Inti Berita:
• Dinas Peternakan Trenggalek memastikan sapi dan kambing di pasar hewan dalam kondisi sehat menjelang Idul Adha.
• Harga sapi naik hingga hampir 30 persen akibat menurunnya populasi pasca wabah PMK.
• Masyarakat diimbau teliti memilih hewan kurban sehat dan memastikan usia hewan sudah memenuhi syarat poel.
SUARA TRENGGALEK – Dinas Peternakan Kabupaten Trenggalek terus melakukan pengawasan kesehatan hewan menjelang Hari Raya Idul Adha 2026.
Pengawasan dilakukan di sejumlah pasar hewan guna memastikan sapi maupun kambing yang diperjualbelikan dalam kondisi sehat dan layak kurban.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan-Kesmavet) Dinas Peternakan Trenggalek, Ririn Hari Setiani mengatakan pengawasan terbaru dilakukan di Pasar Hewan Kecamatan Trenggalek saat pasaran Pon.
“Hari ini pasaran Pon di Kecamatan Trenggalek tepatnya di pasar hewan. Jadi kita melakukan pengawasan kesehatan terhadap sapi dan kambing. Alhamdulillah di sini tidak ada yang sakit yang dijual dari para pedagang,” ujar Ririn.
Ia menjelaskan, hewan ternak yang dijual di pasar mayoritas berasal dari berbagai kecamatan di Kabupaten Trenggalek seperti Pule, Bendungan, Dongko, Pogalan, dan wilayah sekitarnya.
“Secara fisik semuanya terlihat sehat,” imbuhnya.
Selain melakukan pengawasan di pasar hewan, pihaknya juga aktif melakukan vaksinasi terhadap hewan ternak milik pedagang maupun peternak.
Menurutnya, vaksinasi tahap pertama telah mencapai 100 persen, sedangkan vaksinasi tahap kedua sudah melampaui 50 persen dan ditargetkan selesai pada awal Juni mendatang.
“Vaksinasi tahap satu sudah 100 persen. Untuk tahap dua ini sudah lebih dari 50 persen. Mungkin awal Juni sudah selesai,” jelasnya.
Ririn menyebut total vaksinasi tahap pertama dan kedua mencapai sekitar 24 ribu dosis.
Sementara itu, harga hewan ternak menjelang Idul Adha juga mulai mengalami kenaikan. Untuk kambing, harga dinilai sudah kembali membaik seperti tahun-tahun sebelumnya.
“Alhamdulillah harga kambing sudah cukup bagus seperti tahun-tahun kemarin,” katanya.
Sedangkan harga sapi mengalami kenaikan lebih signifikan akibat menurunnya populasi ternak pasca wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
“Kalau sapi naik hampir 30 persen lebih ya. Mahal, lebih mahal dari tahun kemarin,” ungkap Ririn.
Ia menambahkan, pengiriman hewan ternak ke luar daerah kini juga harus dilengkapi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) yang pengurusannya dilakukan secara digital melalui aplikasi iSIKHNAS.
“Sekarang sudah memakai aplikasi. Tinggal mengikuti fitur-fiturnya saja,” ujarnya.
Ririn juga membagikan tips memilih hewan kurban yang sehat. Menurutnya, masyarakat perlu memperhatikan kondisi fisik hewan seperti gerakan yang lincah, mata bersih, bulu bagus, nafsu makan baik, hingga suhu tubuh normal sekitar 38,5 derajat Celsius.
Selain itu, masyarakat juga diminta teliti melihat kondisi gigi hewan untuk memastikan usia kurban telah memenuhi syarat atau poel.
“Ada juga yang kadang agar poel dipaksakan supaya terlihat sudah cukup umur. Padahal sebenarnya belum waktunya,” tandasnya.











