WISATA

Realisasi PAD Baru 68 Persen, Disparbud Trenggalek Ungkap Tantangan Kejar Target PAD Wisata

×

Realisasi PAD Baru 68 Persen, Disparbud Trenggalek Ungkap Tantangan Kejar Target PAD Wisata

Sebarkan artikel ini
Trenggalek
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Trenggalek, Tony Widianto.
Inti Berita:
• Disparbud Trenggalek menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata sebesar Rp9,4 miliar pada 2027, naik Rp200 juta dari target 2026 yang dipatok Rp9,2 miliar (realisasi per Oktober 2026 telah mencapai Rp6,2 miliar atau 68,5%).
• ​Tantangan utama mengejar target tahun depan meliputi proyek revitalisasi destinasi yang berpotensi mengganggu pelayanan wisatawan, faktor cuaca, serta persaingan ketat akibat bertambahnya destinasi baru dan beroperasinya Jalur Lintas Selatan (JLS).

SUARA TRENGGALEK – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Trenggalek menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata sebesar Rp 9,4 miliar pada 2027.

Target Rp 9,4 miliar tersebut naik Rp 200 juta dibandingkan target tahun 2026 yang ditetapkan sebesar Rp 9,2 miliar.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Trenggalek, Tony Widianto, mengatakan pencapaian target tahun depan masih menghadapi sejumlah tantangan.

Salah satunya pelaksanaan proyek revitalisasi destinasi wisata yang berpotensi mengganggu pelayanan dan aktivitas kunjungan wisatawan selama pekerjaan berlangsung.

“Mudah-mudahan nanti itu juga bisa terkejar. Bagaimanapun, pada saat pelaksanaan pekerjaan revitalisasi destinasi wisata, sedikit banyak akan mengganggu performa pelayanan wisatawan,” ujar Tony.

Menurutnya, dampak pekerjaan revitalisasi terhadap kunjungan wisatawan dan pendapatan daerah perlu dipantau seiring perkembangan pelaksanaan proyek.

Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang diperhitungkan dalam mengejar target PAD tahun depan.

Tony menjelaskan, realisasi pendapatan sektor pariwisata tidak hanya dipengaruhi oleh harga tiket masuk, tetapi juga sejumlah faktor lain. Di antaranya kondisi cuaca, perkembangan destinasi wisata lain, serta perubahan pilihan wisatawan.

Ia mencontohkan, persaingan antardestinasi semakin terasa seiring berkembangnya objek wisata baru, termasuk Pantai Mutiara.

Kondisi itu berbeda dibandingkan periode ketika pilihan destinasi wisata di Trenggalek belum sebanyak sekarang.

“Jadi sekarang ini memang terus terang harus berbagi,” jelasnya.

Tony juga menyinggung perubahan harga tiket masuk dari Rp10.000 menjadi Rp15.000.

Menurutnya, kenaikan harga tiket tidak serta-merta meningkatkan pendapatan apabila jumlah kunjungan dan persaingan antardestinasi turut berubah.

Selain bertambahnya pilihan destinasi, pembukaan jalur lintas selatan (JLS) juga memberikan alternatif perjalanan bagi wisatawan untuk mengunjungi berbagai lokasi wisata.

Meski demikian, ia berharap revitalisasi sejumlah destinasi dapat meningkatkan daya tarik pariwisata Trenggalek dan mendorong pertumbuhan pendapatan daerah dalam jangka panjang.

Sementara itu, realisasi PAD sektor pariwisata pada 2026 telah mencapai sekitar Rp 6,2 miliar dari target Rp 9,2 miliar. Tony menyebut capaian tersebut setara sekitar 68,5 persen.

Menurutnya, capaian itu lebih baik dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan pun akan terus berupaya meningkatkan pendapatan hingga akhir tahun agar target yang ditetapkan dapat tercapai.