Inti Berita,
• LPS dan OJK edukasi 100 pelaku UMKM Trenggalek soal literasi keuangan.
• Fokus pada pengelolaan keuangan, investasi, dan kewaspadaan pinjol ilegal.
• UMKM dinilai masih lemah dalam manajemen keuangan dan rentan investasi bodong.
• Pemkab dorong digitalisasi dan legalitas usaha agar UMKM naik kelas.
• Pelaku usaha diminta lebih hati-hati dalam mengelola keuangan dan mencari modal.
SUARA TRENGGALEK – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar kegiatan edukasi dan literasi keuangan bagi pelaku UMKM di Kabupaten Trenggalek, Rabu (8/4/2026).
Kegiatan ini diikuti sekitar 100 pelaku UMKM dari berbagai sektor usaha. Edukasi tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman pelaku usaha terkait pengelolaan keuangan, investasi, hingga kewaspadaan terhadap pinjaman online dan investasi ilegal.
Perwakilan Kepala Kantor LPS II Surabaya, Bambang Syamsul Hidayat mengatakan materi yang disampaikan tidak hanya mengenalkan peran LPS, tetapi juga memperkuat pemahaman terkait pengelolaan keuangan yang sehat.
“Kami Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) jadi materi yang kami sampaikan lebih kepada pengenalan apa itu LPS, kami menambahkan informasi tentang pengelolaan keuangan,” ujarnya.
Menurutnya, UMKM merupakan pilar penting dalam perekonomian, namun masih banyak yang menghadapi kendala dalam pengelolaan keuangan.
“Kami ketemu dengan teman-teman UMKM yang menjadi pilar ekonomi penting, selama ini mungkin mengalami sedikit permasalahan soal pengelolaan keuangan, jadi materi kami seputar itu,” lanjutnya.
Bambang menjelaskan, pengelolaan keuangan yang baik tidak hanya berdampak pada usaha masing-masing, tetapi juga berpengaruh terhadap pergerakan ekonomi secara luas.
Ia menekankan pentingnya kepercayaan masyarakat terhadap sistem keuangan. Pada saat LPS hadir, tujuannya adalah meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada dunia perbankan dan sistem keuangan.
“Ketika perbankan memiliki dana untuk disalurkan, fungsi intermediasi berjalan dan diberikan kepada sektor produktif, maka siklus ekonomi juga akan mengikuti,” imbuhnya.
Dalam kesempatan tersebut, LPS juga menyoroti masih rendahnya pemahaman masyarakat terkait investasi yang aman.
Menurutnya, tidak hanya mahasiswa, pelaku UMKM juga rentan terhadap investasi ilegal.
“Banyak sekali orang yang belum paham soal investasi yang baik dan bijak,” jelas Bambang.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan Trenggalek, Saniran, mengapresiasi kegiatan tersebut karena dinilai memperkuat program pembinaan UMKM yang telah berjalan.
“Kami ucapkan terima kasih kepada LPS atas edukasi dan literasi keuangan. Kami hanya menambahkan dan menguatkan, karena kami sering melakukan pembinaan terkait digitalisasi, manajemen, dan pemasaran,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya legalitas usaha agar UMKM dapat berkembang dan naik kelas.
“Kami menghimbau untuk mengurus standarisasi legalisasi seperti PIRT, halal, NIB, SNI, dan HAKI supaya mereka bisa naik kelas,” katanya.

Ketua Asosiasi UMKM Trenggalek, Muhammad Sulhan, menilai kegiatan ini memberikan manfaat langsung bagi pelaku usaha, khususnya dalam pengelolaan keuangan dan akses permodalan.
“Dengan adanya kegiatan dari LPS, sangat bermanfaat untuk UMKM terkait laporan keuangan dan permodalan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pelaku UMKM untuk lebih berhati-hati dalam menghadapi investasi maupun pinjaman online.
“Pengelolaan keuangan wajib hati-hati, termasuk soal investasi dan pinjaman online,” pungkasnya.











