Inti Berita:
• RSUD Panggul optimalkan layanan di tengah efisiensi anggaran
• Sudah punya beberapa dokter spesialis, tambah poli saraf
• Layanan obgin dan bedah jadi prioritas penguatan
• Target Mei–Juni layanan obgin bisa lebih maksimal
• Rencana buka layanan cuci darah karena kebutuhan tinggi
SUARA TRENGGALEK – RSUD Tipe D Panggul, Kabupaten Trenggalek, terus berupaya mengoptimalkan pelayanan kesehatan meski menghadapi keterbatasan anggaran.
Sejumlah langkah dilakukan, mulai dari penataan tenaga medis hingga penguatan sarana prasarana.
Direktur RSUD Tipe D Panggul, dr. Rendra Andriawan mengatakan saat ini rumah sakit telah memiliki sejumlah layanan dokter spesialis, seperti spesialis anak, kebidanan dan kandungan (obgin), serta bedah.
Kepada awak media ia juga menerangkan jika saat ini pihaknya juga tengah menambah layanan poli saraf.
“RSUD Panggul itu sudah punya beberapa pelayanan dokter spesialis. Cuma saat ini karena memang ada efisiensi anggaran, ada beberapa dokter yang mungkin akan kita efisiensikan juga untuk memaksimalkan pelayanan,” ujarnya, Sabtu (25/4/2026).
Menurutnya, kebutuhan layanan di poli bedah dan obgin cukup tinggi, sehingga menjadi prioritas penguatan ke depan. Pihak rumah sakit pun berencana menghadirkan kembali tenaga spesialis di dua layanan tersebut secara lebih optimal.
“Di bulan Mei atau Juni insyaallah kita bisa ada obgin full di sana, supaya pelayanan ibu dan anak bisa maksimal,” jelasnya.
Saat ini, tenaga medis spesialis yang standby penuh di RSUD Panggul baru tersedia untuk layanan anak dan penyakit dalam. Sementara layanan obgin masih bersifat terbatas, yakni sekitar dua pekan dalam satu bulan.
“Yang standby full itu dokter anak sama internis. Untuk obgin memang belum full, tapi sudah cukup membantu,” katanya.
Secara keseluruhan, RSUD Panggul memiliki sekitar 10 dokter spesialis, termasuk tenaga penunjang seperti radiologi dan patologi klinik.
Jumlah tersebut dinilai sudah memenuhi standar rumah sakit tipe D, bahkan cukup untuk pengembangan menuju tipe C.
Di sisi sarana prasarana, RSUD Panggul juga melakukan pengadaan alat kesehatan melalui berbagai sumber anggaran.
Di antaranya radiografi diagnostik dari dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) sekitar Rp 1,5 miliar serta pengadaan ventilator ICU dari anggaran sekitar Rp 800 juta.
“Insyaallah dengan SDM dan sarana prasarana yang ada, kami berusaha semaksimal mungkin memaksimalkan pelayanan pasien,” tambahnya.
Ke depan, RSUD Panggul juga merencanakan pengembangan layanan baru, salah satunya poli hemodialisa atau layanan cuci darah.
Layanan ini dinilai penting mengingat tingginya kebutuhan masyarakat di wilayah Panggul dan Munjungan.
“Mudah-mudahan ke depan bisa segera berproses ke arah sana,” pungkasnya.











