Inti Berita,
• Program MBG kembali berjalan setelah Lebaran 2026.
• Menu kini wajib basah, tidak boleh lagi makanan kering.
• Sistem rapel dihapus untuk menjaga makanan tetap fresh.
• Distribusi pakai wadah ompreng, bukan plastik.
• Jadwal menyesuaikan hari sekolah (5 atau 6 hari).
• Sasaran tidak hanya siswa, tapi juga ibu hamil, menyusui, dan balita.
SUARA TRENGGALEK – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Trenggalek kembali beroperasi pasca Lebaran 2026 dengan sejumlah kebijakan baru untuk meningkatkan kualitas makanan yang diberikan kepada penerima manfaat.
Salah satu perubahan utama dari BGN adalah kewajiban penggunaan menu basah serta pelarangan sistem rapel dalam distribusi makanan oleh SPPG atau dapur MBG.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Trenggalek, dr. Sunarto menjelaskan kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga kualitas dan kandungan gizi makanan.
“Untuk menjamin kualitas makanan kepada anak-anak kita, nilai gizinya harus sesuai. Salah satu kebijakan adalah menggunakan menu basah, jadi tidak ada lagi yang dikemas plastik,” ujarnya, Senin (6/4/2026).
Ia menambahkan, makanan kini disajikan menggunakan wadah khusus seperti ompreng agar lebih higienis dan layak konsumsi.
Selain itu, sistem rapel atau pemberian makanan yang dirapel beberapa hari juga tidak lagi diperbolehkan dalam kebijakan terbaru. Hal ini dilakukan untuk memastikan makanan yang diterima benar-benar dalam kondisi segar.
“Menu rapel tidak diizinkan supaya makanan benar-benar fresh. Kalau dirapel, dikhawatirkan bisa basi atau dingin,” jelasnya.
Sunarto menegaskan, seluruh menu yang diberikan kepada penerima manfaat akan berupa makanan basah setiap hari sesuai standar gizi yang telah ditentukan.
Terkait operasional program, pelaksanaan MBG disesuaikan dengan jadwal masing-masing sekolah. Sekolah dengan sistem lima hari belajar akan mengikuti lima hari, sementara sekolah enam hari tetap berjalan enam hari.
“Menyesuaikan sekolah masing-masing. Yang lima hari ya lima, yang enam hari ya enam,” katanya.
Selain menyasar siswa sekolah, program ini menurutny, juga mencakup kelompok lain seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita yang tetap menerima makanan dengan konsep menu basah.









