Inti Berita:
• DPRD Trenggalek berharap penyertaan modal mampu meningkatkan kontribusi Bank Trenggalek terhadap PAD.
• Bank Trenggalek juga diharapkan memperluas akses kredit bagi pelaku UMKM.
• Pemkab Trenggalek didorong menjadi “bapak asuh” Bank Trenggalek dengan memprioritaskan transaksi keuangan daerah melalui bank tersebut.
SUARA TRENGGALEK – DPRD Trenggalek optimistis penguatan modal dan transformasi kelembagaan Bank Trenggalek akan memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro.
Hal itu dikarenakan upaya Pansus dalam mendukung permodalan kepada BUMD berhasil dengan terbukti DPRD dan Pemkab Trenggalek telah menyetujui rencana penyertaan modal kepada Bank Trenggalek sebesar Rp 10 miliar.
BUMD dengan penyumbang PAD terbesar itu bakal mendapat anggaran penyertaan modal yang akan dicairkan dalam dua tahap, masing-masing Rp 5 miliar pada tahun 2027 dan Rp 5 miliar pada tahun 2028.
Ketua Pansus II DPRD Trenggalek, Mugianto mengatakan pihaknya telah menyelesaikan pembahasan terkait penyertaan modal untuk Bank Trenggalek yang sebelumnya bernama BPR Jwalita.
Selain itu, perubahan nomenklatur dari Bank Perkreditan Rakyat (BPR) menjadi Bank Perekonomian Rakyat (BPR) juga diikuti dengan penguatan identitas melalui branding baru sebagai Bank Trenggalek.
“Besar harapan kami, penyertaan modal ini membuat Bank Trenggalek betul-betul mampu mendongkrak pendapatan asli daerah. Itu tujuan utamanya,” ujar Mugianto, Rabu (10/6/2026).
Permudah Akses Kredit UMKM
Selain berorientasi pada peningkatan PAD, penyertaan modal juga diharapkan memperkuat kemampuan Bank Trenggalek dalam mendukung sektor usaha mikro di daerah.
Menurut Mugianto, keberadaan bank milik daerah harus mampu mempermudah masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil dan mikro, dalam mengakses fasilitas kredit yang dibutuhkan untuk mengembangkan usaha.
“Dengan adanya suntikan penyertaan modal ini, kami berharap Bank Trenggalek bisa membantu usaha-usaha mikro di Trenggalek dan mempermudah debitur dalam mengakses kredit,” katanya.
Pemkab Jadi “Bapak Asuh” Bank Trenggalek
Mugianto juga mendorong agar Pemerintah Kabupaten Trenggalek dapat memberikan dukungan lebih besar terhadap bank daerah tersebut.
Menurutnya, berbagai aktivitas dan transaksi keuangan pemerintah daerah dapat diprioritaskan melalui Bank Trenggalek sehingga manfaat ekonominya kembali kepada daerah.
“Pemerintah Kabupaten Trenggalek harus menjadi bapak asuh Bank Trenggalek. Kegiatan-kegiatan di dinas bisa dipercayakan kepada Bank Trenggalek daripada bank lain, sehingga manfaatnya kembali menjadi PAD bagi daerah,” tegasnya.
Mayoritas Saham Dimiliki Pemkab
Terkait struktur kepemilikan, Mugianto menjelaskan mayoritas saham Bank Trenggalek saat ini masih dimiliki Pemerintah Kabupaten Trenggalek.
“Mayoritas kepemilikan saham Bank Trenggalek adalah Pemerintah Kabupaten Trenggalek. Hanya sebagian kecil saja yang dimiliki pihak swasta,” ujarnya.
Ia menambahkan, apabila kinerja dan kesehatan bank terus menunjukkan tren positif serta mampu meningkatkan kontribusi terhadap PAD, tidak menutup kemungkinan pemerintah daerah kembali memberikan dukungan permodalan di masa mendatang.
Muncul Wacana Bank Syariah Trenggalek
Lebih jauh, Mugianto membuka peluang pengembangan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sektor keuangan di masa depan, termasuk pembentukan bank syariah daerah.
Menurutnya, sejumlah daerah telah memiliki lebih dari satu lembaga perbankan daerah, termasuk bank berbasis syariah.
“Kalau perkembangan Bank Trenggalek terus baik, tidak mustahil ke depan kita bisa mengembangkan sayap, misalnya membentuk Bank Syariah Trenggalek. Daerah lain seperti Sleman sudah memiliki bank daerah dan bank syariah daerah,” jelasnya.
Ia menilai pengembangan sektor perbankan daerah tidak hanya berpotensi meningkatkan PAD, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat Trenggalek.
Optimistis Kinerja Bank Trenggalek Terus Membaik
Melihat kondisi dan perkembangan yang ada saat ini, Mugianto mengaku optimistis Bank Trenggalek akan terus tumbuh dan menunjukkan kinerja yang semakin baik dari tahun ke tahun.
“Dengan perkembangan dan kesehatan Bank Trenggalek yang saat ini kita lihat, kami optimistis semakin hari dan semakin tahun kondisinya akan semakin baik,” pungkasnya.











