OLAHRAGA

Sepak Bola Trenggalek Student League 2026 Segera Bergulir, Jadi Ajang Pelajar Menuju GSI

×

Sepak Bola Trenggalek Student League 2026 Segera Bergulir, Jadi Ajang Pelajar Menuju GSI

Sebarkan artikel ini
Trenggalek
Pertandingan sepak bola dalam turnamen Soeratin di stadion Trenggalek.
Inti Berita:
• Trenggalek Student League (TSL) 2026 akan digelar pada 27 Juli hingga 3 Agustus 2026 sebagai wadah pembinaan pesepak bola pelajar di Trenggalek.
• Kompetisi ini diinisiasi para penggiat sepak bola lokal dan diharapkan menjadi agenda tahunan sekaligus membuka jalan bagi atlet muda menuju ajang Gala Siswa Indonesia (GSI).

SUARA TRENGGALEK – Turnamen sepak bola antarpelajar bertajuk Trenggalek Student League (TSL) 2026 segera bergulir sebagai ajang pembinaan bakat muda di Kabupaten Trenggalek.

Kompetisi yang dijadwalkan berlangsung pada 27 Juli hingga 3 Agustus 2026 ini diinisiasi para penggiat dan legenda sepak bola lokal untuk menyediakan wadah kompetisi yang berkelanjutan bagi pelajar.

Ketua Pelaksana TSL 2026, Irnanda Setyoko, mengatakan turnamen tersebut lahir dari kepedulian terhadap minimnya kompetisi resmi yang secara rutin menjaring potensi pesepak bola usia sekolah di Trenggalek.

“Latar belakang TSL ini sebenarnya bentuk kepedulian dari teman-teman penggiat sepak bola. Para legenda seperti Mas Ali dan sebagainya ingin mewadahi anak-anak sekolah yang dari dulu belum terwadahi oleh organisasi sepak bola di Trenggalek sendiri,” ujar Irnanda Setyoko saat dikonfirmasi di GOR Gajah Putih, Jumat (10/7/2026).

Menurut pria yang akrab disapa Tito itu, panitia berkomitmen menjadikan TSL sebagai agenda tahunan sehingga pembinaan atlet muda dapat berjalan secara berkelanjutan.

Disiapkan Jadi Jalur Menuju Gala Siswa Indonesia

Panitia juga telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Trenggalek agar peserta TSL memiliki kesempatan melanjutkan pembinaan ke jenjang yang lebih tinggi melalui Gala Siswa Indonesia (GSI).

“Kemarin kami sudah mengobrol dengan Kepala Dinas Pendidikan. Tahun depan kami coba atur semoga bisa ikut dalam Gala Siswa Indonesia (GSI) yang tingkatnya nasional. Jadi, langkah anak-anak tidak berhenti di TSL saja,” lanjutnya.

Kuota Peserta Dibatasi pada Edisi Perdana

Irnanda menjelaskan, persiapan penyelenggaraan TSL 2026 telah memasuki tahap akhir. Seluruh administrasi, dukungan instansi terkait, hingga komitmen sponsor telah disiapkan panitia.

Pada penyelenggaraan perdana ini, panitia membatasi jumlah peserta sebagai langkah awal untuk mengukur antusiasme sekolah.

“Target tim untuk tingkat SMP kami batasi 12 tim, sedangkan untuk tingkat SMA ada 9 tim. Karena ini masih permulaan, kami coba melihat animonya terlebih dahulu dengan kuota tersebut,” jelasnya.

TSL 2026 akan menggunakan sistem setengah kompetisi pada fase penyisihan sebelum memasuki babak gugur.

“Sistemnya menggunakan format grup atau setengah kompetisi. Setiap tim di dalam grup akan saling bertemu terlebih dahulu, baru kemudian juara atau runner-up grup melaju ke fase gugur,” katanya.

Tantangan Beralih ke Lapangan Sepak Bola

Irnanda mengakui penyelenggaraan tahun ini menghadirkan tantangan baru karena panitia beralih dari kompetisi sebelumnya yang digelar di lapangan tanah atau futsal menuju lapangan sepak bola berumput.

“Ini menjadi tantangan buat kami. Dari yang biasanya mengelola di lapangan keras belum berumput, sekarang beralih ke lapangan besar yang menggunakan rumput asli,” imbuhnya.

Meski demikian, ia optimistis para peserta mampu beradaptasi sehingga perubahan tersebut tidak menghambat pengembangan potensi atlet muda.

Perebutkan Piala Bergilir Bupati Trenggalek

Untuk meningkatkan motivasi peserta, panitia menyiapkan hadiah uang pembinaan senilai puluhan juta rupiah dari dukungan sponsor.

Selain itu, peserta juga akan memperebutkan Piala Bergilir Bupati Trenggalek serta piagam resmi yang diharapkan dapat mendukung prestasi pelajar melalui jalur nonakademik.

“Paling spesial, ada piagam dan Piala Bergilir Bupati Trenggalek. Alhamdulillah, Bapak Bupati sangat mendukung. Piagam ini tentu akan sangat bermanfaat bagi anak-anak, terutama yang ingin memaksimalkan jalur nonakademik untuk masa depan mereka,” pungkasnya.