Inti Berita:
• Pengurus ESI Kabupaten Trenggalek resmi mengalihkan fokus program 2026 dari Trenggalek Esports Championship (TEC) ke ajang Piala Pelajar tingkat SMP dan SMA sederajat.
• Langkah penyesuaian ini diambil untuk menyikapi informasi adanya batasan usia atlet (maksimal 25 tahun) pada cabang olahraga esports di Porprov 2027.
• Piala Pelajar 2026 ditargetkan berlangsung pada Desember 2026 pascalibur ujian sekolah dan direncanakan bertempat di salah satu sekolah mitra (home base).
SUARA TRENGGALEK – Pengurus E-Sports Indonesia (ESI) Kabupaten Trenggalek mengalihkan fokus program tahunan 2026 dari kompetisi Trenggalek Esports Championship (TEC) ke pembinaan atlet muda melalui Piala Pelajar tingkat SMP dan SMA sederajat.
Keputusan tersebut dilakukan sebagai bagian dari persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2027.
ESI Trenggalek mendapat informasi bahwa cabang olahraga esports pada Porprov mendatang akan menerapkan batasan usia atlet maksimal 25 tahun.
Ketua Harian ESI Kabupaten Trenggalek, Setiawan Alim Wijaya, mengatakan TEC Season 3 sebelumnya direncanakan berlangsung pada September 2026. Namun, program tersebut disesuaikan dengan kebutuhan pembinaan atlet muda.
“Untuk kegiatan tahunan ESI Kabupaten Trenggalek, kita memiliki TEC atau Trenggalek Esports Championship. Tahun 2025 kemarin sudah kita laksanakan TEC Season 2. Tahun ini sebenarnya rencana TEC Season 3 dilaksanakan September, tetapi ada beberapa penyesuaian,” ujar Alim.
Menurutnya, penyesuaian program dilakukan agar ESI dapat mempersiapkan atlet muda sejak dini untuk menghadapi Porprov 2027.
“Kita fokuskan pembinaan untuk atlet muda. Tujuannya untuk Porprov 2027 mendatang, jadi kita siapkan sejak sekarang,” jelasnya.
Keputusan tersebut, lanjut Alim, telah disepakati melalui rapat pengurus ESI Kabupaten Trenggalek.
Rapat tersebut melibatkan sejumlah unsur kepengurusan, mulai dari ketua umum, sekretaris umum, bendahara umum, bidang organisasi, bidang pembinaan atlet dan prestasi, bidang kompetisi, hingga bidang wasit dan pelatih.
Hasil pembahasan menetapkan TEC Season 3 digantikan dengan Piala Pelajar 2026 yang menyasar pelajar SMP dan SMA sederajat se-Kabupaten Trenggalek.
Kegiatan tersebut direncanakan berlangsung pada Desember 2026 setelah pelaksanaan ujian sekolah.
“Untuk teknisnya nanti akan kita godok lagi bersama. Yang jelas, Piala Pelajar 2026 akan kita selenggarakan,” kata Alim.
Piala Pelajar tidak hanya diarahkan sebagai ajang kompetisi, tetapi juga menjadi sarana untuk menemukan dan membina bibit atlet esports dari kalangan pelajar.
ESI Trenggalek ingin memastikan proses regenerasi atlet tetap berjalan sehingga dalam beberapa tahun ke depan masih memiliki atlet potensial yang dapat dipersiapkan untuk berbagai ajang olahraga.
“Karena Porprov 2027 ada batasan usia, pembinaan atlet muda kita sasarkan di usia pelajar. Kita fokuskan dari sekarang agar dua sampai tiga tahun ke depan kita masih punya atlet-atlet esports yang potensial,” ungkapnya.
Sekolah Berpeluang Jadi Tuan Rumah
Dalam pelaksanaannya, Piala Pelajar 2026 juga direncanakan memiliki home base di salah satu sekolah di Kabupaten Trenggalek.
Namun, sekolah yang nantinya menjadi lokasi kegiatan masih dalam tahap pembahasan. ESI Trenggalek akan berkomunikasi dengan sejumlah sekolah untuk mencari pihak yang bersedia menjadi tuan rumah.
Sekolah yang memiliki ketertarikan menjadi lokasi penyelenggaraan juga dipersilakan menghubungi ESI Kabupaten Trenggalek.
“Untuk home base rencananya kita selenggarakan di salah satu sekolah. Sekolahnya nanti akan kita negosiasikan, mana yang bisa kita ajak kerja sama menjadi tuan rumah. Kalau ada sekolah yang ingin mengajukan diri juga bisa menghubungi ESI Kabupaten Trenggalek melalui Instagram,” tutur Alim.
Selain kompetisi, ESI Trenggalek juga menyiapkan program sosialisasi esports di lingkungan sekolah. Sasaran awalnya adalah guru olahraga serta siswa yang tergabung dalam OSIS.
Menurut Alim, sosialisasi tersebut menjadi bagian dari upaya ESI memperkenalkan esports secara lebih luas di lingkungan pendidikan.
Mekanisme dan materi kegiatan masih akan dibahas lebih lanjut oleh pengurus.
Perkuat Branding untuk Buka Peluang Sponsorship
Selain pembinaan atlet dan sosialisasi di
sekolah, ESI Kabupaten Trenggalek juga mulai mendorong penguatan branding esports di tengah masyarakat.
Alim menjelaskan, penguatan branding diperlukan untuk membuka peluang kerja sama dengan pihak swasta, khususnya dalam hal sponsorship.
Menurutnya, penyelenggaraan kompetisi maupun program pembinaan membutuhkan dukungan pendanaan agar dapat berjalan secara berkelanjutan.
“Selain fokus ke atlet, kita juga ingin branding esports ke luar. Tujuannya untuk membuka kerja sama sponsorship, karena setiap kegiatan pasti memerlukan pendanaan,” jelasnya.
Ia menyebutkan, saat ini ESI Kabupaten Trenggalek memperoleh dana hibah daerah sekitar Rp7 juta dalam satu tahun.
Dana tersebut digunakan untuk mendukung berbagai kebutuhan organisasi dan kegiatan, termasuk program pembinaan atlet.
“Kalau mau terus terang, kita cuma mendapat dana hibah dari daerah sekitar Rp7 juta untuk satu tahun. Kalau dirinci untuk kegiatan, ya habis, belum juga pembinaan atlet kita,” ungkap Alim.
Karena itu, kerja sama dengan sponsor menjadi salah satu langkah yang dapat ditempuh ESI Trenggalek untuk membangun kemandirian pendanaan.
“Makanya branding dengan menggandeng sponsorship menjadi salah satu terobosan untuk mandiri, agar kegiatan serta pembinaan tetap bisa berjalan,” pungkasnya.











