PERISTIWA

250 Paket Takjil Dibagikan Polres Trenggalek Kepada Pengendara untuk Buka Puasa

×

250 Paket Takjil Dibagikan Polres Trenggalek Kepada Pengendara untuk Buka Puasa

Sebarkan artikel ini
Trenggalek
Kapolres Trenggalek saat membagikan paket takjil kepada pengendara sepeda motor.

SUARA TRENGGALEK – Polres Trenggalek bersama sejumlah organisasi pemuda, mahasiswa dan insan media membagikan 250 paket takjil kepada pengendara di dua lokasi, yakni depan Mako Polres dan Pos 12 Widowati, Rabu sore, (25/2/2026).

Kegiatan tersebut digelar dalam rangka momentum Ramadan 1447 Hijriah sekaligus sebagai bentuk apresiasi kepada masyarakat yang tertib berlalu lintas.

Kapolres Trenggalek, AKBP Ridwan Maliki kepada awak media mengatakan pembagian takjil dilakukan secara bersama-sama sebagai wujud kepedulian kepada masyarakat.

“Pada kesempatan sore hari ini kita dari Polres Trenggalek bersama beberapa organisasi pemuda kemudian mahasiswa beserta rekan-rekan media bersama-sama kita bagikan takjil untuk pengendara lalu lintas yang melewati depan Mako Polres maupun yang melewati Pos 12,” ujar Ridwan.

AKBP Ridwan juga menyebut kegiatan ini juga menjadi bentuk apresiasi kepada masyarakat yang sudah disiplin dalam berlalu lintas.

“Kita sengaja membagikan takjil untuk mengapresiasi kepada seluruh masyarakat yang sudah tertib berlalu lintas. Seperti kita lihat tadi, masyarakat yang lewat tempat Mako maupun Pos 12 seluruhnya menggunakan helm,” jelasnya.

AKBP Ridwan menambahkan, kegiatan tersebut sekaligus menjadi momen untuk meningkatkan kepedulian sosial di bulan Ramadan.

“Kemudian juga hari ini bertepatan dengan momentum bulan ramadan kita bersama-sama memberikan perhatian dan meningkatkan kepedulian kita kepada masyarakat. Semoga takjil yang kita bagikan tadi bisa bermanfaat dan berkah untuk kita semua. Amin,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Kapolres Trenggalek juga menyampaikan imbauan terkait kegiatan ronda atau membangunkan sahur.

AKBP Ridwan mengakui bahwa membangunkan warga untuk sahur merupakan hal positif sebagai bentuk kepedulian antarwarga.

Namun demikian, ia mengingatkan agar kegiatan tersebut tetap memperhatikan etika dan moral, tidak mengganggu ketertiban umum.

“Kita sadari bersama bahwa membangunkan sahur merupakan hal yang baik dan itu merupakan bentuk perhatian antara sesama warga. Akan tetapi dalam hal membangunkan tersebut kita juga harus memperhatikan etika dan moral,” katanya.

Ia mengimbau masyarakat Kabupaten Trenggalek yang ingin membangunkan sahur agar melakukannya dengan cara yang baik tanpa menggunakan sound system berlebihan.

“Oleh karena itu saya minta kepada seluruh warga masyarakat yang mau membangunkan tetangga maupun sanak familinya yang berada di lingkungan sekitar agar dengan cara-cara yang baik, tidak menggunakan sound horeg ataupun sound yang berlebihan sehingga mengganggu kenyamanan warga sekitar,” pungkasnya.