PERISTIWA

Update Kecelakaan Rombongan SMK Islam Durenan Trenggalek, 3 Korban Dirujuk ke Solo dan Tulungagung

×

Update Kecelakaan Rombongan SMK Islam Durenan Trenggalek, 3 Korban Dirujuk ke Solo dan Tulungagung

Sebarkan artikel ini
Trenggalek
Dok. Istimewa.
Inti Berita:
• Tiga korban kecelakaan Elf rombongan SMK Islam Durenan Trenggalek (K, SI, dan F) dirujuk ke rumah sakit luar kota (RSUD dr. Moewardi Solo dan RSUD dr. Iskak Tulungagung) akibat mengalami patah tulang multipel yang butuh kolaborasi spesialis ortopedi dan bedah plastik.
• ​Humas RSUD dr. Soedomo Sujiono mengonfirmasi dari 5 pasien yang dirawat di Trenggalek, 3 orang dirujuk setelah kondisinya stabil, 1 pasien (TR) masih rawat inap di Ruang Seruni, dan 1 pasien (DR) sudah diperbolehkan rawat jalan.

SUARA TRENGGALEK – Tiga korban kecelakaan minibus Isuzu Elf yang terguling di Desa Puru, Kecamatan Suruh, Trenggalek, masih membutuhkan penanganan medis khusus akibat mengalami patah tulang multipel.

Ketiganya telah dirujuk ke rumah sakit lanjutan sejak Jumat (6/11/2026) malam setelah mendapatkan pemeriksaan awal dan pemulihan kondisi sebelum dilakukan rujukan.

Tiga korban tersebut masing-masing berinisial K (27), SI (20), dan F (31). Pasien K dirujuk ke RSUD dr. Moewardi Solo, sedangkan SI dan F mendapatkan perawatan lanjutan di RSUD dr. Iskak Tulungagung.

Humas RSUD dr. Soedomo Trenggalek, Sujiono saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon menerangkan perkembangan penanganan korban pada Minggu (8/11/2026) oleh RSUD setempat.

Menurutnya, korban yang mendapat perawatan di RSUD dr Soedomo Trenggalek berjumlah lima pasien, dua pasien kini sedang menjalani rawat jalan dan rawat inap.

Sedangkan kondisi dari ketiga pasien lainnya membutuhkan tindakan medis yang melibatkan sejumlah dokter spesialis, terutama ortopedi dan bedah plastik.

“Penanganan rujukan diberikan kepada tiga korban dengan patah tulang multipel yang memerlukan kolaborasi ortopedi, bedah plastik, dan spesialis lain setelah kondisinya dipastikan stabil,” ungkap Sujiono.

Sementara itu, dua korban lainnya masih menjalani pemulihan di RSUD dr. Soedomo Trenggalek. Pasien berinisial TR (44) dirawat di Ruang Rawat Inap Seruni, sedangkan DR (41) telah diperbolehkan pulang untuk menjalani rawat jalan.

Kecelakaan Diduga Berawal dari Gangguan Rem

Kecelakaan tersebut menimpa rombongan guru dan siswa SMK Islam Durenan yang sedang dalam perjalanan pulang setelah menghadiri takziah di Kecamatan Panggul, Jumat (6/11/2026).

Minibus bernomor polisi AG-7922-S yang dikemudikan Mahsusodin (53) melaju di jalur menurun Jalan Raya Karangan-Dongko, tepatnya Desa Puru, Kecamatan Suruh. Kendaraan tersebut mengangkut 16 orang.

Saat melintasi turunan, sistem pengereman diduga mengalami gangguan. Pedal rem disebut mengeras sehingga tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya.

Pengemudi sempat mengarahkan kendaraan ke sisi kiri jalan untuk mengurangi kecepatan. Namun, minibus akhirnya kehilangan keseimbangan dan terguling.

“Rem kendaraan tiba-tiba mengalami gangguan sehingga tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya, remnya menjadi keras,” ungkap Mahsusodin.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Trenggalek, Ipda Miftahul Khoiri, membenarkan terjadinya kecelakaan tunggal tersebut.

“Akibat kejadian tersebut, kendaraan oleng ke kanan kemudian terjatuh ke kiri,” jelas Miftahul.

Akibat kecelakaan itu, sebanyak 12 penumpang mengalami luka-luka dan mendapatkan penanganan medis. Sementara pengemudi dan tiga penumpang lainnya dilaporkan selamat tanpa mengalami cedera fisik.

Polisi menyebut kondisi jalan beraspal mulus dan cuaca cerah saat kejadian. Kendaraan yang terlibat kecelakaan juga telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan teknis lebih lanjut.