Inti Berita:
• Sebanyak 451 calon jemaah haji asal Trenggalek dijadwalkan berangkat pada 18 Mei 2026.
• Jamaah terbagi dalam empat kloter, yakni 105, 106, 109, dan 110.
• Mayoritas jamaah didominasi usia lanjut akibat masa tunggu haji yang panjang.
Jamaah tertua tahun ini berusia 90 tahun.
SUARA TRENGGALEK – Sebanyak 451 calon jemaah haji asal Kabupaten Trenggalek dijadwalkan berangkat menuju Asrama Haji pada 18 Mei 2026.
Para jamaah terbagi dalam empat kelompok terbang (kloter), yakni kloter 105, 106, 109, dan 110.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Trenggalek, Subkhan Hamzah mengatakan para jamaah akan mulai berkumpul di Pendopo Trenggalek sekitar pukul 01.00 WIB sebelum diberangkatkan ke Asrama Haji.
“Untuk Kabupaten Trenggalek kita berada di gelombang kedua, insyaallah berangkat tanggal 18 Mei nanti kira-kira jam 1 masuk pendopo, kemudian lanjut ke Asrama Haji dan masuk sekitar jam 07.30,” ujar Hamzah.
Hamzah menjelaskan total jamaah awal sebenarnya mencapai 457 orang. Namun satu calon jamaah meninggal dunia sehingga jumlah yang berangkat menjadi 456 orang, termasuk petugas pendamping. Sedangkan jamaah reguler tercatat sebanyak 451 orang.
“Karena kemarin ada yang meninggal satu, maka yang jelas tidak berangkat,” katanya.
Menurut Hamzah, mayoritas jamaah haji asal Trenggalek tahun ini didominasi usia lanjut. Kondisi tersebut dipengaruhi masa tunggu keberangkatan haji yang cukup panjang.
“Kalau lansia memang banyak karena masa tunggu sangat lama. Jadi yang dulu daftar masih muda, sekarang ketika berangkat usianya sudah di atas 65 tahun,” jelasnya.
Ia menyebut jamaah tertua pada musim haji tahun ini berusia 90 tahun.
Meski banyak jamaah lanjut usia, hingga kini Kemenag Trenggalek belum menerima laporan resmi terkait jamaah yang menunda keberangkatan karena alasan kesehatan.
“Selama ini semuanya masih akan melaksanakan keberangkatan, belum ada laporan resmi ada yang menunda karena sakit,” ungkap Hamzah.
Terkait kesehatan jamaah, pemantauan terus dilakukan terutama terhadap jamaah lanjut usia dan yang kondisi fisiknya mulai menurun.
Sementara itu, untuk cuaca di Tanah Suci, Hamzah menyebut informasi sementara menyebut suhu di Makkah diperkirakan tidak sepanas tahun lalu.
Meski demikian, jamaah tetap diminta waspada dan menjaga kondisi tubuh.
“Kita berharap memang lebih dingin dari tahun lalu, tapi tetap harus berhati-hati dan menjaga kesehatan,” ujarnya.
Jamaah juga diimbau membawa perlengkapan pendukung seperti air minum dan semprotan penyegar untuk mengantisipasi cuaca panas selama menjalankan ibadah haji.
Selain itu, proses distribusi koper jamaah juga mulai dilakukan secara bertahap. Sebagian jamaah sudah mengambil koper di Kantor Kemenag maupun di PLHUT Trenggalek.
Terkait isu keamanan penerbangan dan situasi internasional, Hamzah memastikan hingga saat ini belum ada informasi gangguan maupun perubahan jadwal keberangkatan jamaah haji.
“Sampai kemarin tidak ada informasi apa-apa, dipastikan aman,” pungkasnya.











