Inti Berita:
• Kapolres Trenggalek AKBP Rizky Tri Putra mengecek titik rawan longsor di KM 16 Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu, pada Minggu (1/11/2026) sebagai langkah mitigasi bencana hidrometeorologi menjelang musim hujan.
• Jalur nasional Trenggalek-Ponorogo tersebut disoroti karena memiliki riwayat longsor besar yang pernah memutus total akses transportasi utama dan melumpuhkan ekonomi warga.
SUARA TRENGGALEK – Polres Trenggalek mulai menyiapkan langkah mitigasi bencana hidrometeorologi menjelang musim hujan.
Salah satunya dengan meninjau titik rawan longsor di jalur nasional Trenggalek-Ponorogo, tepatnya di KM 16 Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu, Minggu (1/11/2026).
Peninjauan dilakukan langsung oleh Kapolres Trenggalek AKBP Rizky Tri Putra Erryka Adi Wijaya.
Langkah ini menyusul sejumlah kejadian banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah Trenggalek dalam beberapa waktu terakhir.
Rizky mengatakan, titik tersebut pernah mengalami longsor cukup besar saat musim hujan sebelumnya.
Material longsoran saat itu menutup seluruh badan jalan sehingga jalur penghubung Trenggalek-Ponorogo tidak dapat dilalui.
“Saat musim hujan beberapa waktu yang lalu, sempat terjadi longsor yang cukup besar hingga menutup badan jalan. Kondisi tersebut menyebabkan jalur menjadi tertutup total,” terangnya.
Menurutnya, jalur tersebut merupakan akses utama yang menghubungkan Kabupaten Trenggalek dengan Ponorogo maupun sebaliknya.
Karena itu, gangguan pada jalur tersebut tidak hanya berdampak terhadap mobilitas warga, tetapi juga aktivitas perekonomian masyarakat.
Dalam peninjauan itu, Polres Trenggalek mengecek kondisi terkini tanggul penahan tanah serta sejumlah titik lain yang berpotensi mengalami longsor.
“Ini adalah wujud mitigasi kita menghadapi musim penghujan mendatang,” imbuhnya.
Sebagai tindak lanjut, Polres Trenggalek akan berkoordinasi dengan pemangku kepentingan terkait untuk merumuskan penanganan dan pencegahan bencana secara menyeluruh.
Koordinasi tersebut juga mencakup kesiapan infrastruktur, rekayasa lalu lintas, serta jalur alternatif yang dapat digunakan ketika terjadi kondisi darurat, termasuk perangkat pendukungnya.
“Harapan kita tentunya, Kabupaten Trenggalek terhindar dari segala macam bencana alam. Namun demikian upaya pencegahan tetap kita lakukan. Kita siapkan betul langkah antisipatif menghadapi berbagai kemungkinan yang akan terjadi,” pungkasnya.











