Inti Berita:
• Turnamen catur pelajar dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Trenggalek diikuti sekitar 250 peserta dari jenjang SD hingga SMA.
• Pertandingan berlangsung satu hari dengan tujuh babak dan terbagi dalam enam kategori, yakni SD putra-putri, SMP putra-putri, serta SMA putra-putri.
SUARA TRENGGALEK – Sekitar 250 pelajar mengikuti turnamen catur yang digelar Pemkab Trenggalek melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) berkolaborasi dengan Percasi Kabupaten Trenggalek dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Turnamen tersebut diikuti pelajar mulai jenjang SD hingga SMA. Dalam turnamen tersebut peserta terbagi dalam enam kategori, yakni SD putra-putri, SMP putra-putri, serta SMA putra-putri.
Ketua Percasi Kabupaten Trenggalek, Muhamad Ervan Hamami, mengatakan turnamen catur tersebut rutin digelar setiap tahun untuk memperingati HUT Kemerdekaan RI.
“Ini turnamen rutin setiap tahun, Mas. Jadi, memperingati HUT RI. Kebetulan ini kan HUT ke-81 RI,” kata Ervan.
Menurutnya, animo pelajar terhadap olahraga catur terus menunjukkan antusiasme tinggi. Bahkan, pelaksanaan tahun ini menjadi salah satu yang paling banyak pesertanya.
“Turnamen seperti ini pesertanya selalu membludak. Jadi, animo pelajar kita ini terhadap catur dari tahun ke tahun itu luar biasa. Dan tahun ini itu termasuk yang paling sukses, paling banyak,” ujarnya.
Diikuti 250 Pelajar
Ervan menyebut jumlah peserta dalam turnamen tersebut mencapai sekitar 250 pelajar.
“Sekitar 250 peserta,” ungkapnya.
Peserta berasal dari jenjang SD hingga SMA dan seluruhnya merupakan pelajar. Mereka bertanding dalam enam kategori berdasarkan jenjang pendidikan dan jenis kelamin.
“Dari jenjang SD sampai SMA. Hanya pelajar saja. Ada enam kategori,” jelas Ervan.
Kategori tersebut terdiri dari SD putra dan putri, SMP putra dan putri, serta SMA putra dan putri.
Turnamen catur tersebut digelar selama satu hari.
Dalam pelaksanaannya, peserta harus mengikuti tujuh babak hingga pertandingan berakhir pada sore hari.
“Hanya satu hari, Mas, kalau catur. Jadi, sampai sore. Karena ini satu hari itu kan tujuh babak,” katanya.
Hadiah Berupa Piala dan Piagam
Untuk para pemenang, panitia menyiapkan hadiah yang bersumber dari Dispora Kabupaten Trenggalek.
“Hadiahnya itu dari Dispora, Mas. Jadi, hadiahnya itu piala, piagam, ya, seperti itulah,” terang Ervan.
Ia menjelaskan, turnamen tersebut tidak membedakan peserta berdasarkan status sebagai pemain amatir maupun kategori lainnya.
Dalam olahraga catur, pengelompokan peserta lebih mengacu pada usia atau kelompok umur.
“Tidak, Mas. Biasanya kelompok umur. Jadi, kelompok umur saja,” ujarnya.
Menurut Ervan, pengelompokan berdasarkan usia juga umum diterapkan dalam pertandingan catur, termasuk di tingkat provinsi.
“Di provinsi itu juga misalnya usia 7 tahun, usia 9 tahun, gitu, Mas. Kelompok umur. Kalau ini, ini tingkatnya SD. SD putra-putri, SMP putra-putri, gitu,” jelasnya.
Dengan demikian, peserta tetap berada dalam kelompok kategori yang sama berdasarkan jenjang atau kelompok usia yang ditentukan, tanpa adanya perbedaan khusus karena pernah menjadi juara.











