Inti Berita:
• Disperinaker Trenggalek mencatat sekitar 3.000 PMI asal Trenggalek bekerja di luar negeri.
• Setiap tahun ada sekitar 1.800 warga Trenggalek diberangkatkan menjadi PMI.
• Negara Taiwan dan Hongkong menjadi negara tujuan terbanyak.
SUARA TRENGGALEK – Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Trenggalek mencatat ribuan warga asal Trenggalek saat ini bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) di berbagai negara.
Para PMI atau tenaga kerja Indonesia (TKI) memilih Taiwan dan Hongkong sebagai negara tujuan, tercatat kedua negara tersebut menjadi negara tujuan terbanyak.
Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Disperinaker Trenggalek, Sarkun mengatakan, setiap tahun rata-rata terdapat sekitar 1.800 warga Trenggalek yang diberangkatkan untuk bekerja di luar negeri.
“Setiap tahun kami memberangkatkan hampir 2.000 orang, sekitar 1.800-an,” ujarnya.
Sementara berdasarkan data terakhir per April 2026, jumlah PMI asal Trenggalek yang tercatat dalam sistem mencapai sekitar 3.000 orang.
Menurut Sarkun, para PMI tersebut tersebar di berbagai negara. Namun, tujuan terbanyak masih didominasi Taiwan dan Hongkong.
“Yang paling banyak di Taiwan dan Hongkong,” jelasnya.
Selain dua negara tersebut, PMI asal Trenggalek juga bekerja di Jepang, Korea Selatan hingga sejumlah negara di kawasan Eropa.
Ia menjelaskan, jenis pekerjaan PMI terbagi menjadi sektor formal dan informal. Untuk sektor formal umumnya bekerja di perusahaan atau pabrik, sedangkan sektor informal banyak bekerja sebagai asisten rumah tangga.
“Kalau formal ya di perusahaan atau pabrik. Kalau nonformal kebanyakan sebagai asisten rumah tangga,” katanya.
Sarkun menambahkan, persebaran PMI asal Trenggalek kini hampir mencakup berbagai wilayah dunia, termasuk negara-negara Eropa.
“Ada juga di kawasan Eropa. Waktu ada perang kemarin kami sempat mencari informasi terkait kondisi mereka,” pungkasnya.











