SUARA TRENGGALEK – Situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kabupaten Trenggalek selama awal Ramadan terpantau kondusif.
Polres Trenggalek memastikan belum ada kejadian menonjol dalam enam hari pertama puasa tahun ini.
Kapolres Trenggalek, AKBP Ridwan Maliki, menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang turut menjaga suasana tetap aman dan nyaman.
“Alhamdulillah selama 6 hari puasa berjalan tidak ada peristiwa kejadian yang menonjol yang terjadi di Trenggalek. Secara umum Trenggalek masih aman,” ujar AKBP Ridwan Maliki.
Meski situasi relatif aman, Kapolres mengingatkan masyarakat yang membangunkan sahur agar tetap mengedepankan empati.
Tradisi tersebut dinilai positif, namun harus dilakukan dengan cara yang tidak mengganggu ketenangan warga lain.
“Pada kesempatan ini kami menghimbau kepada masyarakat yang mau membangunkan sahur agar meningkatkan empatinya kepada warga masyarakat yang lain,” katanya.
Ia menegaskan agar tidak menggunakan sound system atau pengeras suara secara berlebihan yang berpotensi mengganggu kenyamanan lingkungan sekitar.
“Untuk tidak menggunakan sound yang berlebihan sehingga tidak mengganggu warga yang lain, dan bangunkan dengan cara yang baik dan bermoral, sehingga warga yang dibangunkan merasa senang ada yang memperhatikan mereka,” lanjutnya.
Selain itu, Polres Trenggalek kembali menyosialisasikan layanan telepon darurat 110 yang telah lama aktif, namun dinilai belum banyak dimanfaatkan masyarakat.
“Untuk layanan 110 juga sudah aktif sejak lama, tapi belum banyak masyarakat yang memanfaatkan layanan tersebut. Pada kesempatan ini saya harapkan kepada seluruh masyarakat, layanan 110 bisa dimanfaatkan,” jelasnya.
Kapolres menegaskan, layanan 110 dapat digunakan masyarakat apabila mengetahui atau mengalami tindak pidana maupun gangguan kamtibmas.
“Apabila Anda mengetahui atau mengalami suatu tindak pidana, hal-hal yang mengganggu kamtibmas Trenggalek, Anda menghubungi 110. Insya Allah anggota Polri siap sedia 24 jam penuh melayani,” pungkasnya.











