PENDIDIKAN

IPSI Trenggalek Gelar Kejuaraan Terbuka Pencak Silat, Pesilat Siap Bertanding di GOR Gajah Putih

×

IPSI Trenggalek Gelar Kejuaraan Terbuka Pencak Silat, Pesilat Siap Bertanding di GOR Gajah Putih

Sebarkan artikel ini
Trenggalek
Feri Bagus Setiawan, Panitia Pelaksana Kejuaraan Terbuka Pencak Silat yang digelar IPSI Kabupaten Trenggalek.
Inti Berita:
• IPSI Kabupaten Trenggalek akan menggelar Kejuaraan Terbuka Pencak Silat pada 24–26 Juli 2026 di GOR Gajah Putih.
• Sekitar 500 pesilat dari berbagai daerah telah mendaftar untuk mengikuti kategori pemula dan prestasi.
• Selain menjadi ajang pembinaan atlet, kejuaraan ini juga diharapkan menjadi agenda tahunan guna melestarikan pencak silat sebagai warisan budaya Indonesia.

SUARA TRENGGALEK – Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Trenggalek akan menggelar Kejuaraan Terbuka Pencak Silat pada 25-26 Juli 2026 di GOR Gajah Putih, Trenggalek.

Ajang yang didukung Fighter Corporation ini disiapkan sebagai wadah pembinaan prestasi sekaligus upaya melestarikan pencak silat sebagai warisan budaya Indonesia.

Ketua IPSI Kabupaten Trenggalek, Sigid Agus Hari Basoeki, menegaskan kegiatan tersebut bukan Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab), melainkan kejuaraan terbuka yang dapat diikuti peserta dari berbagai daerah, bahkan terbuka bagi peserta luar negeri.

“Ini bukan Kejurkab, ini kejuaraan terbuka yang bisa diikuti oleh peserta baik dari dalam negeri maupun luar negeri,” ujar Sigid.

Ia menjelaskan rangkaian kegiatan berlangsung selama tiga hari, meliputi technical meeting pada 24 Juli serta pertandingan pada 25–26 Juli 2026.

Menurutnya, penyelenggaraan kejuaraan memiliki dua tujuan utama, yakni meningkatkan prestasi atlet pencak silat Trenggalek dan memperluas pembinaan melalui kategori pemasalan.

“Yang pertama memang untuk membangun prestasi, meningkatkan prestasi para pesilat Trenggalek yang selama mungkin 10 tahun terakhir ini prestasinya sangat mendapat perhatian dari provinsi maupun pusat,” katanya.

Sigid menyebut sejumlah atlet Trenggalek telah mampu menembus level provinsi hingga nasional.

Karena itu, IPSI ingin menyediakan kompetisi yang mampu menjaga kesinambungan prestasi para atlet.

“Semua pesilat kita bina, kita berikan ajang supaya prestasinya terus terasah,” imbuhnya.

Selain pembinaan prestasi, IPSI juga ingin memperluas partisipasi masyarakat terhadap pencak silat sebagai budaya bangsa.

“Kemudian selain peningkatan prestasi, kita juga melakukan kegiatan pemasalan karena didasari keinginan untuk terus melestarikan budaya. Pencak silat salah satu budaya Indonesia yang diakui dunia. Tentu kita sebagai ahli waris budaya pencak silat ini harus bisa menjaga, melestarikan, dan mengembangkan,” jelasnya.

Persiapan Capai 99 Persen

Sementara itu, Panitia Pelaksana, Feri Bagus Setiawan mengatakan seluruh persiapan penyelenggaraan hampir rampung.

“Untuk persiapan insyaallah sudah 99 persen. Kami dari IPSI Kabupaten Trenggalek berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Trenggalek, khususnya Dinas Pemuda dan Olahraga, KONI Kabupaten Trenggalek, serta sponsor Fighter Corporation yang sudah men-support acara ini,” ujarnya.

Hingga saat ini, sekitar 500 peserta telah mendaftarkan diri. Mereka tidak hanya berasal dari Trenggalek, tetapi juga dari sejumlah daerah lain.

“Peserta kurang lebih yang sudah terdaftar sekitar 500 orang. Dari luar daerah sudah ada Kabupaten Kediri, kemudian terakhir Banyuwangi juga sudah konfirmasi hadir,” katanya.

Pertandingkan Dua Kategori

Feri menjelaskan kejuaraan akan mempertandingkan dua kategori, yakni kategori pemula (pemasalan) dan kategori prestasi.

Kategori pemula diikuti kelompok usia dini, pra remaja, remaja, hingga dewasa. Pertandingan dimulai dari babak semifinal sehingga seluruh peserta dipastikan memperoleh medali.

Sementara kategori prestasi juga mempertandingkan kelompok usia dini, pra remaja, remaja, hingga dewasa, namun menggunakan sistem gugur mulai babak penyisihan, semifinal, hingga final sebagai bagian dari proses pembinaan atlet menuju jenjang yang lebih tinggi.

“Prestasi itu menggunakan sistem gugur mulai babak penyisihan sampai partai final. Sedangkan pemasalan bertujuan menjaring potensi-potensi atlet usia dini agar berkembang lebih baik,” terang Feri.

Ia berharap kejuaraan ini dapat menjadi agenda rutin tahunan IPSI Kabupaten Trenggalek.

“Insyaallah, mohon doanya supaya event ini bisa menjadi agenda tahunan IPSI Kabupaten Trenggalek sehingga atlet-atlet pencak silat Trenggalek bisa memaksimalkan potensi, baik di level Jawa Timur, nasional, bahkan dunia,” pungkasnya.