OLAHRAGA

Sering Borong Medali, Cabor MMA Trenggalek Curhat Cuma Dapat Hibah KONI Rp 10 Juta Setahun

×

Sering Borong Medali, Cabor MMA Trenggalek Curhat Cuma Dapat Hibah KONI Rp 10 Juta Setahun

Sebarkan artikel ini
Trenggalek
Atlet MMA Trenggalek saat mengikuti pertandingan Kejurprov di Blitar.
Inti Berita:
Cabor IBCA MMA Kabupaten Trenggalek mengeluhkan keterbatasan anggaran pembinaan yang dialokasikan oleh KONI Trenggalek, yakni hanya Rp10 juta per tahun.
​Head Coach IBCA MMA Trenggalek, Aris Suaka, menyebut dana hibah tersebut sangat kurang untuk membiayai sekitar tiga agenda kejuaraan wajib setiap tahunnya.
​Demi memberangkatkan 7 hingga 12 atlet di setiap kompetisi, pengurus dan atlet terpaksa mengandalkan sponsor, dana swadaya, hingga merogoh kocek pribadi.

SUARA TRENGGALEK – Cabang olahraga (cabor) Indonesia Beladiri Campuran Amatir-Mixed Martial Art (IBCA) MMA Kabupaten Trenggalek yang berada dalam pembinaan KONI Trenggalek masih menghadapi keterbatasan anggaran untuk pembinaan atlet.

Meski telah banyak menorehkan prestasi di berbagai turnamen, namun mirisnya anggaran hibah yang diberikan oleh KONI hanya sebesar Rp 10 juta. Seperti yang terbaru 10 medali di borong dalam turnamen Kejurprov di Blitar.

Saat ditemui awak media, Head Coach IBCA MMA Trenggalek, Aris Suaka mengatakan pihaknya mendapat hibah dari KONI Trenggalek sekitar Rp 10 juta per tahun.

Menurut Aris, anggaran tersebut belum cukup apabila digunakan untuk mengikuti sekitar tiga kejuaraan dalam setahun.

“Ya cukup enggak cukup, Mas, ya. Ya, Rp 10 juta itu kalau kita anggarkan untuk tiga kali agenda wajib kejuaraan masih kurang, Mas,” ujar Aris, Kamis (24/9/2026).

Dana Dari Swasta Hingga Dana Pribadi

Menurutnya, untuk memenuhi kebutuhan pembinaan dan keikutsertaan dalam kejuaraan, IBCA MMA Trenggalek berupaya mencari tambahan dana.

Sumbernya antara lain sponsor, swadaya, hingga dana pribadi.

“Ya, kita sebisa mungkin cari dana tambahan dari sponsor, dari dana swadaya, pokoknya gitu-gitu lah. Dari dana pribadi juga,” katanya.

Dalam setiap turnamen, IBCA MMA Trenggalek dijelaskan Aris biasanya memberangkatkan sekitar tujuh hingga sembilan.

Jumlah terbanyak terjadi pada Kejurprov IBCA MMA Jawa Timur Sirkuit 3 di Kota Blitar.

Dalam kejuaraan tersebut, Trenggalek menerjunkan 12 atlet karena lokasi pertandingan relatif dekat.

Aris mengatakan keterbatasan pembiayaan juga menjadi salah satu hal yang perlu mendapat perhatian pemerintah daerah.

“Intinya kami minta diperhatikan untuk mungkin ya masalah pembiayaan, juga sarana prasarana kita juga termasuk kurang,” ujarnya.

Selain pembiayaan, kondisi peralatan latihan juga masih menjadi kendala. Menurut Aris, alat-alat latihan yang dimiliki masih berada di bawah standar.

“Untuk alat-alat latihan juga masih di bawah standar lah,” ungkapnya.

Meski menghadapi keterbatasan fasilitas, IBCA MMA Trenggalek tetap berupaya memaksimalkan pembinaan agar atlet mampu memberikan prestasi bagi daerah.

“Tapi kita juga berusaha walaupun fasilitasnya kurang kita berusaha sebisa mungkin agar atlet kita bisa memberikan yang terbaik untuk Kabupaten Trenggalek,” katanya.

Aris berharap perhatian pemerintah daerah terhadap pembinaan olahraga dapat ditingkatkan, termasuk dukungan pembiayaan serta sarana dan prasarana.

Menurutnya, perhatian tersebut tidak hanya diperlukan dari pemerintah kabupaten, tetapi juga dari pemerintah di tingkat desa dan kecamatan.

“Ya, tidak lepas dari pembiayaan sih, Mas. Pembiayaan dan pembinaan perhatian dari khususnya pemerintah daerah yang ada di mungkin di desa-desa, di kecamatan gitu,” ujarnya.

Dukungan tersebut, lanjut Aris, diharapkan dapat memotivasi atlet sekaligus membantu pengadaan peralatan latihan.

“Agar biar lebih memotivasi anak-anak lah. Dan bisa membantu sedikit mungkin untuk pengadaan alat atau yang lain-lain,” katanya.

IBCA MMA Mulai Berkembang Sejak 2024-2025

IBCA MMA mulai berkembang di Trenggalek sekitar 2024-2025. Sejak awal mengikuti kejuaraan, atlet Trenggalek telah mampu meraih medali.

Terbaru, sebanyak 12 atlet IBCA MMA Kabupaten Trenggalek membawa pulang 10 medali dari Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) IBCA MMA Jawa Timur Sirkuit 3 di GOR Soekarno Hatta, Kota Blitar.bKejuaraan tersebut berlangsung pada 17-20 September 2026.

Dari 12 atlet yang diterjunkan, IBCA MMA Trenggalek meraih dua medali emas, satu medali perak, enam medali perunggu, serta satu medali perak dari kelas pemula.

Keikutsertaan dalam Kejurprov tersebut menjadi bagian dari persiapan IBCA MMA Trenggalek menghadapi POPDA dan Porprov mendatang.
Kejurprov IBCA MMA Jawa Timur Sirkuit 3 juga menjadi agenda Kejurprov terakhir pada 2026.

Sepanjang tahun ini, IBCA MMA Trenggalek telah mengikuti sekitar empat kali Kejurprov.

Berikut atlet yang mendapatkan juara

  1. MEDALI EMAS

RAFLI ARAFAT RADITYA PRATAMA
Kategori : Junior, MMA  Kelas : -61,2 kg Putra

GALUH AJENG SEKAR NASTITI
Kategori : Junior, Stand Fight
Kelas : -47,7 kg Putri

2. MEDALI PERAK

KHOLIFATUL MEGA SEPTIANINGTYAS
Kategori : Youth C, MMA
Kelas : -37 kg Putri

3. MEDALI PERUNGGU

FARIZ AZKA DANENDRA
Kategori : Youth B, MMA
Kelas : -52 kg Putra

VALENCIA OKTA CINTA FUANDRI
Kategori : Youth A, MMA
Kelas : -47,7 kg Putri

DHANA KUSUMA JAVAPINDO
Kategori : Youth A, MMA
Kelas : -56,7 kg Putra

AURA SIFA SETIA NINGRUM
Kategori : Youth A, MMA
Kelas : -47,7 kg Putri

MUHAMAD ERSA KHADAFI
Kategori : Junior, MMA
Kelas : -65,8 kg Putra

TAHTA CHARENDRA SEPTYA RAMADHINA
Kategori : Junior, Stand Fight
Kelas : -70,3 kg Putri

4. MEDALI PERAK PEMULA ( BEGINER )

EZZAR EDRIAN FERDIANSYAH
Kategori : Senior, Stand Fight
Kelas : -52,2 kg Putra

Total : 2 medali emas, 1 medali perak, 6 medali perunggu, dan 1 medali perak pemula ( beginer )