SUARA TRENGGALEK – Ramadan identik dengan ramainya pedagang takjil di berbagai sudut Kota Alen-Alen hingga kecamatan di Kabupaten Trenggalek.
Di balik maraknya penjualan kolak, es buah, dan aneka hidangan berbuka, aspek keamanan pangan menjadi perhatian serius Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkesdalduk KB) Trenggalek.
Kepala Dinkesdalduk KB Trenggalek, Sunarto, mengatakan sebagian besar pedagang takjil merupakan pelaku usaha yang rutin berjualan setiap Ramadan. Meski demikian, pedagang musiman tetap menjadi sasaran edukasi keamanan pangan.
“Takjil merupakan kegiatan rutin selama masa Ramadan. Para pedagang merupakan pedagang yang telah rutin berjualan, juga ada pedagang yang hanya berjualan saat Ramadan,” ujar Sunarto.
Ia menjelaskan, mayoritas pedagang telah mendapatkan penyuluhan keamanan pangan serta pemeriksaan pada tahun-tahun sebelumnya.
Untuk Ramadan 2026, Dinkes bersama Puskesmas juga telah menyampaikan imbauan melalui media sosial agar pedagang tetap menjaga kualitas dan kebersihan makanan.
“Sebagian besar pedagang yang berjualan telah mendapat penyuluhan keamanan pangan. Mereka juga telah mendapat edukasi dan pemeriksaan pada tahun-tahun sebelumnya,” lanjutnya.
Pengawasan lanjutan akan dilakukan bersama BPOM Kediri pada 3 Maret 2026. Dalam kegiatan tersebut, tim akan melakukan uji petik di lapangan untuk mengecek kualitas makanan, baik dari sisi fisik maupun kandungan kimia.
“Pemeriksaan dan pemantauan akan dilaksanakan bersama BPOM Kediri, yang direncanakan tanggal 3 Maret 2026,” tegas Sunarto.
Selain pengawasan, Dinkes mengingatkan bahwa takjil bukan sekadar peluang menambah pendapatan selama Ramadan, tetapi juga harus memperhatikan aspek kesehatan masyarakat.
“Takjil selain untuk menambah pendapat masyarakat, diharapkan menjadi sumber gizi seimbang dan masyarakat tetap sehat,” katanya.
Ia menekankan pentingnya menjaga kebersihan pengolah, tempat produksi, hingga penyajian makanan. Pedagang juga diminta menggunakan kemasan yang bersih dan aman.
“Kebersihan pengolah dan tempat mengolah, serta tempat penyajian harus dijaga kesehatan dan kebersihannya,” tambahnya.
Dinkes juga mengimbau agar pedagang tidak menjual makanan dengan cita rasa yang terlalu ekstrem agar tidak berdampak pada kesehatan konsumen.
“Hindari menjual makanan yang terlalu manis, terlalu pedas, terlalu masam agar tidak menimbulkan efek samping bagi pengonsumsinya. Menggunakan kemasan yang bersih dan aman sangat diperlukan,” tegas Sunarto.











