Inti Berita:
• Wakil Bupati Trenggalek mengingatkan anak-anak agar tidak mencurahkan masalah melalui media sosial karena berpotensi dimanfaatkan pihak yang tidak bertanggung jawab.
• Ia juga mengajak anak untuk tetap dekat dengan orang tua serta meminta para orang tua meluangkan waktu sedikitnya 30 menit setiap hari bersama anak.
• Pada kesempatan yang sama, Syah meresmikan tempat bermain ramah anak dan penyandang disabilitas sebagai model yang diharapkan dapat diterapkan di berbagai wilayah Trenggalek.
SUARA TRENGGALEK – Wakil Bupati Trenggalek Syah Mohamad Natanegara mengingatkan anak-anak agar tidak sembarangan memilih tempat untuk mencurahkan masalah, terutama melalui media sosial.
Pesan tersebut disampaikan saat menghadiri peringatan Hari Anak Sedunia bertajuk edukasi pencegahan kekerasan terhadap anak di Pendopo Manggala Praja Nugraha, Rabu (8/7/2026).
Dalam forum yang dihadiri anak-anak tersebut, Syah menilai media sosial dapat menjadi celah bagi orang yang tidak bertanggung jawab untuk memanfaatkan kondisi psikologis anak.
“Tanpa disadari mereka, banyak orang yang tidak bertanggung jawab bisa mengintai mereka melalui curhatan-curhatan itu,” ujarnya.
Menurutnya, pelaku dapat berpura-pura menunjukkan empati atau memberikan pujian untuk mendapatkan kepercayaan anak yang sedang menghadapi persoalan.
Karena itu, ia mengingatkan peserta forum agar lebih berhati-hati dalam memilih tempat untuk berbagi cerita maupun mencari solusi atas masalah yang dihadapi.
Minta Anak Tetap Dekat dengan Orang Tua
Selain mengingatkan bahaya curhat di media sosial, Syah juga mengajak anak-anak untuk tetap menjalin kedekatan dengan orang tua.
“Jangan jauh-jauh dari orang tua,” tegas mantan anggota DPRD Trenggalek itu.
Ia mengatakan, anak kerap melupakan besarnya kasih sayang dan pengorbanan orang tua hanya karena persoalan kecil. Padahal, menurutnya, ketulusan orang tua dalam membesarkan dan merawat anak tidak dapat dihitung.
Orang Tua Diajak Sisihkan Waktu Bersama Anak
Tak hanya menyampaikan pesan kepada anak-anak, Wakil Bupati juga mengajak para orang tua untuk meluangkan waktu sedikitnya 30 menit setiap hari bersama anak.
Menurutnya, penggunaan gawai menjadi salah satu penyebab renggangnya komunikasi antara orang tua dan anak.
“Fenomena hari ini banyak antara orang tua dan anak itu dipisahkan oleh gadget. Sehingga saya berharap anak-anak ini bisa mendekatkan diri dengan orang tua dan orang tua juga mau mendekati anaknya. Bukan urusan anak diserahkan kepada gadget dan sebagainya,” katanya.
Syah berharap anak-anak Trenggalek tumbuh menjadi generasi yang bahagia, berprestasi, serta memiliki kebanggaan terhadap daerahnya.
“Harapannya mereka bisa berprestasi dan bisa membawa nama baik Kabupaten Trenggalek, karena merekalah nanti yang akan meneruskan kepemimpinan pembangunan yang ada di Kabupaten Trenggalek,” tutupnya.
Resmikan Tempat Bermain Ramah Anak dan Disabilitas
Dalam kesempatan tersebut, Syah Mohamad Natanegara juga meresmikan tempat bermain yang dirancang ramah anak sekaligus ramah bagi penyandang disabilitas.
Ia berharap fasilitas tersebut dapat menjadi percontohan yang nantinya dapat diterapkan di lokasi lain di Kabupaten Trenggalek.











