Inti Berita:
• Sekolah Rakyat Terintegrasi 50 Trenggalek menargetkan perpindahan ke kampus permanen pada 31 Juli 2026 bersamaan dengan open house dan MPLS.
• Sebanyak 225 siswa telah siap menempati gedung baru, sementara kuota SMA masih menyisakan 37 kursi.
• Progres pembangunan kampus permanen telah mencapai sekitar 92 persen dan dipastikan siap mendukung kegiatan belajar mengajar.
SUARA TRENGGALEK – Siswa Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 50 Trenggalek bersiap berpindah dari lokasi rintisan menuju gedung permanen.
Proses mobilisasi siswa dan barang milik negara (BMN) kini tengah dipersiapkan menjelang pelaksanaan open house sekaligus pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada 31 Juli 2026.
Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 50 Trenggalek, Yogyantoro mengatakan saat ini pihaknya fokus menyiapkan perpindahan siswa beserta BMN yang berasal dari Biro Umum dan Pusdiklat.
“Saat ini kami sedang mempersiapkan diri untuk perpindahan dari SR Rintisan ke SR Permanen yaitu mobilisasi siswa dan BMN yang terdiri dari aset tetap dan juga persediaan, yang berasal dari Biro Umum dan juga Pusdiklat,” ujarnya.
Ia menjelaskan tidak seluruh barang dapat dipindahkan karena terdapat BMN dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) yang tidak termasuk dalam proses mobilisasi.
“Untuk yang dari PU ini tidak bisa kami ekspedisikan, sehingga kami melakukan mobilisasi hanya untuk BMN dari Pusdiklat dan juga Biro Umum,” jelasnya.
Menurut Yogi biasa disapa, proses perpindahan akan melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) dan relawan.
“Kami nanti akan melakukan mobilisasi dibantu stakeholder terkait atau OPD terkait seperti Dinas Perhubungan dan juga Dinas Sosial serta akan dibackup oleh kawan-kawan Pagana dan dari internal Sekolah Rakyat Terintegrasi 50 Trenggalek sendiri,” katanya.
Open House Tampilkan Beragam Kegiatan
Selain persiapan perpindahan, para siswa yang telah menempuh pendidikan di SR Trenggalek juga tengah mempersiapkan penampilan untuk memeriahkan open house.
“Calon siswa yang existing saat ini sedang mempersiapkan perform di open house, di antaranya baris berbaris kreatif, pentas seni seperti tari, karawitan, pidato tiga bahasa, dan juga tahlil atau shalawatan,” ujar Yogi.
Saat ini, siswa yang telah aktif belajar berjumlah 75 orang yang terdiri dari dua rombongan belajar (rombel) jenjang SD dan empat rombel SMP.
“Yang existing terdiri dari dua rombel SD dan empat rombel SMP, totalnya ada 75 siswa,” ungkapnya.
Pada tahun ajaran baru nanti, jumlah peserta didik akan bertambah dengan pembukaan satu rombel SD, empat rombel SMP, dan empat rombel SMA.
“Saat ini untuk jenjang SD sudah terpenuhi satu rombel dengan jumlah 30 siswa. Jenjang SMP empat rombel berjumlah 120 siswa juga sudah terpenuhi,” katanya.
Sementara itu, untuk pemenuhan kuota pada jenjang SMA belum terisi penuh. “Untuk SMA dibuka empat rombel, kami mendapatkan 83 siswa sehingga masih kurang 37 siswa,” terangnya.
Kuota SD Dialihkan ke SMP dan SMA
Yogyantoro menjelaskan penambahan rombel di jenjang SMP dan SMA dilakukan setelah kuota SD tidak terpenuhi sesuai rencana awal.
“Awalnya kami memiliki kuota tiga rombel SD, tetapi yang terpenuhi hanya satu rombel. Karena itu kami switch untuk pemenuhan di jenjang SMP yang memang peminatnya membludak, demikian pula jenjang SMA,” jelasnya.
Dengan perubahan tersebut, rombel SMP dan SMA masing-masing bertambah menjadi empat kelas.
Gedung Permanen Capai 92 Persen
Terkait kesiapan sarana dan prasarana, Yogi mengatakan progres pembangunan gedung permanen terus berjalan dan berdasarkan informasi dari pendamping Kementerian Sosial RI telah mencapai sekitar 92 persen.
“Informasi yang kami dapat dari PIC Kementerian Sosial RI, progres pembangunan saat ini sudah mencapai 92 persen,” ujarnya.
Ia menyebut bangunan jenjang SMP telah rampung sepenuhnya, sedangkan bangunan SD dan SMA mencapai sekitar 92 persen.
“Bangunan SMP sudah 100 persen, sedangkan SD dan SMA sekitar 92 persen,” katanya.
Meski masih terdapat beberapa pekerjaan penyelesaian, Yogi memastikan hal tersebut tidak akan mengganggu aktivitas belajar mengajar.
“Ketika perpindahan nanti, walaupun masih ada beberapa hal yang perlu dibenahi, tidak akan mengganggu aktivitas siswa,” tegasnya.
Ia menambahkan para siswa menyambut antusias perpindahan ke gedung permanen karena fasilitas yang lebih lengkap.
“Insyaallah siswa kami akan segera mobilisasi pada tanggal 31 Juli. Mereka sangat antusias karena bisa mendapatkan sekolah baru dengan fasilitas, sarana, dan prasarana yang lebih lengkap. Bangunan juga sudah mendapatkan pernyataan laik fungsi dari Nindya Karya sehingga kami dapat menjamin keselamatan dan keamanan siswa selama tinggal di sana,” pungkasnya.











