OLAHRAGA

Jaring Bibit Atlet Menuju Porprov Jatim 2027, Kejuaraan Bulutangkis Trenggalek Sukses Digelar

×

Jaring Bibit Atlet Menuju Porprov Jatim 2027, Kejuaraan Bulutangkis Trenggalek Sukses Digelar

Sebarkan artikel ini
Trenggalek
Wabup Trenggalek saat memberikan piagam kepada pemenang kejuaraan bulutangkis Trenggalek.
Inti Berita:
• Kejuaraan Bulutangkis Kabupaten Trenggalek 2026 resmi ditutup Wakil Bupati Syah Mohamad Natanegara setelah berlangsung selama tiga hari di GOR Nurul Fikri, Gandusari.
• Ajang yang diikuti 198 atlet dari 14 klub ini menjadi bagian dari pembinaan atlet muda sekaligus persiapan menghadapi Kejurprov dan Porprov Jawa Timur 2027.
• Wabup, KONI, dan PBSI berharap kejuaraan rutin tersebut mampu melahirkan atlet-atlet yang mengharumkan nama Trenggalek di tingkat provinsi.

SUARA TRENGGALEK – Wakil Bupati Trenggalek Syah Mohamad Natanegara menutup Kejuaraan Bulutangkis Kabupaten (Kejurkab) Trenggalek 2026 yang berlangsung di GOR Nurul Fikri, Kecamatan Gandusari, Selasa (7/7/2026).

Turnamen selama tiga hari itu menjadi ajang pembinaan atlet sekaligus persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027.

Kejuaraan yang digelar sejak 5 hingga 7 Juli 2026 tersebut diikuti 198 atlet dari 14 klub pembinaan. Para peserta bertanding dalam 22 kelompok umur dan kategori untuk memperebutkan juara pertama, kedua, dan ketiga.

Wakil Bupati Trenggalek Syah Mohamad Natanegara mengapresiasi penyelenggaraan kejuaraan yang tetap terlaksana meski di tengah keterbatasan anggaran daerah.

“Kami sangat mengapresiasi turnamen ini, karena di tengah keterbatasan fiskal salah satu cabor yang cukup banyak menciptakan atlet ini masih bisa membuat kegiatan seperti ini,” ujar Syah.

Ia berharap kejuaraan tersebut mampu memberikan dampak positif bagi perkembangan olahraga bulutangkis di Trenggalek sekaligus melahirkan atlet-atlet berprestasi.

“Semoga ke depan bisa membawa manfaat yang lebih besar untuk Kabupaten Trenggalek. Kemudian menghasilkan bibit-bibit atlet yang bisa mengharumkan nama Trenggalek juga,” tandasnya.

KONI Apresiasi Pembinaan Semua Kelompok Umur

Apresiasi serupa disampaikan Wakil Ketua Umum KONI Trenggalek, Adit Suparno.

Menurutnya, Kejurkab Bulutangkis 2026 menunjukkan perkembangan positif karena mempertandingkan atlet mulai usia dini hingga kelompok usia 17 tahun.

“KONI merasa terima kasih dan merasa bangga terkait Kejurkab tahun 2026 yang dilaksanakan Pengkab PBSI Trenggalek. Ada kemajuan, di antaranya di semua usia, mulai usia dini hingga usia 17 tahun dimainkan semua,” ujarnya.

Meski digelar dalam keterbatasan anggaran, Adit menilai pembinaan bulutangkis di Trenggalek terus menunjukkan perkembangan.

“Perkembangannya luar biasa meskipun dengan keterbatasan anggaran yang ada. Harapan KONI pada dasarnya dalam Porprov 2027 nanti, Trenggalek bisa bicara. Minimal kalau bisa masuk empat besar meskipun itu sulit karena di bulutangkis itu harus mengalahkan yang di atas kita,” katanya.

PBSI Siapkan Atlet Hadapi Kejurprov dan Porprov

Ketua Pengurus Kabupaten Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Trenggalek, Rahmanu Arik Bhahtiyar, menegaskan kejuaraan tersebut menjadi bagian dari persiapan menghadapi Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) dan Porprov Jawa Timur 2027.

“Motivasinya menggelar kejuaraan ini, Trenggalek butuh nama di gelaran Porprov Jatim 2027. Jadi ini kita persiapkan untuk menyambut Kejurprov dan kita persiapkan atlet-atlet kita,” katanya.

Arik mengatakan pihaknya tetap menggelar kejuaraan setiap tahun meski memiliki keterbatasan anggaran. Menurutnya, tingginya minat masyarakat terhadap bulutangkis menjadi alasan utama kegiatan pembinaan terus dilakukan.

“Yang memotivasi kita, karena keterbatasan dana kita masih menggelar kejuaraan ini, karena di Trenggalek banyak peminat badminton mulai anak dini sampai dengan usia remaja. Karena inilah kita tetap mengadakan setiap tahun, Alhamdulillah banyak teman yang suka dan support kegiatan ini,” ujarnya.

Ia menambahkan, seluruh 22 kelompok umur sengaja dipertandingkan karena pembinaan atlet tidak dapat dilakukan secara instan. Semakin banyak kesempatan bertanding, semakin besar pengalaman yang dimiliki atlet untuk meningkatkan prestasi.