Inti Berita,
• Nelayan asal Situbondo, Imam Junaedi (46), terombang-ambing di Laut Bali Selatan.
• Bertahan hidup sekitar empat jam dengan berpegangan pada jerigen sisa perahu.
• Kapal SLM Josephine mengevakuasi korban setelah menerima sinyal mayday.
• Imam dinyatakan sehat dan diperbolehkan pulang ke keluarganya.
SUARA TRENGGALEK – Seorang nelayan asal Desa Palangan, Kecamatan Jangkar, Kabupaten Situbondo, berhasil diselamatkan setelah terombang-ambing di perairan Laut Bali Selatan selama sekitar empat jam, Minggu malam (29/3/2026).
Korban, Imam Junaedi (46), ditemukan dalam kondisi selamat oleh kru kapal pengangkut batubara SLM Josephine setelah kapal tersebut menerima sinyal darurat (mayday) di perairan Tanjung Mebulu, Uluwatu, Bali Selatan.
Imam sebelumnya terjatuh ke laut akibat perahunya yang tenggelam dihantam gelombang besar. Selama berada di tengah laut, Imam bertahan hidup dengan berpegangan pada jerigen dari perahu jukung bercadik miliknya.
Kapal SLM Josephine segera mengevakuasi korban dan mengajukan permohonan bersandar di pelabuhan terdekat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Ketua Tim Basarnas Trenggalek, Yoni Fariza, menjelaskan bahwa pihaknya langsung berkoordinasi dengan Kesyahbandaran Pelabuhan Prigi, Pos TNI AL, Polairud, dan unsur terkait lainnya.
Setelah koordinasi, Pelabuhan Prigi dipilih sebagai lokasi sandar karena jaraknya yang dekat dan kesiapan fasilitas.
Korban kemudian diintersepsi di perairan Teluk Prigi dan dievakuasi ke darat. Setelah pemeriksaan medis dinyatakan sehat, Imam Junaedi dijemput keluarganya dan diperbolehkan pulang.
“Setelah dilakukan pemeriksaan dan dinyatakan sehat, korban dijemput oleh pihak keluarganya dan sudah diperbolehkan pulang,” kata Yoni Fariza, Senin (30/3/2026).











