OLAHRAGA

TSL 2026 Bergulir November, Baru 8 dari 32 Klub di Trenggalek Penuhi Syarat Miliki Badan Hukum

×

TSL 2026 Bergulir November, Baru 8 dari 32 Klub di Trenggalek Penuhi Syarat Miliki Badan Hukum

Sebarkan artikel ini
Trenggalek
Sosialisasi persiapan TSL 2026 yang digelar Askab PSSI Trenggalek.
Inti Berita:
• Askab PSSI Trenggalek mempersiapkan TSL 2026 yang rencananya bergulir November mendatang dengan mewajibkan seluruh klub memiliki badan hukum dan akun aplikasi SIAP.
​• Dari 32 klub anggota, baru 8 klub yang penuhi syarat legalitas, sehingga Askab PSSI turun tangan membantu proses administrasi sesuai regulasi Asprov PSSI Jatim.
​• Kompetisi Liga 1 TSL 2026 menerapkan sistem grup dan degradasi, sekaligus menjadi wadah pembinaan pemain lokal Trenggalek agar bisa menembus level profesional.

SUARA TRENGGALEK – Rencana gelaran turnamen Trenggalek Soccer League (TSL) 2026 mulai dipersiapkan untuk bergulir pada November mendatang.

Namun, dari 32 klub anggota Askab PSSI Trenggalek, saat ini baru 8 klub yang telah memenuhi persyaratan administrasi berupa badan hukum dan aplikasi SIAP.

Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian Askab PSSI Trenggalek dalam persiapan kompetisi.

Sosialisasi digelar untuk memastikan klub peserta memahami persyaratan dan ketentuan yang harus dipenuhi sebelum kompetisi dimulai. Sosialisasi diikuti klub yang berlaga di Liga 1 maupun Liga 2.

Salah satu yang ditekankan adalah kelengkapan administrasi klub, termasuk penggunaan aplikasi SIAP yang menjadi bagian dari sistem administrasi sepak bola di bawah Asprov PSSI Jawa Timur.

Exco Askab PSSI Trenggalek Budi Santoso mengatakan sosialisasi dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada klub terkait aturan yang harus dipenuhi dalam mengikuti TSL 2026.

“Hari ini kita mengundang klub dari Liga 1 dan Liga 2 untuk mensosialisasikan persyaratan serta ketentuan yang harus diikuti klub dalam mengikuti TSL. Acuannya berpedoman pada Asprov PSSI Jawa Timur dengan menggunakan aplikasi SIAP,” kata Budi.

Menurutnya, persoalan administrasi klub sebenarnya telah disampaikan sejak beberapa tahun lalu. Klub telah didorong untuk memiliki aplikasi SIAP sekaligus memenuhi persyaratan legalitas berupa badan hukum.

Namun, hingga kini baru sebagian klub yang memenuhi kedua persyaratan tersebut.

“Sebetulnya aplikasi SIAP sudah diinformasikan kepada klub sejak tiga tahun yang lalu. Saat gelaran TSL tiga tahun lalu, klub juga sudah diberikan masukan untuk segera mengurusnya, termasuk klub harus memiliki aplikasi SIAP dan berbadan hukum,” jelasnya.

“Namun sampai saat ini baru 8 klub yang sudah berbadan hukum dan memiliki aplikasi SIAP di Trenggalek,” imbuh Budi.

Secara keseluruhan, Askab PSSI Trenggalek memiliki 32 klub anggota. Rinciannya, 8 klub berada di Liga 1 dan 24 klub lainnya berkompetisi di Liga 2.

Budi mengatakan Askab PSSI Trenggalek akan mendorong sekaligus membantu klub agar dapat memenuhi ketentuan yang telah ditetapkan Asprov PSSI Jawa Timur.

“Kita dorong semuanya dan kita bantu semuanya. Askab juga membantu bagaimana agar tim-tim atau klub-klub yang ada di Trenggalek mematuhi aturan yang sudah ditentukan oleh Asprov PSSI Jawa Timur,” ujarnya.

Liga 1 Dibagi Dua Grup

TSL 2026 direncanakan menggunakan format kompetisi liga yang terbagi menjadi Liga 1 dan Liga 2.

Untuk Liga 1 yang diikuti 8 klub, kompetisi akan dibagi menjadi dua grup. Masing-masing grup berisi empat klub.

Dua tim terbaik dari setiap grup akan melaju ke babak empat besar untuk memperebutkan gelar juara.

Persaingan juga akan berlangsung di papan bawah. Tim yang menempati peringkat ketiga Liga 1 akan menjalani pertandingan playoff menghadapi salah satu finalis Liga 2.

Sementara klub yang berada di posisi keempat Liga 1 secara otomatis terdegradasi ke Liga 2 pada musim berikutnya.

Format tersebut membuat persaingan tidak hanya berfokus pada perebutan gelar juara, tetapi juga mempertahankan posisi di kasta tertinggi sepak bola Trenggalek.

Jadi Ruang Pemain Lokal Berkembang

Bagi Askab PSSI Trenggalek, TSL bukan sekadar agenda kompetisi rutin. Liga tersebut juga menjadi ruang bagi pemain lokal untuk mendapatkan kesempatan berkembang dan menunjukkan kemampuan mereka.

“Tujuan kami seperti itu, biar pemain dari Trenggalek bisa berkembang dan pemain Trenggalek bisa mengorbit sampai ke level yang lebih atas,” kata Budi.

Menurutnya, keberadaan TSL telah memberikan ruang bagi pemain lokal untuk mendapatkan pengalaman sekaligus membuka peluang menuju kompetisi dengan level lebih tinggi.

Budi mencontohkan Toni Firmansyah yang dinilainya berhasil berkembang melalui kompetisi sepak bola lokal Trenggalek. Pemain tersebut saat ini memperkuat Persebaya di kompetisi Liga 1.

“Tahun 2023 kemarin kita ada satu pemain yang sekarang memperkuat Persebaya. Toni Firmansyah merupakan binaan Panggul yang kemudian bisa mengorbit bersama tim Panggul dan sekarang menjadi pemain Persebaya di Liga 1,” ungkapnya.