PERISTIWA

Sapi Berbobot 1,37 Ton Milik Warga Trenggalek Terpilih Jadi Hewan Kurban Presiden Prabowo

×

Sapi Berbobot 1,37 Ton Milik Warga Trenggalek Terpilih Jadi Hewan Kurban Presiden Prabowo

Sebarkan artikel ini
Trenggalek
Pemilik sapi kurban milik Presiden Prabowo saat di dampingi Sekcam Pogalan saat melihat sapi berbobot 1,37 ton.
Inti Berita:
• Sapi milik peternak asal Desa Pogalan, Trenggalek, terpilih menjadi hewan kurban Presiden Prabowo Subianto.
• Sapi jenis Simental tersebut memiliki bobot mencapai 1,37 ton.
• Peternak bernama Mujadi mengaku merawat sapi itu selama 1,5 tahun hingga tumbuh besar.

SUARA TRENGGALEK – Sapi milik warga Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, kembali terpilih menjadi hewan kurban Presiden RI Prabowo Subianto pada Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Sapi jenis Simental milik Mujadi, warga Desa Pogalan, Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek, itu memiliki bobot mencapai 1,37 ton.

Hewan ternak berukuran jumbo tersebut disebut menjadi salah satu sapi terbesar yang dipilih sebagai hewan kurban Presiden tahun ini.

Mujadi pemilik sapi tersebut mengatakan sapinya semula dibelinya sekitar 1,5 tahun lalu dengan harga Rp 35 juta dari wilayah sekitar desanya.

“Ini saya beli sekitar satu setengah tahun lalu Rp 35 juta,” ujar Mujadi, Rabu (20/5/2026).

Ia mengaku sempat khawatir karena sapi tersebut pernah terdampak Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Namun, sapi itu berhasil bertahan saat ternak lain banyak yang roboh dan mati.

“Temannya banyak yang kena PMK sampai roboh semua, tapi ini kakinya kuat,” katanya.

Sejak sembuh dari PMK, sapi tersebut terus dirawat intensif hingga tumbuh besar dan akhirnya terpilih menjadi hewan kurban Presiden.

“Alhamdulillah sekarang bisa bagus, gemuk, dipilih pemerintah untuk Pak Prabowo,” imbuhnya.

Dirawat Khusus hingga Bobot Tembus 1,37 Ton

Mujadi menjelaskan sapi berusia sekitar empat tahun itu mendapatkan perawatan khusus setiap hari.

Mulai dimandikan rutin, diberi pakan jagung rebus, katul, ampas, hingga rumput pilihan agar pertumbuhannya maksimal.

“Pagi dimandikan, makan jagung rebus, katul, ampas, sama rumput,” jelasnya.

Saat ini, sapi tersebut diperkirakan memiliki tinggi sekitar 167 sentimeter dengan panjang tubuh mencapai 2,5 meter.

Sapi berbobot 1,37 ton itu akhirnya dibeli untuk kurban Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dengan harga sekitar Rp 98 juta.

“Dibeli sekitar Rp 98 juta,” ujarnya.

Menurut Mujadi, ini bukan kali pertama sapinya masuk dalam pilihan hewan kurban Presiden.

Tahun sebelumnya, sapi dari kandangnya juga sempat dibeli pihak lain dan dikirim sebagai hewan kurban Presiden.

Harga Sapi Kurban Naik Akibat PMK

Menjelang Iduladha tahun ini, Mujadi menyebut harga sapi kurban mengalami kenaikan cukup tinggi dibanding tahun sebelumnya.

Kondisi tersebut dipicu stok sapi yang menurun akibat dampak PMK beberapa waktu lalu.

“Tahun ini naiknya bisa Rp 2 juta sampai Rp 3 juta per ekor,” katanya.

Ia menyebut sapi kurban ukuran standar kampung yang sebelumnya dijual sekitar Rp 21 juta kini naik menjadi Rp 25 juta hingga Rp 27 juta per ekor.

Meski harga naik, permintaan sapi kurban menurutnya masih relatif stabil.
Saat ini, dirinya mengaku sudah menjual sekitar 25 ekor sapi untuk kebutuhan kurban Iduladha.

“Yang laku sekitar 25 ekor. Rata-rata harga Rp25 juta sampai Rp27 juta,” pungkasnya.