WISATA

Pengelola Pantai Mutiara Trenggalek Klarifikasi Aturan Camping, Tenda Wajib Dibongkar Pukul 07.00 WIB Saat Akhir Pekan

×

Pengelola Pantai Mutiara Trenggalek Klarifikasi Aturan Camping, Tenda Wajib Dibongkar Pukul 07.00 WIB Saat Akhir Pekan

Sebarkan artikel ini
Trenggalek
Situasi rapat kerja Komisi I DPRD Trenggalek bersama OPD mitra.
Inti Berita:
• Pengelola Pantai Mutiara Trenggalek menegaskan aturan pembongkaran tenda pukul 07.00 WIB pada akhir pekan dan hari libur telah lama diberlakukan karena keterbatasan area pantai.
• Pengunjung yang ingin berkemah tanpa batas waktu diarahkan ke kawasan Pantai Mutiara 2, sementara pengelola menilai polemik yang viral di media sosial dipicu oleh kesalahpahaman komunikasi antara petugas dan pengunjung.

SUARA TRENGGALEK – Pengelola Pantai Mutiara Trenggalek memberikan klarifikasi terkait video viral wisatawan yang mengeluhkan diminta membongkar tenda saat berkemah.

Pengelola menegaskan aturan pembongkaran tenda pada pukul 07.00 WIB telah lama diterapkan, khususnya pada malam Sabtu, malam Minggu, dan hari libur.

Humas dan Pengembangan SDM Pokdarwis Pantai Mutiara Trenggalek, Marsum, mengatakan pembatasan waktu tersebut diberlakukan karena area Pantai Mutiara relatif sempit dan harus mengakomodasi pengunjung yang datang pada pagi hari.

“Memang ngecamp itu kita membatasi durasi waktu. Artinya kalau malam Sabtu, malam Minggu atau malam hari libur itu jam 07.00 pagi mestinya dibongkar karena lokasi kita kan sempit, nanti pengunjung kan banyak,” ujar

Marsum saat dikonfirmasi, Sabtu (25/7/2026).
Menurutnya, pengunjung yang ingin berkemah tanpa dibatasi waktu dapat memanfaatkan kawasan Pantai Mutiara 2 yang berada beberapa ratus meter di sebelah selatan Pantai Mutiara.

“Kalau ingin enggak terganggu pembongkaran itu ada sendiri di Mutiara 2. Di situ ada kawasan perkemahan dan tidak dibatasi waktu,” katanya.

Pengunjung Diklaim Sudah Diberi Penjelasan

Marsum menjelaskan petugas memiliki prosedur untuk memberikan informasi kepada setiap pengunjung yang akan mendirikan tenda, termasuk mengenai batas waktu pembongkaran.

“Petugas keliling memberi tahu, sudah bayar tiket apa belum, sekaligus dikasih tahu bahwa besok jam 07.00 harus dibongkar dengan alasan seperti itu. SOP-nya memang seperti itu untuk mendirikan tenda di pantai,” tegasnya.

Ia menambahkan kapasitas area camping di Pantai Mutiara juga sangat terbatas karena luas kawasan pantai yang tidak besar.

“Kalau kuotanya di tempat perkemahan ini terbatas juga, sekitar tujuh sampai delapan unit tenda,” ujarnya.

Untuk tarif, pengunjung yang membawa tenda sendiri dikenakan biaya masuk sebesar Rp20 ribu, sedangkan penyewaan tenda melalui pengelola dipatok Rp100 ribu per unit.

Kesalahpahaman Diduga Terjadi Karena Pengunjung Datang Malam Hari

Marsum mengakui masih ada kemungkinan petugas tidak sempat bertemu langsung dengan seluruh pengunjung yang datang untuk berkemah, terutama mereka yang tiba pada malam hari.

Akibatnya, sebagian pengunjung baru mengetahui aturan pembongkaran saat dibangunkan pada pagi hari sehingga memunculkan kesalahpahaman.

“Sehingga kita tidak bisa memberi informasi. Datang pasang malam, akhirnya paginya disuruh bongkar. Itu yang terjadi kesalahpahaman,” katanya.

Ia berharap informasi mengenai aturan camping di Pantai Mutiara dapat diketahui masyarakat agar tidak kembali menimbulkan polemik maupun kesalahpahaman.

Video Keluhan Sempat Viral

Sebelumnya, video yang diunggah akun TikTok @iman_bukanimam menjadi perbincangan di media sosial. Dalam video berdurasi 53 detik tersebut, pengunjung mengaku kecewa karena diminta membereskan tenda sekitar pukul 08.00 WIB saat masih ingin menikmati suasana pantai.

Unggahan itu memicu beragam tanggapan dari warganet, sebelum akhirnya pihak pengelola memberikan penjelasan mengenai aturan camping yang berlaku di Pantai Mutiara.