PERISTIWA

BMKG Perkirakan Gelombang di Teluk Prigi Trenggalek Relatif Aman Hingga 2 Oktober 2026

×

BMKG Perkirakan Gelombang di Teluk Prigi Trenggalek Relatif Aman Hingga 2 Oktober 2026

Sebarkan artikel ini
Trenggalek
Teluk Prigi di Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek.
Inti Berita:
​BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Perak Surabaya memprakirakan tinggi gelombang di Teluk Prigi, Watulimo, Trenggalek relatif aman pada kisaran 1 hingga 1,2 meter.
​Ketinggian gelombang sempat diperkirakan naik tipis ke kategori sedang (1,3 meter) pada malam hari sebelum berangsur normal kembali hingga 2 Oktober 2026.
​Kecepatan angin di kawasan PPN Prigi berada di rentang 2 hingga 19 knot (3,7–35,1 km/jam) dengan kondisi cuaca dominan cerah hingga cerah berawan.

SUARA TRENGGALEK – Kondisi gelombang di perairan Teluk Prigi, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, diprakirakan relatif aman dalam beberapa hari ke depan.

Berdasarkan rilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Perak Surabaya, ketinggian gelombang di wilayah tersebut berada pada kisaran 1 hingga 1,2 meter.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Perak Surabaya, Ady Hermanto, menyampaikan prakiraan kondisi cuaca dan gelombang di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Prigi, Watulimo.

Data prakiraan untuk periode 29 September 2026 pukul 07.00 WIB hingga 30 September 2026 pukul 06.00 WIB menunjukkan gelombang berada pada kategori rendah hingga sedang.

“Untuk tinggi gelombang cukup relatif aman yaitu 1,2 m di jam 7 sampai jam 18.00 WIB,” tulis Ady Hermanto, dikutip Selasa (29/9/2026).

Gelombang Naik 1,3 Meter pada Malam Hari
BMKG mengklasifikasikan tinggi gelombang signifikan 0,1 hingga 0,5 meter sebagai kategori tenang.

Sementara gelombang 0,5 hingga 1,25 meter masuk kategori rendah. Gelombang 1,25 hingga 2,5 meter masuk kategori sedang.

Adapun kategori tinggi berada pada kisaran 2,5 hingga 4 meter. Selanjutnya kategori sangat tinggi berada pada 4 hingga 6 meter, sedangkan gelombang ekstrem mencapai 6 meter atau lebih.

Pada 29 September 2026 pukul 19.00 WIB, ketinggian gelombang di perairan Teluk Prigi diprakirakan mengalami kenaikan menjadi 1,3 meter selama sekitar empat jam.

Setelah itu, gelombang diprakirakan kembali berangsur normal pada ketinggian sekitar 1,2 meter dengan kondisi cuaca cerah.

“Gelombang rendah tersebut berlaku hingga 2 Oktober 2026 pukul 07.00 WIB,” tambah Ady.

Kecepatan Angin hingga 19 Knot

Selain gelombang, BMKG juga mencatat prakiraan kecepatan angin di wilayah tersebut pada 29 hingga 30 September 2026 berada pada kisaran 2 hingga 19 knot.

Kecepatan angin 2 knot setara dengan sekitar 3,7 kilometer per jam, sedangkan 19 knot setara dengan sekitar 35,1 kilometer per jam.
Untuk kondisi cuaca, BMKG memprakirakan cuaca cerah berawan hingga berawan tebal pada dini hari.

“Sementara untuk cuaca kondisinya cerah tanpa berawan,” tulis Ady.

Produksi Ikan PPN Prigi Menurun

Kondisi gelombang dan cuaca turut menjadi salah satu faktor yang berkaitan dengan aktivitas penangkapan ikan di wilayah Prigi.

Dalam beberapa hari terakhir, hasil tangkapan nelayan Pantai Prigi dilaporkan melimpah.

Namun, data resmi PPN Prigi pada 2025 menunjukkan volume produksi perikanan yang didaratkan mencapai 11.898,5 ton dengan nilai produksi Rp124,9 miliar.

Angka tersebut menurun dibandingkan 2024 yang mencapai 20.918,4 ton dengan nilai produksi Rp150,4 miliar.

Penurunan tersebut mencapai 9.019 ton atau 43,12 persen untuk volume produksi dan Rp25,4 miliar atau 16,92 persen untuk nilai produksi.

Penurunan produksi tersebut disebut berkaitan dengan faktor oseanografi yang tidak mendukung upaya penangkapan, seperti curah hujan tinggi, gelombang tinggi, dan kecepatan angin.

Sementara dalam kurun 2021 hingga 2025, volume produksi perikanan tangkap di PPN Prigi menunjukkan tren yang cenderung menurun.

Kondisi tersebut berbanding lurus dengan upaya penangkapan di PPN Prigi yang lebih meminimalkan risiko kerugian operasional penangkapan.