PERISTIWA

​Antisipasi Cuaca Ekstrem, Ratusan Personel Gabungan Trenggalek Disiagakan Hadapi Bencana

×

​Antisipasi Cuaca Ekstrem, Ratusan Personel Gabungan Trenggalek Disiagakan Hadapi Bencana

Sebarkan artikel ini
Trenggalek
Personil Polres Trenggalek saat mengecek kesiap siagaan kebencanaan.
Inti Berita:
• Ratusan personel gabungan TNI, Polri, BPBD, hingga relawan menggelar Apel Gelar Pasukan Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi 2026 di halaman Mapolres Trenggalek pada Kamis (5/11/2026) guna memastikan kesiapan personel dan peralatan pendukung.
• ​Mengacu pada informasi BMKG bahwa musim hujan 2026–2027 berpotensi disertai cuaca ekstrem, Wakapolres Kompol Herlinarto meminta seluruh instansi memperkuat koordinasi, memetakan wilayah rawan, serta mendirikan posko kesiapsiagaan.

SUARA TRENGGALEK – Ratusan personel gabungan dari berbagai instansi disiagakan untuk mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi di Kabupaten Trenggalek.

Kesiapsiagaan tersebut ditandai dengan Apel Gelar Pasukan Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Hidrometeorologi Tahun 2026 di halaman Mapolres Trenggalek, Kamis (5/11/2026).

Apel tersebut melibatkan personel TNI, Polri, Satpol PP dan Damkar, Dinas Perhubungan, BPBD, Tagana, Basarnas, Dinas Kesehatan, hingga PMI.

Kapolres Trenggalek AKBP Rizky Tri Putra Erryka Adi Wijaya melalui Wakapolres Kompol Herlinarto mengatakan, apel digelar untuk memastikan kesiapan personel, sarana dan prasarana, peralatan, serta mekanisme koordinasi antarlembaga dalam menghadapi potensi bencana.

Menurutnya, kesiapan tersebut diperlukan agar seluruh unsur dapat memberikan pelayanan dan perlindungan maksimal kepada masyarakat ketika bencana terjadi.

Ia menyebutkan, berdasarkan informasi BMKG, musim hujan 2026–2027 diperkirakan datang lebih lambat dari kondisi normal.

Kondisi tersebut menjadi salah satu indikasi yang perlu diwaspadai karena berpotensi disertai cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Jawa Timur, termasuk Trenggalek.

“Oleh karena itu, negara harus hadir untuk memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat. Kita sebagai representasi negara harus mampu untuk menanggulangi dan meminimalisir dampak yang diakibatkan oleh bencana alam yang akan terjadi,” ungkapnya.

Herlinarto menegaskan, upaya menekan jumlah korban bencana membutuhkan kerja sama seluruh pihak. Setiap instansi diminta bersinergi dan berkolaborasi agar dapat hadir memberikan bantuan kepada masyarakat.

Ia juga mengingatkan seluruh stakeholder agar mempersiapkan penanganan bencana secara maksimal dan tidak meremehkan potensi ancaman yang mungkin terjadi.

Untuk memperkuat kesiapsiagaan, jajarannya diminta segera melakukan pemetaan wilayah rawan bencana bersama instansi terkait.

Selain itu, koordinasi dan jalur komunikasi antarinstansi perlu diperkuat serta posko kesiapsiagaan dibentuk agar setiap laporan dapat ditindaklanjuti secara cepat dan tepat.

Kesiapan personel juga menjadi perhatian. Seluruh petugas yang terlibat harus berada dalam kondisi prima dan dilengkapi alat pelindung diri (APD).

Menurut Herlinarto, keselamatan petugas sama pentingnya dengan keselamatan masyarakat yang mereka lindungi.

“Tanggung jawab kemanusiaan ini merupakan tugas mulia dan penuh dengan kehormatan. Saya berharap kepada rekan-rekan semuanya agar melakukan tugas ini dengan tulus, ikhlas. Mari kita niatkan tanggung jawab ini sebagai ladang ibadah untuk memberikan pertolongan kepada sesama,” pungkasnya.

Apel kemudian ditutup dengan pengecekan personel dan sarana prasarana pendukung penanggulangan bencana.

Peralatan yang diperiksa meliputi kendaraan kebencanaan, perahu karet, pelampung, gergaji mesin, cangkul, serta perlengkapan pendukung lainnya.