PENDIDIKAN

Madrasah di Trenggalek Kian Diminati, Kemenag Sebut Orang Tua Kini Prioritaskan Pendidikan Agama

×

Madrasah di Trenggalek Kian Diminati, Kemenag Sebut Orang Tua Kini Prioritaskan Pendidikan Agama

Sebarkan artikel ini
Trenggalek
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Trenggalek, Mohammad Nur Ibadi (tengah).
Inti Berita:
• Minat masyarakat terhadap MI dan MTs di Kabupaten Trenggalek terus meningkat di tengah menurunnya jumlah peserta didik di sejumlah SD Negeri.
• Kemenag Trenggalek menilai perubahan tersebut dipicu meningkatnya kesadaran orang tua akan pentingnya pendidikan agama dan pembentukan karakter di era digital.
• Tingginya kepercayaan masyarakat itu akan dijawab dengan peningkatan mutu pendidikan serta pengembangan digitalisasi madrasah.

SUARA TRENGGALEK – Minat masyarakat terhadap madrasah di Kabupaten Trenggalek terus meningkat. Hal itu disebabkan adanya perubahan pola pikir orang tua terhadap pendidikan di era digital.

Di saat sejumlah Sekolah Dasar (SD) Negeri mengalami krisis peserta didik baru, bahkan ada yang tidak memperoleh siswa sama sekali, Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) justru mencatat peningkatan jumlah pendaftar.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Trenggalek, Mohammad Nur Ibadi menilai meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap madrasah dipicu perubahan pola pikir orang tua di tengah perkembangan teknologi digital.

“Pergeseran pola pikir orang tua di era gempuran teknologi digital menjadi pemantik utama melambungnya kepercayaan publik terhadap madrasah,” tegas Nur Ibadi.

Menurutnya, kemajuan teknologi membuat akses informasi semakin terbuka tanpa batas. Kondisi tersebut mendorong banyak orang tua semakin memperhatikan pembentukan karakter dan pendidikan agama anak sejak usia dini.

“Orang tua masa kini makin sadar bahwa bekal paling krusial untuk anak adalah pendidikan agama. Madrasah hadir menawarkan penguatan pondasi tersebut secara konsisten,” tambahnya.

Penguatan Agama Jadi Daya Tarik Madrasah

Nur Ibadi menjelaskan, perkembangan teknologi digital memungkinkan anak-anak mengakses berbagai informasi kapan pun dan di mana pun.

Karena itu, banyak orang tua kini mencari lembaga pendidikan yang tidak hanya mengembangkan kemampuan akademik, tetapi juga memperkuat akhlak dan pemahaman keagamaan.

Menurutnya, madrasah memiliki keunggulan tersendiri melalui penguatan pendidikan agama dengan konsep tafaqquh fiddin.

“Madrasah memiliki identitas kuat pada penguatan Al-Qur’an, fikih, dan karakter. Hal itulah yang membuat para orang tua merasa tenang karena anak-anak mereka mengantongi bekal hidup yang utuh,” ujarnya.

Ia juga mengaku mempercayakan pendidikan anaknya sendiri kepada madrasah sebagai bentuk keyakinan terhadap kualitas pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama.

Kemenag Dorong Peningkatan Mutu dan Digitalisasi

Meski kepercayaan masyarakat terus meningkat, Kemenag Trenggalek meminta seluruh pengelola madrasah tidak cepat berpuas diri.

Nur Ibadi mendorong peningkatan mutu layanan pendidikan sekaligus pengembangan inovasi pembelajaran berbasis teknologi.

“Kami menantang rekan-rekan pengelola untuk menyelaraskan kurikulum madrasah dengan ekosistem digital modern melalui pilar digital madrasah,” ujarnya.

Ia menegaskan tingginya kepercayaan masyarakat harus dijawab dengan kualitas pendidikan yang semakin baik.

“Karena masyarakat sudah mempercayakan anak-anak mereka kepada kita, tidak ada kata lain selain menyajikan mutu pendidikan nomor satu,” tegasnya.

Tetap Terikat Aturan Rombel

Nur Ibadi juga meluruskan anggapan bahwa madrasah lebih leluasa menerima peserta didik dibanding sekolah negeri.

Menurutnya, MI maupun MTs tetap wajib mematuhi ketentuan rombongan belajar (rombel) dan kuota maksimal siswa sesuai regulasi nasional.

“Itu tidak benar. MI maupun MTs juga terikat ketentuan rombel yang ketat. Aturannya sama persis dan kami mengacu pada regulasi yang berlaku,” tandasnya.