TEKNOLOGI

Antisipasi Dampak Era Digital, Polres Trenggalek Masuk Sekolah Bentuk Karakter Bijak Bermedia Sosial

×

Antisipasi Dampak Era Digital, Polres Trenggalek Masuk Sekolah Bentuk Karakter Bijak Bermedia Sosial

Sebarkan artikel ini
Trenggalek
Petugas Polres Trenggalek saat memimpin upacara sekaligus memberikan edukasi dampak positif dan negatif digital.
Inti Berita:
• Polres Trenggalek menggencarkan program edukasi ke sekolah-sekolah setiap Senin guna membekali Gen Z dan Gen Alpha tentang dampak positif serta negatif perkembangan teknologi digital.
​• Saat berkunjung ke SMPN 5 Trenggalek pada Senin (21/9/2026), Kasatbinmas AKP Siswanto menyoroti ancaman penyalahgunaan Artificial Intelligence (AI), seperti manipulasi wajah/suara untuk penipuan dan adu domba.

SUARA TRENGGALEK – Polres Trenggalek menggencarkan edukasi kepada pelajar mengenai perkembangan teknologi informasi dan berbagai dampak negatif yang perlu diwaspadai di era digital.

Edukasi tersebut menyasar kalangan pelajar, khususnya generasi Z dan Alpha, melalui kegiatan sosialisasi di sekolah-sekolah.

Kapolres Trenggalek AKBP Rizky Tri Putra Erryka Adi Wijaya melalui Kasatbinmas AKP Siswanto mengatakan, jajaran kepolisian rutin mendatangi sekolah setiap Senin untuk menjadi pembina upacara sekaligus memberikan edukasi mengenai perkembangan dunia digital.

“Hari ini kami berkunjung ke SMP Negeri 5 Trenggalek. Bertatap muka dengan para guru dan murid, edukasi tentang pentingnya pemahaman dunia digital,” ungkapnya, Senin (21/9/2026).

Di hadapan ratusan siswa, polisi menyampaikan perkembangan teknologi informasi yang kini semakin mengarah pada penggunaan Artificial Intelligence (AI).

Menurutnya, pemanfaatan AI dapat membantu berbagai aktivitas. Namun, perkembangan tersebut juga perlu diikuti kewaspadaan terhadap dampak negatif yang dapat ditimbulkan.

Salah satunya adalah penggunaan AI untuk memanipulasi wajah dan suara seseorang. Konten semacam itu dapat disertai keterangan bernada provokatif, memicu adu domba, hingga dimanfaatkan untuk penipuan.

Di sisi lain, AI juga semakin mudah digunakan untuk membantu menjawab berbagai soal yang diberikan guru. Kemudahan tersebut dinilai dapat membuat pelajar malas belajar, kurang meningkatkan literasi, dan terlalu bergantung pada kemampuan AI.

“Kondisi ini tentunya harus menjadi perhatian kita semua. Jangan sampai generasi masa depan kita menjadi korban,” imbuhnya.

Selain AI, perkembangan media sosial juga menjadi perhatian. Hampir semua orang memiliki akun media sosial, termasuk kalangan pelajar.

Media sosial dapat memberikan manfaat apabila digunakan dengan baik. Namun, penyalahgunaan media sosial juga dapat menimbulkan persoalan, termasuk implikasi hukum bagi penggunanya.

Karena itu, polisi meminta para pelajar lebih waspada dan berhati-hati ketika bermedia sosial. Sikap bijak dalam menggunakan media sosial dinilai penting agar pelajar tidak terjebak dampak negatif teknologi digital.

“Jika ada sesuatu hal yang mencurigakan saat bermedia sosial, silahkan bertanya kepada para guru. Jangan mudah terpancing oleh unggahan yang tidak jelas sumbernya,” imbuhnya.

Polisi juga mengingatkan mengenai cyberbullying atau perundungan melalui media digital. Salah satu bentuknya adalah mengolok-olok teman menggunakan akun palsu yang dapat berdampak buruk bagi korban.

Melalui edukasi yang dilakukan secara rutin di sekolah, jajaran Polres Trenggalek berharap kesadaran pelajar dalam menggunakan teknologi semakin meningkat.

Para pelajar diharapkan tidak hanya mampu mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga memiliki sikap bijak dan karakter yang kuat dalam memanfaatkannya.