang ikut kejuaraan di tingkat provinsi maupun nasional. Dan bahkan sampai ke luar pulau juga,” jelasnya.
Di sisi lain, pihaknya juga telah menyiapkan anggaran untuk penghargaan bagi para atlet pelajar berprestasi pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) senilai Rp 93,5 juta.
“Reward turut meningkatkan hingga dua kali lipat untuk mendukung persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2027,” imbuhnya.











