PENDIDIKAN

Nilai TKA Jadi Bahan Evaluasi, Dinas Pendidikan Trenggalek Bakal Tingkatkan Kompetensi Guru Mapel

×

Nilai TKA Jadi Bahan Evaluasi, Dinas Pendidikan Trenggalek Bakal Tingkatkan Kompetensi Guru Mapel

Sebarkan artikel ini
Trenggalek
Guru saat melaksanakan kegiatan belajar mengajar bersama siswa di ruang kelas.
Inti Berita:
• Hasil TKA 2026 menunjukkan capaian pendidikan Trenggalek berada di atas rata-rata nasional.
• Nilai Bahasa Indonesia SMP Trenggalek mencapai 65,52, lebih tinggi dari provinsi dan nasional.
• Nilai Matematika SMP mencapai 42,14, sedikit di bawah provinsi tetapi masih di atas nasional.

SUARA TRENGGALEK – Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) tahun pertama menunjukkan capaian yang cukup membanggakan bagi dunia pendidikan di Kabupaten Trenggalek.

Mayoritas nilai rata-rata siswa SD dan SMP di Trenggalek tercatat berada di atas rata-rata Provinsi Jawa Timur maupun nasional.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Trenggalek, Agus Dwi Karyanto mengatakan capaian tersebut menjadi indikator positif kualitas pendidikan di daerah sekaligus bahan evaluasi untuk meningkatkan mutu pembelajaran pada tahun-tahun berikutnya.

Menurut Agus, hasil TKA tidak hanya menjadi alat ukur kemampuan akademik siswa, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai salah satu indikator kualitas satuan pendidikan.

“Sebenarnya hasil TKA itu bisa dimanfaatkan oleh satuan pendidikan. Artinya hasil TKA dapat menggambarkan kualitas atau mutu satuan pendidikan tersebut. Ini juga bisa menjadi promosi bahwa sekolah mampu melahirkan anak-anak yang berkualitas dengan nilai yang baik,” ujarnya.

Nilai Bahasa Indonesia SMP Lampaui Rata-rata

Berdasarkan hasil TKA 2026, nilai rata-rata Bahasa Indonesia tingkat SMP di Trenggalek mencapai 65,52. Angka ini lebih tinggi dibanding rata-rata Provinsi Jawa Timur yang berada di angka 65,36 dan rata-rata nasional sebesar 62,05.

Sementara untuk mata pelajaran Matematika tingkat SMP, nilai rata-rata Trenggalek tercatat 42,14. Angka tersebut sedikit di bawah rata-rata Provinsi Jawa Timur yang mencapai 42,26, namun masih lebih tinggi dibanding rata-rata nasional sebesar 40,93.

“Untuk matematika SMP memang sedikit di bawah rata-rata provinsi, tetapi selisihnya sangat tipis. Secara nasional kita masih unggul,” jelas Agus.

Siswa SD Unggul di Semua Mata Pelajaran

Capaian lebih tinggi justru ditunjukkan siswa tingkat SD. Untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia, rata-rata nilai siswa SD Trenggalek mencapai 64,87, melampaui rata-rata Jawa Timur sebesar 63,54 dan nasional sebesar 60,35.

Sedangkan pada mata pelajaran Matematika, nilai rata-rata siswa SD Trenggalek mencapai 49,06, lebih tinggi dibanding rata-rata Provinsi Jawa Timur yang berada di angka 47,62 maupun nasional sebesar 43,61.

“Artinya untuk tingkat SD, baik Bahasa Indonesia maupun Matematika, rata-rata Trenggalek berada di atas provinsi dan nasional,” katanya.

Dindik Siapkan Peningkatan Kompetensi Guru

Agus mengaku capaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi seluruh insan pendidikan di Trenggalek.

Namun demikian, Dinas Pendidikan tidak ingin berpuas diri dan akan menjadikan hasil TKA sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah meningkatkan kompetensi guru mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika, serta guru yang mengajar di kelas 5 dan kelas 6 SD.

“Langkah yang akan kami lakukan antara lain peningkatan kompetensi guru mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika, termasuk guru yang mengajar di kelas 5 dan kelas 6 SD,” ungkapnya.

Menurut Agus, persiapan yang lebih matang diperlukan agar capaian TKA tahun depan dapat meningkat lebih baik lagi.

“Mudah-mudahan tahun depan kita bisa meningkatkan capaian yang sudah diperoleh saat ini,” imbuhnya.

Hampir Seluruh Sekolah Ikut TKA

Dinas Pendidikan mencatat hampir seluruh sekolah di Kabupaten Trenggalek mengikuti pelaksanaan TKA 2026.

Untuk jenjang SMP, dari total 83 sekolah yang terdiri dari 50 SMP negeri dan 33 SMP swasta, sebanyak 82 sekolah mengikuti TKA.

Hanya SMP Negeri 2 Suruh Satu Atap yang tidak mengikuti karena belum memiliki siswa kelas IX.

Sementara pada jenjang SD, dari total 438 sekolah yang terdiri dari 417 SD negeri dan 21 SD swasta, sebanyak 436 sekolah mengikuti TKA.

Dua sekolah yang tidak mengikuti adalah SDN 3 Wonoanti dan SD Tahfidz Al-Wildan Watulimo karena tidak memiliki peserta didik kelas VI.