PERISTIWA

Kabar Duka, Jemaah Haji Asal Trenggalek Wafat di Makkah, Seluruh Rukun Haji Telah Ditunaikan

×

Kabar Duka, Jemaah Haji Asal Trenggalek Wafat di Makkah, Seluruh Rukun Haji Telah Ditunaikan

Sebarkan artikel ini
Trenggalek
Kepala Kantor Kemenhaj Kabupaten Trenggalek, Subkan Hamzah saat menyampaikan kabar duka.
Inti Berita:
• Jemaah haji asal Trenggalek bernama Djemadi wafat di Makkah pada 10 Juni 2026.
• Almarhum merupakan anggota Kloter 105 KBIH NU asal Surodakan.
• Sebelum wafat, almarhum masih sempat video call dengan keluarga dan beraktivitas normal.

SUARA TRENGGALEKKabar duka datang dari rombongan jemaah haji KBIH NU asal Kelurahan Surodakan, Kabupaten Trenggalek.

Seorang jemaah bernama Djemadi, anggota Kloter 105 yang tergabung dalam KBIH NU, wafat di Makkah, Arab Saudi, pada Rabu (10/6/2026) sekitar pukul 17.00 waktu Arab Saudi (WAS).

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Trenggalek, Subkan Hamzah menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya jemaah asal Kelurahan Surodakan tersebut.

“Innalillahi wa innailaihi rajiun. Kami dari Kemenhaj mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya Bapak Djemadi yang telah berpulang ke rahmatullah di Tanah Suci. Semoga beliau mendapatkan ampunan dan rahmat dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala serta diberikan haji yang mabrur,” ucap Subkan, Jumat (12/6/2026).

Menurut Subkan, sebelum berangkat ke Tanah Suci almarhum memang memiliki riwayat penyakit. Namun, kondisi kesehatannya saat itu masih memenuhi syarat istithaah sehingga tetap dapat berangkat menunaikan ibadah haji.

“Sebelum berangkat memang beliau sudah agak sakit, tetapi masih memenuhi syarat istithaah dan selama di sana bisa melaksanakan seluruh rangkaian ibadah hajinya sampai selesai,” jelasnya.

Meninggal di Kamar Pemondokan

Subkan mengungkapkan, almarhum meninggal dunia di kamar pemondokannya, bukan di rumah sakit.

Bahkan berdasarkan informasi dari keluarga, sehari sebelumnya almarhum masih sempat melakukan panggilan video dan berkomunikasi seperti biasa.

“Kemarin masih video call dengan keluarga, masih makan dan beraktivitas seperti biasa. Tidak ada keluhan yang dianggap serius sebelumnya,” katanya.

Ia menambahkan, almarhum berangkat bersama menantunya yang sekaligus menjadi pendamping selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

“Beliau didampingi langsung oleh menantunya, sehingga selama kegiatan ibadah ada pendamping dari keluarga yang membantu dan mendampingi,” ujarnya.

Meski memiliki riwayat kesehatan, sebagian besar aktivitas ibadah haji almarhum masih dapat dilakukan tanpa menggunakan kursi roda.

Kondisi Jemaah Haji Trenggalek Lainnya Baik

Kemenhaj Trenggalek memastikan kondisi jemaah haji asal Trenggalek lainnya hingga saat ini dalam keadaan baik.

“Sesuai laporan yang kami terima, kondisi jemaah haji asal Trenggalek masih baik-baik saja,” kata Subkan.

Ia bahkan menyebut sejumlah jemaah yang sebelumnya sempat menjalani perawatan di rumah sakit kini telah kembali bergabung dengan rombongan.

“Justru yang sebelumnya sempat masuk rumah sakit semuanya sudah kembali. Yang meninggal ini justru sebelumnya tidak dirawat di rumah sakit,” ungkapnya.

Upayakan Jemaah Trenggalek Pulang Bersama

Selain itu, pihak Kemenhaj Trenggalek juga tengah mengupayakan agar jemaah asal Trenggalek yang tergabung di kloter berbeda dapat dipindahkan atau dinazulkan ke Kloter 105 sehingga dapat kembali ke tanah air bersama-sama.

“Kami mengupayakan jemaah yang berada di kloter lain seperti 109 dan 115 bisa dinazulkan ke Kloter 105 agar nantinya dapat pulang bersama-sama,” jelasnya.

Terkait hak-hak jemaah yang meninggal dunia di Tanah Suci, Subkan mengatakan prosesnya saat ini ditangani oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur. Kemenhaj Trenggalek hanya membantu melengkapi dokumen yang diperlukan.

“Untuk hak-hak jemaah yang meninggal, kami masih menunggu arahan dari Kanwil. Jika ada dokumen yang perlu dilengkapi, kami akan membantu prosesnya,” pungkasnya.