PENDIDIKAN

Dua Alumni Unesa di Trenggalek Buka Lapak MBG di Alun-Alun, Membaca Buku Gratis Setiap Minggu Sore

×

Dua Alumni Unesa di Trenggalek Buka Lapak MBG di Alun-Alun, Membaca Buku Gratis Setiap Minggu Sore

Sebarkan artikel ini
Trenggalek
Membawa Buku Gratis (MBG) di Alun-Alun Trenggalek yang dibuka oleh 2 alumni Unesa.
Inti Berita:
• Dua perempuan muda alumni Unesa, Syifa Aulia Mahadevi dan Melinda Dwi Saputri, membuka lapak “Membaca Buku Gratis” (MBG) di Alun-Alun Trenggalek.
​• Lapak yang menyediakan sekitar 50 koleksi buku (novel, puisi, self development, hingga buku anak) ini dihadirkan untuk meningkatkan literasi masyarakat setempat.
​• Gagasan nama “MBG” sengaja dipilih sebagai slogan karena istilah tersebut dinilai unik dan sudah sangat familiar di tengah masyarakat.

SUARA TRENGGALEK – Dua perempuan muda di Kabupaten Trenggalek, Syifa Aulia Mahadevi (26) dan Melinda Dwi Saputri (27), membuka lapak “Membaca Buku Gratis” (MBG) di kawasan Alun-Alun Trenggalek.

Lapak tersebut menyediakan sekitar 50 buku yang dapat dibaca masyarakat secara gratis. Koleksinya beragam, mulai novel, cerpen, puisi, buku pengembangan diri, hingga bacaan anak-anak.

Pengunjung cukup datang ke lapak, memilih buku yang tersedia, kemudian membacanya di lokasi tanpa dipungut biaya.

Syifa mengatakan kegiatan tersebut mulai berjalan sekitar sebulan terakhir.

Gagasan itu muncul dari keinginan keduanya untuk ikut meningkatkan literasi sekaligus menyediakan ruang alternatif bagi masyarakat untuk mengisi waktu luang dengan membaca.

“Untuk kegiatan membaca buku gratis ini kita mulai dari sekitar bulan lalu. Awalnya kita ingin meningkatkan literasi dan membantu, memfasilitasi juga, serta mengisi waktu luang saya bersama teman saya,” ujar Syifa, Minggu (20/9/2026).

Syifa merupakan lulusan S1 dan S2 Manajemen Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Sementara Melinda merupakan lulusan S1 Sastra Jerman Unesa.

Menurut Syifa, gagasan membuka lapak baca sebenarnya telah dibicarakan bersama Melinda sejak cukup lama. Namun, rencana tersebut baru terealisasi setelah keduanya memiliki waktu untuk menjalankannya.

“Sebenarnya kita sudah pernah membicarakan ini sejak cukup lama, cuma belum ada waktu bersama untuk memulai kegiatan ini. Kemudian sekitar bulan lalu kita memberanikan diri untuk membuka lapak baca buku gratis ini,” katanya.

Lapak tersebut juga lahir dari keresahan keduanya terhadap minat baca masyarakat. Mereka berharap kegiatan sederhana di ruang publik tersebut dapat menjadi salah satu cara untuk mendekatkan masyarakat dengan buku.

“Karena seperti yang kita tahu, literasi di Indonesia, di Trenggalek khususnya, juga mungkin cukup kurang. Jadi, dimulai dari keresahan itu kita memberanikan diri untuk membuka lapak baca buku gratis ini,” jelas Syifa.

Koleksi Buku untuk Anak hingga Dewasa

Koleksi yang disediakan di lapak MBG cukup beragam. Selain bacaan untuk orang dewasa, tersedia pula buku yang ditujukan bagi anak-anak.

“Ini ada buku cerpen, puisi, novel, self development, terus juga ada buku anak-anak,” ungkapnya.

Nama MBG yang digunakan sebagai slogan lapak juga memiliki cerita tersendiri. MBG merupakan singkatan dari “Membaca Buku Gratis”.

Syifa mengatakan istilah tersebut dipilih karena dinilai cukup familiar di masyarakat.

“Iya. Awalnya itu karena saya melihat ada di FYP orang yang juga membuka lapak buku gratis seperti ini. Saya rasa penggunaan kata MBG atau membaca buku gratis ini menarik untuk orang-orang karena cukup familiar juga secara luas. Jadi, akhirnya MBG ini kita gunakan sebagai slogan membaca buku gratis di lapak kita,” tuturnya.

Ke depan, kegiatan tersebut tidak hanya akan dilakukan sekali. Syifa dan Melinda berencana membuka lapak membaca secara rutin setiap dua minggu sekali.

Kegiatan direncanakan berlangsung setiap Minggu sore di kawasan Alun-Alun Trenggalek hingga menjelang malam atau setelah waktu Magrib.

“Kalau rencananya kita buka dua minggu sekali di hari Minggu sore,” kata Syifa.

Keduanya berharap kegiatan tersebut dapat membuat masyarakat, terutama anak-anak dan generasi muda di Trenggalek, semakin tertarik menjadikan membaca sebagai aktivitas yang menyenangkan.

“Harapannya yang pasti literasi atau minat baca dari warga ataupun anak-anak khususnya di daerah Trenggalek ini semakin meningkat,” ujarnya.

Ingin Kembangkan Komunitas Pencinta Buku
Syifa tidak ingin kegiatan tersebut berhenti pada aktivitas membaca. Ke depan, ia memiliki gagasan mengembangkan lapak tersebut menjadi ruang pertemuan bagi para pencinta buku.

Salah satu konsep yang ingin diwujudkan adalah book party. Kegiatan tersebut nantinya menjadi ruang bagi masyarakat untuk berkumpul, membaca buku bersama, dan melakukan aktivitas yang berkaitan dengan buku.

“Kita ingin nanti ke depannya ada semacam book party. Kayak ada teman-teman berkumpul terus membaca buku bersama, terus kegiatan bersama tentang membaca buku seperti itu,” imbuhnya.

Masyarakat yang ingin mendukung gerakan tersebut juga dapat menyumbangkan buku. Donasi dapat disalurkan dengan menghubungi akun Instagram @ceritabacaku.

“Untuk donasi buku kita membuka. Untuk donasi bisa menghubungi sosial media kita di @ceritabacaku di Instagram. Bisa DM di sana,” pungkas Syifa.