PERISTIWA

Diduga Akibat Pembakaran Sampah, Ruang Kelas SDN 1 Jatiprahu Trenggalek Terbakar

×

Diduga Akibat Pembakaran Sampah, Ruang Kelas SDN 1 Jatiprahu Trenggalek Terbakar

Sebarkan artikel ini
Trenggalek
Petugas Damkar Trenggalek saat berusaha memadamkan api di ruang kelas SD Negeri 1 Jatiprahu
Inti Berita:
• Ruang kelas SDN 1 Jatiprahu, Kecamatan Karangan, Trenggalek, terbakar pada Sabtu (5/9/2026) sore.
​• Kebakaran diduga akibat kelalaian petugas sekolah saat membakar sampah yang apinya merambat melalui pelepah pisang kering yang tertiup angin.
​• Tujuh personel Damkar Trenggalek dengan satu unit mobil pemadam dikerahkan hingga api berhasil dipadamkan total pada pukul 18.50 WIB.

SUARA TRENGGALEK – Ruang kelas SDN 1 Jatiprahu, Kecamatan Karangan, Kabupaten Trenggalek, terbakar pada Sabtu (5/9/2026) sore.

Kebakaran diduga dipicu api pembakaran sampah yang merambat ke bangunan sekolah.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Non Kebakaran Damkar Trenggalek, Ahmad Samsuri, mengatakan api diduga merambat melalui pelepah pisang kering yang tertiup angin hingga mengenai bangunan sekolah.

“Diduga api kemudian merambat melalui pelepah pisang yang kering dan tertiup angin hingga mengenai bangunan sekolah, sehingga mengakibatkan terjadinya kebakaran,” kata Ahmad Samsuri.

Berdasarkan laporan Damkar Trenggalek, pembakaran sampah dilakukan sekitar pukul 16.00 WIB oleh Febri, pesuruh SDN 1 Jatiprahu, di belakang sekolah.

Pembakaran sampah tersebut tidak dipantau hingga api benar-benar padam. Api kemudian diduga merambat melalui pelepah pisang kering yang tertiup angin hingga mencapai bangunan sekolah.

Sekitar pukul 17.30 WIB, Mairan (58), warga RT 13/RW 05 Desa Jatiprahu, melihat asap dan api dari area sekolah sepulang dari sawah.

Warga sekitar kemudian berupaya memadamkan api secara gotong royong menggunakan selang air yang tersedia. Mereka juga menghubungi layanan pemadam kebakaran.

Damkar Trenggalek menerima laporan kebakaran pada pukul 17.54 WIB. Personel kemudian berangkat pada pukul 17.59 WIB dan tiba di lokasi sekitar pukul 18.05 WIB.

Sebanyak tujuh personel Damkar Trenggalek dikerahkan untuk melakukan pemadaman menggunakan satu unit mobil pompa pemadam kebakaran AG 8249 YP.

“Petugas Mako tiba di lokasi dan langsung menggelar selang serta melakukan pemadaman,” ujar Ahmad.

Proses pemadaman dilanjutkan dengan pembasahan hingga selesai pada pukul 18.50 WIB. Dalam penanganan tersebut, petugas menggunakan sekitar 4.000 liter air.

Ruang kelas yang terbakar berukuran sekitar 5 x 3 meter. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Damkar Trenggalek memperkirakan kerugian material akibat kebakaran mencapai sekitar Rp10 juta. Sementara aset berupa gedung sekolah senilai lebih dari Rp120 juta berhasil diselamatkan.

Damkar Trenggalek menyebut kelalaian dalam pembakaran sampah sebagai dugaan penyebab kebakaran.