SUARA TRENGGALEK – Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Trenggalek mencatat sebanyak 45 kejadian kebakaran sepanjang tahun 2025.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, total kerugian materiil akibat kebakaran tersebut mencapai sekitar Rp4,2 miliar.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Non Kebakaran Damkar Trenggalek, Wasis Widodo, mengatakan puncak kejadian kebakaran terjadi pada September 2025.
“Selama tahun 2025 tercatat 45 laporan kejadian kebakaran. Jumlah tertinggi terjadi pada bulan September sebanyak delapan kejadian, disusul Januari dan Agustus masing-masing lima kejadian,” ujar Wasis.
Berdasarkan wilayah, Kecamatan Trenggalek menjadi daerah dengan jumlah kebakaran terbanyak, yakni 14 kejadian. Disusul Kecamatan Watulimo dengan lima kejadian, serta Kecamatan Gandusari, Pogalan, dan Durenan masing-masing empat kejadian.
Kecamatan lainnya mencatat jumlah kejadian lebih rendah. Dari seluruh peristiwa tersebut, Wasis memastikan tidak ada korban jiwa. Namun, kerugian materiil yang ditimbulkan cukup besar.
“Total kerugian materiil akibat kebakaran sepanjang 2025 mencapai sekitar Rp4.201.150.000,” katanya.
Objek yang terdampak kebakaran meliputi 13 unit rumah, 17 tempat usaha, dua kandang, serta delapan kabel atau panel listrik.
Selain itu, kebakaran juga terjadi pada tumpukan bambu, tabung gas, TPS, kendaraan, dan kompor. Terkait penyebab, kebakaran didominasi faktor kelalaian manusia dan gangguan teknis.
“Penyebab terbanyak berasal dari kelalaian sebanyak 18 kejadian dan korsleting listrik 17 kejadian. Selain itu terdapat kebocoran tabung LPG, puntung rokok, serta satu kejadian akibat kesengajaan,” jelas Wasis.
Dari sisi layanan, Damkar Trenggalek mencatat sebanyak 29 kejadian berhasil ditangani dengan response time maksimal 15 menit. Capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) tercatat sebesar 64,44 persen.
Sementara itu, pengendalian kebakaran dan penyelamatan berhasil dilakukan pada 44 kejadian dengan tingkat keberhasilan mencapai 98 persen.











