OLAHRAGA

Gelar Turnamen Mobile Legends di Cafe Oasis, Esi Trenggalek Perkuat Pembinaan Atlet Esports

×

Gelar Turnamen Mobile Legends di Cafe Oasis, Esi Trenggalek Perkuat Pembinaan Atlet Esports

Sebarkan artikel ini
Mobile Legends
Pengurus ESI Trenggalek (kanan) saat mendampingi pelaksanaan turnamen Mobile Legends.

SUARA TRENGGALEKTurnamen gim Mobile Legends yang digelar di Cafe Oasis berlangsung sukses dan mendapat sambutan antusias dari peserta maupun komunitas gim lokal.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pembinaan dan pengembangan cabang olahraga (cabor) esports di Kabupaten Trenggalek.

Sebanyak 23 tim dengan total 115 peserta ambil bagian dalam turnamen tersebut. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai sarana latihan untuk mengasah kemampuan teknis, strategi permainan, serta mental bertanding para atlet esports lokal.

Wakil Sekretaris Esports Indonesia (ESI) Kabupaten Trenggalek, Wildan Bisri menjelaskan bahwa turnamen ini memiliki dua tujuan utama, yakni pembinaan atlet dan kolaborasi dengan pelaku usaha lokal.

“Turnamen Mobile Legends ini menjadi wadah latihan bagi penggiat esports. Di sisi lain, pihak kafe juga ingin membangun branding agar lebih dekat dengan kalangan pemuda, khususnya komunitas gaming,” ujar Wildan.

Ia menambahkan, perkembangan esports di Trenggalek menunjukkan tren positif dan cukup konsisten. Dalam beberapa bulan terakhir, turnamen skala lokal rutin digelar hampir setiap bulan dengan melibatkan berbagai pihak.

“Belakangan ini kami bisa mengadakan turnamen skala lokal sebulan sekali, bekerja sama dengan instansi, swasta, coffee shop, dan pihak lainnya. Kami juga terbuka menjalin kerja sama dengan siapa pun yang ingin mendukung perkembangan esports di Trenggalek,” tambahnya.

Dampak positif dari kegiatan tersebut terlihat dari meningkatnya partisipasi peserta, termasuk munculnya wajah-wajah baru. Menariknya, dua tim peserta berasal dari latar belakang pondok pesantren di sekitar Kelutan.

“Banyak pemain baru yang ikut. Bahkan ada dua tim dari pondok pesantren. Ini menunjukkan tren yang sangat baik. Gim tidak hanya sekadar hiburan, tetapi juga memiliki nilai kompetisi dan peluang prestasi,” jelas Wildan.

Terkait pembinaan, ESI Kabupaten Trenggalek berkomitmen mengawal potensi atlet sejak level paling dasar hingga menuju kompetisi yang lebih besar.

“Pembinaan kami mulai dari skala paling kecil, istilahnya turnamen warkop. Atlet yang memiliki potensi akan terus kami pantau dan siapkan. Target besar kami adalah meraih medali emas pada Porprov 2027,” tegasnya.

Dengan pembinaan yang berkelanjutan, kolaborasi lintas sektor, serta meningkatnya partisipasi generasi muda, esports di Kabupaten Trenggalek diharapkan terus berkembang dan mampu melahirkan atlet berprestasi di tingkat regional maupun provinsi.