Inti Berita:
• Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Trenggalek menggelar TGX Sport Festival dan jalan sehat dalam rangka puncak peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) pada Minggu (4/10/2026).
• Kegiatan dipusatkan di GOR Gajah Putih Trenggalek dengan menempuh rute jalan sehat sepanjang kurang lebih 3 kilometer.
• Panitia mencetak 12.000 kupon gratis bagi masyarakat, di mana 11.000 kupon telah terdistribusi per Jumat (2/10/2026).
SUARA TRENGGALEK – GOR Gajah Putih Trenggalek, Jawa Timur, bakal dipadati masyarakat dan berbagai komunitas pada Minggu pagi (4/10/2026).
Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Trenggalek menggelar jalan sehat sekaligus festival komunitas olahraga bertajuk TGX Sport Festival sebagai puncak peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas).
Plt Kepala Dispora Trenggalek, Arief Setiawan, mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum untuk menyatukan berbagai unsur di Kabupaten Trenggalek melalui kolaborasi di bidang olahraga dan kepemudaan.
Menurutnya, Dispora tidak hanya menjadi pengampu cabang olahraga, tetapi juga memiliki peran dalam pembinaan komunitas dan kepemudaan di Kabupaten Trenggalek.
“Pada intinya kita itu Dispora ingin menyatukan semua unsur yang ada di Kabupaten Trenggalek melalui Dinas Pemuda dan Olahraga,” terang Arief Setiawan, Jum’at (2/10/2026).
Kegiatan tersebut melibatkan berbagai pihak, mulai dari pelaku usaha, perbankan, badan usaha milik daerah (BUMD), hingga komunitas.
Sejumlah komunitas seperti Pramuka dan komunitas lainnya juga akan turut ambil bagian.
“Pada intinya kami mengadakan acara ini sekaligus puncak Haornas. Kita ingin menyatukan berbagai elemen itu dalam sebuah wadah yang menandai bahwa kita di Trenggalek bisa berkolaborasi dengan baik,” ujarnya.
Keterlibatan juga datang dari berbagai organisasi olahraga. KONI, KORMI, dan NPCI disebut akan ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
“Insyaallah ikut semua. Dari KONI, KORMI, NPCI itu ikut semuanya,” imbuhnya.
Jalan sehat tersebut akan menempuh rute sekitar 3 kilometer dengan titik awal dan akhir di GOR Gajah Putih Trenggalek.
Peserta akan memulai perjalanan dari GOR menuju arah barat, kemudian bergerak ke utara menuju pertigaan Gedung NU.
Dari pertigaan tersebut, peserta melanjutkan perjalanan ke arah timur hingga kawasan gereja.
Selanjutnya, peserta bergerak ke arah selatan dan kembali menuju GOR Gajah Putih sebagai lokasi finis.
“Untuk rutenya itu sekitar 3 kilometer. Start-nya GOR, nanti kembali finish-nya di GOR,” paparnya.
Untuk mengakomodasi masyarakat yang mengikuti kegiatan tersebut, Dispora Trenggalek telah mencetak sekitar 12.000 kupon gratis.
Hingga Jumat (2/10/2026), sekitar 11.000 kupon telah didistribusikan kepada masyarakat.
“Kupon gratis yang kita cetak itu sekitar 12.000. Insyaallah hari ini sudah terdistribusi sekitar 11.000-an. Mungkin besok sudah clear semuanya,” ungkapnya.
Bagi masyarakat yang belum memperoleh kupon, panitia akan menyediakan kupon di GOR Gajah Putih.
Namun, Arief mengimbau masyarakat yang telah mendapatkan kupon agar tidak mengambil kupon tambahan.
“Kalau bagi teman-teman yang belum mendapatkan kupon, nanti di GOR akan disediakan. Bagi yang belum. Kalau yang sudah, kami harap tidak mengambil,” ujarnya.
Selain jalan sehat, kegiatan tersebut juga akan dimeriahkan dengan berbagai doorprize.
Arief menegaskan hadiah yang disiapkan bukan bersumber dari APBD Kabupaten Trenggalek.
Doorprize merupakan hasil kolaborasi dengan berbagai pihak yang turut mendukung pelaksanaan kegiatan.
“Sifatnya kita kolaboratif. Ada beberapa teman yang saling mensupport acara ini sehingga ada beberapa, mungkin ada kambing, ada doorprize yang lain juga banyak,” ulasnya.
Arief berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai seremoni peringatan Haornas.
Menurutnya, kegiatan itu diharapkan menjadi penanda bahwa kemajuan olahraga dan pembinaan kepemudaan di Trenggalek membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.
Ia menilai pemerintah daerah maupun Dispora tidak dapat bergerak sendiri untuk meningkatkan prestasi olahraga dan pembinaan atlet.
“Ke depan kolaborasi ini menandai bahwa kita itu tidak bisa bergerak sendiri. Kita bisa memajukan kalau dari kami itu prestasi olahraga harus kita bersama-sama, bergandengan tangan,” tuturnya.
Ia menambahkan, peningkatan prestasi olahraga dan pembinaan kepemudaan membutuhkan dukungan seluruh pemangku kepentingan di Kabupaten Trenggalek.
“Sehingga bukan hanya Dinas Pemuda dan Olahraga, tidak hanya Pemerintah Kabupaten Trenggalek secara globalnya, tapi semua stakeholder yang ada di Trenggalek.”
“Ketika kita ingin prestasi olahraga kita naik, ketika kita ingin atlet-atlet kita bisa berjaya, itu juga kolaborasi,” akuinya.
Arief berharap pembinaan kepemudaan dapat berjalan dengan baik melalui fungsi kolaboratif seluruh dinas dan stakeholder di Kabupaten Trenggalek.
“Sehingga kita bisa sama-sama bergandengan tangan,” tutupnya.











