Inti Berita:
• Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Trenggalek dijadwalkan mulai beroperasi pada 1 Agustus 2026 dengan menerima 270 peserta didik dari jenjang SD, SMP, dan SMA.
• Saat ini progres pembangunan fisik telah mencapai sekitar 90 persen, sementara open house direncanakan pada 31 Juli dan MPLS berlangsung selama 1-15 Agustus 2026.
SUARA TRENGGALEK – Pemerintah Kabupaten Trenggalek terus mematangkan persiapan operasional Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 50 Trenggalek yang dijadwalkan mulai beroperasi pada 1 Agustus 2026.
Persiapan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi pelaksanaan open house dan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang dipimpin Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Trenggalek, Stefanus Triadi Atmono, di Aula Serbaguna SRT 50 Trenggalek, Senin (13/7/2026).
Pada tahun ajaran 2026/2027, SRT 50 Trenggalek akan menerima sebanyak 270 peserta didik. Jumlah tersebut terdiri atas satu rombongan belajar (rombel) jenjang SD, empat rombel SMP, dan empat rombel SMA.
Seluruh peserta didik dijadwalkan mengikuti MPLS mulai 1 hingga 15 Agustus 2026 di gedung permanen SRT 50 yang berlokasi di Kelurahan Ngantru, Kecamatan Trenggalek.
Pembangunan Fisik Capai 90 Persen
Dalam rapat koordinasi tersebut, pemerintah membahas berbagai kesiapan menjelang operasional sekolah, mulai dari pelaksanaan open house dan MPLS, kesiapan tenaga pendidik, pemenuhan kuota peserta didik, hingga penyelesaian pembangunan sarana dan prasarana pendukung.
Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Trenggalek, Stefanus Triadi Atmono, mengatakan progres pembangunan fisik Sekolah Rakyat Terintegrasi saat ini telah mencapai sekitar 90 persen.
Sejumlah pekerjaan yang masih berlangsung merupakan tahap penyelesaian akhir agar seluruh fasilitas dapat digunakan secara optimal saat kegiatan belajar mengajar dimulai.
“Terkait persiapan ini, kami menggelar rapat bersama perangkat daerah terkait dan PIC dari Kementerian Sosial. Sesuai jadwal, pada 31 Juli 2026 direncanakan dilaksanakan open house Sekolah Rakyat di Trenggalek. Sementara itu, beberapa fasilitas pendukung masih dalam tahap penyelesaian dengan penambahan personel pekerjaan. Harapannya seluruh pekerjaan dapat selesai sebelum 28 Juli 2026,” ujar Triadi.
MPLS Berlangsung Dua Pekan
Triadi menjelaskan, pelaksanaan MPLS akan berlangsung selama dua pekan sebagai bagian dari proses adaptasi peserta didik sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai.
“Pada tahun ajaran baru ini terdapat sekitar 270 peserta didik yang terdiri atas satu rombel SD, empat rombel SMP, dan empat rombel SMA. MPLS akan dilaksanakan mulai 1 hingga 15 Agustus 2026. Selain itu, seluruh peserta didik juga akan menjalani pemeriksaan kesehatan yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan,” tambahnya.
Pemerintah Kabupaten Trenggalek berharap seluruh persiapan dapat diselesaikan sesuai jadwal sehingga operasional Sekolah Rakyat Terintegrasi 50 Trenggalek dapat berjalan lancar dan mampu memberikan layanan pendidikan yang berkualitas, inklusif, serta nyaman bagi seluruh peserta didik sejak hari pertama pembelajaran.











