PENDIDIKAN

Sekolah Rakyat Trenggalek Gratiskan Seragam hingga Makan Siswa, Orang Tua Bisa Menjenguk Dua Pekan Sekali

×

Sekolah Rakyat Trenggalek Gratiskan Seragam hingga Makan Siswa, Orang Tua Bisa Menjenguk Dua Pekan Sekali

Sebarkan artikel ini
Trenggalek
Proses belajar mengajar siswa di sekolah rakyat terintegrasi 50 Trenggalek.
Inti Berita:
• Sekolah Rakyat Trenggalek menggratiskan seluruh kebutuhan siswa termasuk seragam, makan dan asrama.
• Orang tua hanya diperbolehkan menjenguk siswa satu kali dalam dua minggu.
• Penerimaan siswa diprioritaskan bagi keluarga miskin dan miskin ekstrem melalui sistem penjangkauan tertutup.

SUARA TRENGGALEK Sekolah Rakyat Terintegrasi 50 Trenggalek memastikan seluruh kebutuhan pendidikan siswa diberikan secara gratis, mulai dari seragam, buku, hingga kebutuhan makan selama tinggal di asrama.

Selama tinggal di asrama, orang tua bisa menjenguk putra-putrinya dengan jadwal satu kali dalam dua minggu. Jadwal jenguk sendiri dilakukan saat akhir pekan.

Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 50 Trenggalek, Yogyantoro mengatakan seluruh kebutuhan perlengkapan siswa diajukan melalui Rencana Anggaran Biaya (RAB) kepada pihak terkait.

“Kalau untuk kebutuhan peserta didik baru seperti seragam, buku dan lain-lain langsung kita ajukan lewat RAB ke PPK, Biro Umum maupun Pusdiklat Pemprov sebagai provider sarana dan prasarana,” ujar Yogyantoro.

Ia menegaskan seluruh layanan di sekolah tersebut diberikan tanpa biaya kepada siswa. “Gratis semuanya,” tegasnya.

Tak hanya kebutuhan sekolah, para siswa juga mendapat fasilitas makan tiga kali sehari ditambah dua kali makanan ringan.

“Tiga kali sehari makan dan ditambah snack dua kali,” katanya.

Terkait kunjungan orang tua, pihak sekolah menerapkan aturan penjengukan satu kali dalam dua pekan dan dilakukan saat akhir pekan.

“Sejauh ini memang ada regulasi bahwa siswa dijenguk satu kali dalam dua minggu dan waktunya pada weekend atau Sabtu dan Minggu,” jelasnya.

Sementara untuk masa libur panjang, siswa diperbolehkan pulang sebanyak tiga kali dalam setahun, yakni saat libur semester ganjil, semester genap dan Idulfitri.

“Untuk kepulangan siswa ada tiga kali setahun yaitu libur semester genap, semester ganjil masing-masing dua minggu dan ditambah saat libur Idulfitri,” ucapnya.

Bahkan, sekolah mengaku siap membantu transportasi maupun uang saku siswa ketika pulang.

“Kami bahkan bisa menyediakan transportasi dan juga pemberian uang saku untuk siswa atau transportasi orang tua,” imbuhnya.

Yogi juga menjelaskan penerimaan peserta didik Sekolah Rakyat diprioritaskan bagi keluarga miskin dan miskin ekstrem.

“Persyaratan pertama berasal dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, kemudian bersedia mengikuti asesmen kesehatan, bersedia tinggal di asrama dan taat aturan, melampirkan surat tanggung jawab mutlak orang tua serta deskripsi profil calon peserta dan keluarga,” terangnya.

Menurutnya, penerimaan siswa baru menggunakan mekanisme penjangkauan tertutup dan tidak dibuka secara umum seperti Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) reguler.

“Untuk Sekolah Rakyat Terintegrasi 50 Trenggalek menggunakan acuan penjangkauan tertutup. Jadi kami tidak secara terbuka membuka SPMB,” katanya.

Data calon siswa diperoleh dari Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), khususnya masyarakat kategori desil 1 dan desil 2.

“Nanti supply datanya dari DTSEN yang masuk kategori desil 1 dan desil 2, kemudian dilakukan verifikasi lapangan oleh pendamping PKH, BPS daerah dan unsur pemerintah daerah,” jelasnya.

Selain jalur utama tersebut, sekolah juga membuka peluang melalui penanganan kasus khusus bagi anak yang dinilai layak namun belum masuk dalam data desil.

“Kalau ditemukan calon siswa yang layak bersekolah di sekolah rakyat maka bisa menggunakan penanganan kasus khusus dengan surat keterangan tidak mampu dari desa atau kelurahan,” ujarnya.

Ia menyebut mekanisme tersebut juga diperkuat melalui verifikasi lapangan oleh Dinas Sosial, Kementerian Sosial dan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH).

Yogi menambahkan, saat ini Sekolah Rakyat Trenggalek memiliki 75 siswa aktif yang seluruhnya telah memenuhi kuota tahun berjalan.

“Saat ini kita ada 75 siswa. Sudah full sesuai kuota baik jenjang SD dua rombel dan jenjang SMP satu rombel,” katanya.

Untuk tahun ajaran 2026/2027, sekolah menargetkan penambahan kuota hingga mencapai 345 siswa.

“Kita menyediakan kuota tiga rombel jenjang SD, tiga rombel SMP dan tiga rombel SMA,” pungkasnya.